Ini Dia Ciri-Ciri Tubuh yang Kurang Olahraga, Ada di Kalian?

Ini Dia Ciri-Ciri Tubuh yang Kurang Olahraga, Ada di Kalian?

Olahraga adalah salah satu booster sehat yang paling murah dan mudah. Cukup 30 menit sehari untuk membuat tubuh lebih kuat, pikiran lebih segar, dan mood lebih stabil. Namun, di tengah rutinitas yang padat, masih banyak orang yang menomorduakan olahraga.

Jarang olahraga, akibatnya, tubuh yang jarang bergerak itu menunjukkan tanda-tanda yang sebetulnya mudah untuk kita kenali. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja ciri-ciri tubuh yang kurang olahraga. Apakah salah satunya ada di kalian?

Ciri-Ciri Tubuh Kurang Olahraga

Mungkin banyak dari kita tidak menyadari, berbagai masalah yang kita rasakan pada tubuh ternyata timbul karena kurang olahraga. Nah, perlu kita ketahui, kurang olahraga ternyata bisa menyebabkan berbagai masalah seperti berikut!

1. Gampang Lelah

Ciri-Ciri Kurang Tidur Gampang Lelah

Pernah merasa lelah terus-menerus padahal aktivitas kita tidak seberapa? Ini bisa jadi tanda pertama tubuh kurang olahraga. Olahraga secara teratur, terutama aerobik seperti jalan cepat, jogging, atau bersepeda, bisa memperkuat sistem kardiovaskular (yaitu jantung dan paru-paru).

Lantas, ketika jantung dan paru-paru bekerja optimal, darah yang membawa oksigen bisa dialirkan lebih efisien ke seluruh tubuh. Sebaliknya, ketika kitaa jarang bergerak, tubuh menjadi kurang efisien dalam menggunakan energi.

Akibatnya, sedikit aktivitas saja bisa membuat kita lelah, bahkan mengantuk di siang hari. Dalam jangka panjang, bahkan kelelahan kronis akibat dari kurang gerak juga bisa memengaruhi fokus, produktivitas, hingga mood.

2. Sering Pegal

Kalian pernah bangun tidur merasa punggung atau bahu nyeri tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi itu bukan karena salah posisi tidur, melainkan karena otot jarang digunakan. Kurang gerak bisa membuat massa otot berkurang, tergerus, dan tergantikan oleh lemak.

Ciri-ciri kurang olahraga ini, membuat otot kehilangan kekuatan dan elastisitasnya. Padahal, olahraga dapat menjaga agar sendi tetap lentur dan otot tidak kaku. Tanpa itu, otot mudah tegang, peredaran darah melambat, bahkan kita jadi lebih rentan cedera walau beraktivitas ringan.

3. Mudah Stres

Pusing dan Sakit Kepala

Sadar atau tidak, tubuh yang jarang bergerak bisa berdampak langsung pada kondisi mental. Pada hakikatnya, olahraga memicu pelepasan hormon endorfin, zat kimia alami yang berfungsi sebagai hormon kebahagiaan.

Nah, endorfin bisa membantu meredakan stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat pikiran lebih positif. Ketika olahraga jarang dilakukan, kadar endorfin berkurang. Akibatnya, kita jadi mudah gelisah, murung, bahkan bisa mengalami gejala depresi ringan.

Beberapa penelitian bahkan menyebut bahwa olahraga rutin sama efektifnya dengan terapi atau obat anti-depresan dalam mengatasi depresi ringan hingga sedang. Terlebih, saat olahraga dibarengi dengan kegiatan yang sifatnya refreshing, seperti jalan-jalan, senam, dan sejenisnya.

4. Berat Badan Naik

Kurang olahraga berarti tubuh tidak membakar kalori secara optimal. Namun, yang lebih menarik lagi, kurang bergerak juga mengubah keseimbangan hormon dalam tubuh. Salah satunya adalah hormon ghrelin, yaitu hormon yang memicu rasa lapar.

Saat tubuh lelah akibat kurang aktivitas, kadar ghrelin meningkat, membuat kita lebih sering merasa lapar, bahkan tanpa alasan jelas. Akibatnya, pola makan menjadi tidak terkendali, berat badan dan timbunan lemak perlahan akan naik.

5. Sering Sembelit

Masalah pencernaan juga bisa menjadi ciri-ciri tubuh kurang olahraga. Aktivitas fisik bisa membantu merangsang pergerakan otot usus, mempercepat proses pencernaan, dan memudahkan buang air besar. Tubuh yang kurang aktif, membuat sistem pencernaan melambat.

Penelitian dalam Scandinavian Journal of Gastroenterology pada 2019 membuktikan bahwa olahraga aerobik secara teratur bisa menjadi terapi alami yang efektif untuk mengatasi sembelit tanpa obat. Tentunya, selain minum air putih cukup dan banyak konsumsi serat.

6. Insomnia

Sulit tidur atau insomnia adalah salah satu tanda klasik kurang olahraga. Aktivitas fisik membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur waktu tidur dan bangun. Gangguan ritme, membuat sulit tidur di malam hari dan mudah kantuk di siang hari.

Sebaliknya, olahraga membuat tubuh lebih rileks, mengurangi stres, dan membantu kita tidur lebih cepat serta lebih nyenyak. Namun, hindari olahraga berat menjelang tidur karena bisa meningkatkan detak jantung dan justru membuat sulit terlelap.

Risiko Penyakit Jika Jarang Olahraga

World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental. Sebaliknya, kurang olahraga berisiko memicu berbagai penyakit kronis.

  • Penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
  • Diabetes tipe 2.
  • Osteoporosis (tulang rapuh).
  • Sindrom metabolik.
  • Penurunan daya ingat dan kemampuan kognitif.

Rasa lelah, stres, susah tidur, hingga berat badan naik bukan sekadar kebetulan, semuanya adalah sinyal bahwa tubuh ingin digerakkan. Tubuh yang kurang olahraga tersebut, sebenarnya sedang memberi peringatan.

Nah, untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung aktivitas olahraga, kita bisa rutin meminum Susu Kambing Merapi. Susu kambing memiliki kalsium, protein, dan multi-vitamin yang baik untuk menjaga metabolisme dan organ gerak kita. Tertarik mencoba?

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.