Jangan Sepelekan, Ini Ciri-Ciri Nyeri Punggung Butuh Cek Dokter

Jangan Sepelekan, Ini Ciri-Ciri Nyeri Punggung Butuh Cek Dokter

Bagi banyak orang, nyeri punggung rasanya sudah jadi makanan sehari-hari. Bahkan, tak sedikit yang menganggap keluhan ini sebagai faktor usia atau sekadar encok biasa. Padahal, tak semua nyeri punggung bisa kita anggap sepele. Ada kalanya nyeri punggung butuh cek dokter.

Pada kenyataannya, nyeri punggung yang terus-terusan muncul dan berlangsung secara kronis bukanlah hal yang normal. Keluhan ini justru bisa jadi ciri-ciri dari tubuh bahwa ada gangguan kesehatan yang butuh penanganan lebih serius.

Kapan Nyeri Punggung Butuh Cek Dokter?

Nyeri Punggung yang Butuh Cek Dokter

Menurut dr. Aries Rakhmat Hidayat, Sp.OT(K), Dokter Spesialis Orthopedi dari Mayapada Hospital Surabaya, kita harus mulai ekstra waspada kalau nyeri punggung sudah berlangsung lebih dari tiga bulan.

“Nyeri punggung kronis perlu menjadi perhatian. Kondisi ini, bisa disebabkan penurunan fungsi atau degenerasi karena faktor usia,” ungkap dr. Aries. Namun, bagi Anda yang masih muda, jangan merasa aman dulu, gaya hidup tak sehat juga punya andil yang besar.

Kurang gerak, posisi duduk bungkuk atau tidak ergonomis, serta kebiasaan menatap layar terlalu lama dapat memicu nyeri punggung parah. Belum lagi risiko masalah medis seperti saraf terjepit, gangguan sendi tulang belakang, hingga lemahnya otot penopang tubuh.

Ciri Nyeri Punggung Perlu Ditangani Dokter

Ada beberapa ciri atau gejala nyeri punggung kronis yang pantang buat kita sepelekan. Kalau Anda merasakan hal-hal di bawah ini, sudah saatnya mencoba menjadwalkan kunjungan dan konsultasi ke dokter.

  • Nyeri tak kunjung hilang, atau rasa sakit di area punggung bawah yang menetap berminggu-minggu hingga hitungan bulan.
  • Sensasi kaku yang menyiksa, tulang belakang terasa sangat kaku, terutama saat bangun tidur atau setelah duduk lama.
  • Rasa sakitnya tidak cuma di punggung, tapi merambat turun hingga ke area bokong, paha, atau bahkan kaki.
  • Rasa tak nyaman yang muncul membuat Anda kesulitan untuk sekadar duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.

Cara Mengatasi Nyeri Punggung

Ilustrasi Nyeri Punggung Tulang Belakang

Banyak yang takut ke dokter karena khawatir akan dioperasi. Padahal, penanganan nyeri punggung tidak selalu ekstrem. Kata dr. Aries, sebagian besar kasus nyeri punggung kronis bisa teratasi dengan pendekatan konservatif yang aman.

Metodenya bisa fisioterapi, mengubah gaya hidup menjadi lebih aktif, hingga rutin melakukan latihan penguatan otot inti (core muscle training). Nyeri punggung baru membutuhkan tindakan operasi jika metode fisioterapi, obat-obatan, dan istirahat belum mampu mengatasinya.

“Latihan penguatan otot inti ini punya peran yang sangat penting. Fungsinya untuk menjaga stabilitas tulang belakang sekaligus mengurangi tekanan berlebih pada area tersebut,” tambah dr. Aries, terkait core muscle training untuk mengatasi nyeri punggung.

Langkah sederhana seperti memperbaiki postur tubuh, duduk tegak saat di depan komputer dan berdiri dengan proporsional, juga terbukti ampuh meredakan sekaligus mencegah nyeri punggung datang lagi.

Namun, kalau nyerinya tidak kunjung reda atau malah terasa makin parah setiap harinya, jangan tunda lagi untuk melakukan pemeriksaan medis. Semakin cepat penyebab pastinya didiagnosis oleh dokter, semakin efektif dan tepat juga penanganan yang akan kita dapatkan.

Nutrisi dari Dalam untuk Tulang dan Sendi

Perawatan dari luar tentu harus diimbangi dengan nutrisi dari dalam. Agar tulang, otot, dan sendi tidak gampang loyo meski aktivitas padat, Anda bisa rutin mengonsumsi Susu Kambing Merapi.

Susu bubuk praktis ini diformulasikan khusus untuk menjaga kepadatan tulang serta merawat dan mengatasi kesehatan otot dan persendian. Dengan postur yang baik dan nutrisi tepat dari susu kambing, tubuh bakal lebih fit dan leluasa bergerak!

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.