Susu kedelai menjadi salah satu alternatif paling umum bagi anak yang punya alergi terhadap susu sapi. Terlebih, susu kedelai memang punya profil protein yang berbeda dengan protein susu sapi yang memicu alergi.
Hanya saja, dalam praktiknya, sebagian orang tua masih memiliki kebiasaan mencampur susu kedelai dengan susu sapi. Alasannya beragam, mulai dari khawatir anak tidak suka rasanya, hingga khawatir kebutuhan nutrisi tidak tercukupi.
Daftar Isi
Perbedaan Susu Sapi & Susu Kedelai

Sebelum membahas boleh atau tidaknya, mari kita lihat apa saja yang ada di dalam kedua susu ini. Nah, susu sapi adalah produk hewani dengan komposisi nutrisi yang sangat kompleks, termasuk di dalamnya terdapat protein hewani.
Sayangnya, untuk sebagian orang, sistem kekebalan tubuh terkadang keliru mengenali protein susu sapi ini sebagai ancaman. Hasilnya, tubuh akan memunculkan reaksi-reaksi alergi seperti diare, muntah-muntah, hingga ruam kemerahan di kulit.
Itulah kenapa, anak yang punya kondisi alergi susu sapi biasanya disarankan untuk mencoba jenis susu lainnya. Nah, susu kedelai, juga memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah baik dengan susu sapi.
Bolehkah Mencampur Susu Sapi & Susu Kedelai?
Sederhananya, mencampur susu sapi dan susu kedelai tidaklah disarankan. Meskipun niat awalnya baik, untuk menyesuaikan rasa atau menambah nutrisi, tindakan ini justru bisa berefek negatif bagi peminumnya. Berikut penjelasannya!
1. Reaksi Alergi Tetap Muncul

Merujuk pada jurnal dari National Library of Medicine, mencampur susu kedelai dengan susu sapi sangat tidak dianjurkan bagi anak dengan riwayat alergi susu sapi. Protein alergen dari susu sapi, tetap berpengaruh meski kita hanya memasukkan sedikit saja.
Alergi tidak peduli seberapa sedikit porsi yang masuk. Begitu tubuh mendeteksi adanya protein susu sapi di dalam minumannya (walaupun sudah kita larutkan dengan susu kedelai), reaksi alerginya (seperti gatal, ruam, atau diare) akan tetap terpicu.
2. Nutrisi Tidak Seimbang

Setiap susu formula kemasan di luaran sana, baik itu susu sapi maupun susu kedelai, sudah diracik oleh para ahli gizi dengan takaran yang sangat spesifik. Jumlah vitamin, mineral, protein, dan lemaknya sudah dihitung pas sesuai kebutuhan usia peminum.
Saat kita mencampur kedua susu ini secara sembarangan di rumah, takaran nutrisi anjuran tersebut justru akan menjadi berantakan. Tentunya sangat disayangkan lantaran kandungan nutrisinya menjadi tidak seimbang dengan kebutuhan.
Mengatasi Alergi Susu Sapi dengan Susu Kambing
Susu kedelai memang bagus untuk kita jadikan sebagai alternatif susu sapi. Hanya saja, susu kedelai biasanya kurang sebanding vitamin B12 dan kalsiumnya. Padahal, kedua nutrisi tersebut tubuh perlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang.
Nah, susu kambing memiliki profil nutrisi yang 99% mirip dengan susu sapi. Bahkan, susu kambing unggul dalam hal kalsium dan protein. Hanya saja, ia lebih ramah bagi pencernaan yang sensitif.
Tak seperti susu sapi, susu kambing memiliki kadar Alpha-s1-casein yang lebih rendah. Kandungan inilah yang biasanya memicu alergi. Protein susu kambing membentuk gumpalan (dadih) yang lebih lunak, rapuh, dan kecil, sehingga enzim perut lebih mudah dan cepat mencernanya.
Selain itu, susu kambing memiliki ukuran globula (gelembung) lemak yang secara alami lebih kecil ketimbang susu sapi. Ia juga kaya akan Medium-Chain Triglycerides. Kombinasi ini membuat lemak susu kambing lebih mudah terpecah dan terserap pencernaan.

