Kerja Duduk Seharian Berisiko Saraf Kejepit, Begini Saran Dokter!

Kerja Duduk Seharian Berisiko Saraf Kejepit, Begini Saran Dokter!

Tren Work From Cafe (WFC) belakangan ini memang sangat populer. Bagi banyak orang, bekerja rasanya jauh lebih menyenangkan kalau ditemani secangkir kopi dan suasana baru yang aesthetic. Sayangnya, kerja duduk seharian ini, juga punya risiko saraf kejepit.

Ruang kafe yang begitu nyaman, tidak heran kalau banyak yang betah duduk berjam-jam menatap layar laptop. Namun, di balik kenyamanan itu, ada satu bahaya yang mengintai. Salah satu ancaman terbesarnya adalah saraf kejepit akibat posisi duduk yang tidak tepat.

Kursi Kafe Tidak Didesain untuk Bekerja

Kursi Kafe Tidak Cocok untuk Bekerja

Seperti yang kita tahu, kebanyakan kafe didesain sedemikian rupa untuk tempat bersantai, bukan untuk bekerja penuh waktu. Dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, dr. Victorio, Sp.BS, menjelaskan bahwa kursi kafe kurang bisa menopang tubuh saat bekerja.

dr. Rio menyebut bahwa kursi dan meja di kafe-kafe umumnya memprioritaskan estetika dan kenyamanan visual, bukan untuk menopang tubuh ketika bekerja di depan laptop dalam waktu yang lama.

Kebiasaan mempertahankan postur tubuh yang buruk di kursi kafe ini, bisa jadi pemicu utama ketegangan otot kronis. Jika kita biarkan terus-terusan, risikonya bisa berujung pada saraf kejepit atau istilah medisnya Herniated Nucleus Pulposus (HNP).

Mencegah Saraf Kejepit karena Kerja Duduk

Saraf Kejepit karena Kerja Duduk

Kursi paling aman dan ideal untuk bekerja sebetulnya adalah kursi ergonomis yang bentuk desainnya khusus mengikuti lekuk alami tubuh manusia. Sayangnya, kita nyaris tidak akan menemukan kursi kerja ergonomis seperti ini di kafe-kafe.

Kursi kafe biasanya punya sandaran yang terlalu tegak dengan dudukan yang keras. Lantas, bagaimana solusinya kalau kita tetap ingin WFC? dr. Rio sendiri punya dua trik simpel untuk mengakalinya.

  • Jika memungkinkan, hindari sofa yang terlalu empuk sampai membuat tubuh tenggelam. “Carilah kursi yang tidak terlalu empuk. Artinya, dasar kursi harus cukup keras sehingga postur tubuh kita tetap tertopang dan tidak terlalu terbebani,” kata dr. Rio.
  • Setiap 1-2 jam sekali, paksa diri untuk berdiri. Berjalanlah ke toilet, pesan minuman lagi, atau sekadar melakukan peregangan ringan. Relaksasi otot dan sendi ini sangat penting agar saraf tidak tegang atau kaget akibat beban yang terlalu lama.

Ciri-Ciri Sakit Pinggang yang Berbahaya

Nah, tidak semua gejala pegal-pegal pasca duduk kerja seharian itu saraf kejepit. Menurut dr. Rio, tidak semua keluhan sakit pada pinggang otomatis berarti saraf kejepit. Ada juga kondisi yang bernama axial pain.

Axial pain ini adalah jenis nyeri ringan yang terasa terbatas atau berpusat hanya pada satu area tulang belakang, seperti leher atau punggung bawah saja. Nyeri ini sifatnya lokal dan tidak menjalar ke mana-mana. “Itu biasanya yang sifatnya ringan,” jelas dr. Rio.

Namun, Anda harus mulai waspada jika rasa nyeri tersebut sudah mulai menjalar ke bagian tubuh lain, misalnya menjalar ke area paha, lutut, hingga telapak kaki. Kondisi ini disebut radicular pain, dan ini merupakan tanda bahaya.

“Kalau pekerja sudah merasakan nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki, atau radicular pain, itu sudah kita anggap sebagai sesuatu yang red flag (tanda bahaya),” tegas dr. Rio.

Penutup

Perawatan tulang dan sendi dari luar tentu harus diimbangi dengan nutrisi dari dalam. Agar tulang, otot, dan sendi tidak gampang loyo meski aktivitas padat, Anda juga bisa rutin mengonsumsi Susu Kambing Merapi.

Susu bubuk praktis ini diformulasikan khusus untuk menjaga kepadatan tulang serta merawat dan mengatasi kesehatan otot dan persendian. Dengan postur yang baik dan nutrisi tepat dari susu kambing, tubuh bakal lebih fit, leluasa bergerak, dan bebas dari penyakit!

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.