3 Kebiasaan Makan Sepele yang Ternyata Memicu Asam Lambung

3 Kebiasaan Makan Sepele yang Ternyata Memicu Asam Lambung

Sering tiba-tiba sakit perut, begah, atau dada terasa panas padahal tidak makan pedas atau asam? Belum tentu penyebabnya makanan. Terkadang, kebiasaan makan kita sehari-hari yang terlihat sepele justru bisa jadi pemicu naiknya asam lambung.

Nah, menurut dr. Phuong dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, lambung punya hubungan yang sangat erat dengan sistem saraf. Artinya, kebiasaan makan kita pun turut menentukan proses pencernaan!

Kebiasaan Makan yang Memicu Asam Lambung

Seperti penjelasan dr. Phuong, “Lambung itu terhubung erat dengan sistem saraf. Jadi, (dari) stres, emosi, hingga kebiasaan makan bakal langsung memengaruhi lancarnya proses pencernaan.”

Maka, percaya atau tidak, kondisi emosi, tingkat stres, sampai cara menikmati makanan bisa langsung berdampak ke perut. Lebih lanjut lagi, kira-kira kebiasaan makan seperti apa saja yang kurang baik bagi lambung? Berikut penjelasannya!

1. Makan Buru-Buru

Kebiasaan Makan Buru-Buru Bisa Memicu Asam Lambung

Makan sambil menatap layar laptop atau bermain ponsel memang terasa menghemat waktu. Hanya saja, kebiasaan makan tanpa fokus ini ternyata bisa menghambat produksi asam lambung dan enzim pencernaan.

Makan yang terlalu cepat dan tidak terkunyah sampai halus juga akan membebani perut. Hal ini memaksa lambung bekerja dengan ekstra keras untuk menghancurkan bongkahan makanan tersebut.

dr. Phuong menyarankan kita untuk mengunyah makanan 20-50 kali di setiap suapan. Biasakan juga menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit untuk makan. Hal ini juga memberi waktu bagi tubuh untuk menyadari rasa kenyang, sehingga terhindar dari makan berlebihan.

2. Makan Terlalu Malam

Kebiasaan makan lain yang bisa memicu asam lambung adalah makan terlalu larut. Nah, makan mendekati jam tidur ternyata sangat membebani kerja lambung. Padahal, proses pencernaan butuh durasi sekitar dua sampai enam jam.

Jika kita langsung rebahan sehabis makan, lambung jelas belum selesai memproses isinya. Posisi rebahan inilah yang bikin asam lambung gampang naik lagi ke kerongkongan. Ujung-ujungnya, risiko kena refluks asam (GERD) makin tinggi dan tidur menjadi tidak nyenyak.

3. Banyak Minum di Sela Makan

Minum di Sela Makan

Banyak yang mengira minum banyak air saat makan bagus untuk melancarkan proses pencernaan. Namun kenyataannya, cairan berlebih ini justru mengencerkan asam lambung dan membuat pencernaan tidak efisien.

Lambung pun terpaksa bekerja ekstra keras untuk mengolah makanan yang bercampur banyak air. Untuk menghindarinya, batasi asupan cairan saat makan (termasuk kuah) maksimal 200 ml, dengan porsi paling ideal di kisaran 50-100 ml.

Penutup

Ingat, kesehatan lambung tak hanya bergantung pada apa yang dimakan, tapi juga bagaimana cara kita memakannya. Jaga lambung dengan langkah sederhana, seperti kunyah perlahan, makan dengan fokus, dan selalu beri jeda waktu yang cukup sebelum tidur!

Di samping beberapa tips di atas, gangguan lambung juga tak akan membaik tanpa perubahan gaya hidup yang konsisten. Gaya hidup, terlebih yang berkaitan dengan stres, kebiasaan makan disiplin, jadwal tidur, serta menghindari segala penyebab kambuhnya asam lambung.

Selain itu, penderita asam lambung juga bisa membantu menetralkan asam dengan rutin mengonsumsi susu kambing. Susu ini memiliki sifat antasida alami dan bisa memberi efek menenangkan bagi lambung, juga kaya gizi dan mudah dicerna oleh tubuh.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.