Cukup banyak yang lebih memilih tidur di lantai karena terasa lebih sejuk. Namun, setelah bangun tidur, tidak jarang tubuh merasa pegal, kaku, atau bahkan nyeri di beberapa bagian. Tak heran, kondisi ini lalu memunculkan anggapan jika tidur di lantai adalah penyebab rematik.
Sekilas, rasa pegal usai tidur di lantai memang tampak mirip dengan gejala rematik, seperti nyeri pada sendi tangan, lutut, atau kaki. Padahal, rematik bukanlah penyakit yang muncul begitu saja. Lantas, apakah benar anggapan ini?
Daftar Isi
Mengenali Sedikit Seputar Rematik

Dalam dunia medis, rematik sering merujuk pada penyakit bernama rheumatoid arthritis. Menurut penjelasan dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT, seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi, rematik pada dasarnya adalah penyakit autoimun.
Artinya, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya bertugas melindungi, justru berbalik menyerang sendi-sendi yang sehat. Kondisi inilah yang memicu peradangan parah dan rasa nyeri pada bagian tubuh seperti jari tangan, lutut, hingga pergelangan kaki.
Lantas, apakah ada hubungan antara tidur di lantai dengan penyebab rematik? Jawabannya tidak ada. Tidur di lantai tanpa alas sama sekali tidak bisa memicu autoimun yang menyebabkan kondisi rematik tersebut.
Untuk bisa mendiagnosis pengidap rematik, dokter tidak menilai dari kebiasaan tidurnya, melainkan harus melalui pemeriksaan laboratorium. Pasien baru bisa dikatakan positif rematik bila tes darahnya menunjukkan adanya Rheumatoid Factor (RF).
Kalau Bukan Lantai, Apa Penyebab Rematik?

Nah, menurut para ahli di Cleveland Clinic, penyebab pasti kenapa sistem imun seseorang bisa menyerang sendinya sendiri masih belum diketahui sepenuhnya. Namun, mereka meyakini bahwa rematik sangat erat kaitannya dengan faktor genetik atau keturunan.
Selain genetik, ada beberapa faktor luar yang bisa meningkatkan risikonya, seperti hormon, kebiasaan merokok, hingga paparan polutan yang intens. Jika dibiarkan, peradangan ini bisa merambat dan menyebabkan masalah pada organ lain seperti jantung, paru-paru, hingga saraf dan mata.
Kenapa Badan Pegal Setelah Tidur di Lantai?
Nah, sekarang pertanyaannya, kalau bukan rematik, kenapa badan kita terasa sakit, kaku, dan pegal-pegal setelah bangun dari lantai? Jawabannya murni karena masalah otot, bukan masalah tulang atau sendi akibat autoimun.
dr. Liauw menjelaskan bahwa lantai memiliki permukaan yang keras dan suhu yang dingin. Ketika Anda tidur di atasnya selama berjam-jam (misalnya sampai 8 jam semalaman), otot-otot tubuh akan merespons tekanan keras dan suhu dingin tersebut dengan menegang.
Reaksi otot yang menegang selama berjam-jam inilah, yang menciptakan rasa tidak nyaman dan nyeri sekujur tubuh saat Anda bangun. Jadi, rasa sakitnya berpusat pada otot yang kaku, bukan karena sendi tiba-tiba meradang akibat rematik.
Penyakit rematik tidak bisa sembuh total dan butuh penanganan medis jangka panjang. Sebaliknya, badan pegal karena tidur di lantai sangat mudah disembuhkan. Cukup dengan perawatan rumah sederhana, maka tubuh akan segar seperti sedia kala.
Nah, untuk membantu menjaga kesehatan otot, tulang, dan sendi, Anda bisa rutin meminum Susu Kambing Merapi. Susu kambing memiliki kalsium, protein, dan multi-vitamin yang baik untuk mengatasi keluhan nyeri dan pegal. Tertarik mencoba?

