Risau GERD Kambuh usai Makan Daging? Begini Saran Dokter!

Risau GERD Kambuh usai Makan Daging? Begini Saran Dokter!

Momen hajatan, acara keluarga, hingga Idul Adha sangat identik dengan pesta hidangan daging seperti sate, rendang, dan gulai. Namun, bagi Anda yang menderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), tampaknya perlu memerhatikan beberapa hal saat makan daging.

Lonjakan konsumsi daging secara mendadak memang kerap memicu gangguan pencernaan. Kondisi ini terkadang memicu rasa panik, biasanya kita langsung menganggapnya sebagai gejala kambuhnya GERD. Nah, terkait hal ini, ternyata seperti ini penjelasannya!

Perut Terasa Penuh usai Makan Daging

Perut Terasa Penuh

Jangan buru-buru menyalahkan GERD. Menurut dr. Aru, perut kembung dan begah setelah mengonsumsi daging adalah reaksi yang sangat wajar. Dan ternyata, penyebab utamanya sangat sederhana, daging membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk bisa dicerna oleh lambung.

Daging adalah sumber protein hewani dengan struktur yang padat. Berbeda dengan karbohidrat (seperti nasi atau mi) yang mudah hancur, lambung kita memerlukan waktu lebih lama dan kerja yang ekstra untuk memecah protein tersebut.

dr. Aru menjelaskan bahwa daging butuh hingga lima jam untuk bisa tercerna lambung. “Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa daging butuh waktu sampai lima jam untuk bisa benar-benar dicerna di dalam saluran pencernaan,” jelasnya.

Saat Anda kalap memakan daging, lambung butuh waktu lebih lama untuk memprosesnya, sehingga makanan tertahan di dalam perut. Inilah alasan utama kenapa biasanya perut terasa penuh, begah, hingga memicu sembelit keesokan harinya.

Apa yang Menyebabkan GERD Kambuh dari Olahan Daging?

Ilustrasi Asam Lambung GERD Kambuh karena Makan Daging

Tak perlu takut makan daging jika Anda memiliki riwayat asam lambung. Menurut dr. Aru, daging bukanlah pemicu langsung GERD. Jika perut kerap terasa tak nyaman usai menyantapnya, penyebab utamanya justru ada pada porsi dan cara pengolahannya.

Makan daging terlalu banyak membuat lambung bekerja ekstra dan memproduksi lebih banyak asam. Perut yang kepenuhan serta tingginya produksi asam ini memicu tekanan, yang pada akhirnya mendorong asam lambung naik ke atas (refluks) dan menimbulkan gejala mirip GERD.

“Jadi mau tak mau, bila kita makan daging lebih banyak, rasa begah, rasa kembung, pencernaan akan lebih berat dalam mengolah daging,” kata dr. Aru. Jika sudah terlalu kalap makan daging, GERD sangat berpotensi kambuh.

Selain itu, seperti apa cara pengolahan daging juga sangat menentukan. Hidangan bersantan, pedas, serta berlemak tinggi seperti rendang dan gulai justru menjadi dalang utama naiknya asam lambung, bukan semata-mata karena konsumsi dagingnya.

Tips Makan Daging tanpa Takut Asam Lambung Naik

Agar momen bersantap tetap nikmat tanpa menyiksa pencernaan, dr. Aru menyarankan beberapa cara cerdas. Langkah paling krusial tentu adalah mengendalikan porsi makan sewajarnya, karena lambung butuh waktu hingga lima jam untuk mencerna daging.

Selanjutnya, kita pastikan juga piring tidak hanya berisi nasi dan daging. Selalu selipkan asupan serat tinggi dari sayuran, acar, atau buah segar. Nah, dr. Aru menerangkan bahwa kehadiran serat sangat membantu usus memproses protein, sehingga perut tak mudah begah dan kembung.

Selain porsi dan serat, pemilihan menu juga tak kalah penting bagi yang memiliki perut sensitif. Alih-alih menyantap hidangan bersantan pekat secara berlebihan, olahan ringan seperti kuah bening atau sate tanpa lemak jauh lebih bersahabat dan meringankan kerja lambung.

Di samping beberapa tips di atas, gangguan lambung juga tak akan membaik tanpa perubahan gaya hidup yang konsisten. Gaya hidup, terlebih yang berkaitan dengan stres, kedisiplinan makan, jadwal tidur, serta menghindari segala penyebab kambuhnya asam.

Selain itu, penderita asam lambung juga bisa membantu menetralkan asam dengan rutin mengonsumsi susu kambing. Susu ini memiliki sifat antasida alami dan bisa memberi efek menenangkan bagi lambung, juga kaya gizi dan mudah dicerna oleh tubuh.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.