Awas, Kena Saraf Kejepit Cuma karena Salah Cara Bawa Tas!

Awas, Kena Saraf Kejepit Cuma karena Salah Cara Bawa Tas!

Tren Work From Cafe (WFC) saat ini tidak hanya menjalar Gen Z dan mahasiswa, tetapi juga pekerja kantoran hingga freelancer. Nah, yang sering luput dari perhatian saat WFC adalah cara menggendong tas bawaan. Salah cara bawa tas, bisa-bisa kena saraf kejepit!

Coba ingat lagi, seberapa berat tas yang Anda gendong? Bobot laptopnya mungkin tak seberapa. Namun, jika dengan barang pendampingnya seperti charger, powerbank, tumpukan buku, hingga botol minum atau tumbler, total beratnya bisa lumayan menyiksa punggung.

Kesalahan Bawa Tas Berisiko Saraf Kejepit

Salah Cara Bawa Tas yang Berisiko Saraf Kejepit

Jika Anda sering menggendong tas dengan beban berat ke mana-mana, lalu mulai merasakan pegal atau nyeri yang menjalar dari leher, turun ke bahu, hingga ke ujung jari tangan, Anda harus mulai berhati-hati.

Jangan anggap remeh, karena keluhan yang muncul pasca salah cara bawa tas tersebut bisa jadi merupakan sinyal awal dari gangguan saraf kejepit. Dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, dr. Victorio, Sp.BS, mengonfirmasi hal ini.

dr. Rio menjelaskan bahwa kondisi saraf kejepit (terutama di area leher dan bahu) memang sangat rentan dialami oleh mereka yang sering membawa tas ransel berat dengan posisi dan cara yang salah.

Kesalahan paling umum yang sering kita lakukan tanpa sadar adalah menyampirkan tas ransel hanya pada satu sisi bahu, entah di kanan saja atau di kiri saja. Kebiasaan ini memaksa satu sisi tubuh bekerja ekstra keras untuk menahan beban, membuat postur tulang miring dan menekan saraf.

Cara Membawa Tas Ransel yang Aman

Cara Menggendong Tas yang Aman untuk Tulang

Untuk mencegah saraf kejepit, solusinya sebenarnya sangat gampang. “Bagaimana membawa tas yang baik? Kalau backpack (ransel), sebenarnya talinya harus dipakai dua-duanya. Jadi harus seimbang antara tali yang kanan dan yang kiri,” jelas dr. Rio.

Dengan mengenakan kedua tali ransel secara bersamaan, beban tas akan terdistribusi merata ke kedua sisi bahu. Hal ini tidak hanya meminimalkan risiko saraf kejepit, tetapi juga menjaga postur tulang belakang tetap tegak dan terhindar dari cedera otot jangka panjang.

Selain membenarkan cara pakainya, pastikan juga Anda rutin menyortir isi tas. Bawalah barang-barang yang memang benar-benar dibutuhkan hari itu. Kurangi beban tas, idealnya berat tas tidak lebih dari sekitar 10-15% berat badan.

Ciri Sakit Pinggang yang Berisiko Saraf Kejepit

Nah, tidak semua gejala pegal-pegal pasca salah bawa tas itu saraf kejepit. Menurut dr. Rio, tak semua keluhan sakit pada pinggang otomatis berarti saraf kejepit. Ada juga kondisi yang bernama axial pain.

Axial pain ini adalah jenis nyeri ringan yang terasa terbatas atau berpusat hanya pada satu area tulang belakang, seperti leher atau punggung bawah saja. Nyeri ini sifatnya lokal dan tidak menjalar ke mana-mana. “Itu biasanya yang sifatnya ringan,” ungkap dr. Rio.

Namun, Anda harus mulai waspada jika rasa nyeri tersebut sudah mulai menjalar ke bagian tubuh lain, misalnya menjalar ke area paha, lutut, hingga telapak kaki. Kondisi ini disebut radicular pain, dan ini merupakan tanda bahaya.

“Kalau pekerja sudah merasakan nyeri pinggang yang menjalar sampai ke kaki, atau radicular pain, itu sudah kita anggap sebagai sesuatu yang red flag (tanda bahaya),” tegas dr. Rio.

Penutup

Perawatan tulang dan sendi dari luar tentu harus terus kita imbangi dengan nutrisi dari dalam. Agar tulang, otot, dan sendi tidak gampang loyo meski aktivitas padat, Anda juga bisa rutin mengonsumsi Susu Kambing Merapi.

Susu bubuk praktis ini diformulasikan khusus untuk menjaga kepadatan tulang serta merawat dan mengatasi kesehatan otot dan persendian. Dengan postur yang baik dan nutrisi tepat dari susu kambing, tubuh bakal lebih fit, leluasa bergerak, dan bebas dari penyakit!

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.