Nyeri, kesemutan, hingga kebas akibat saraf kejepit jelas sangat mengganggu rutinitas. Tak heran, pijat urut sering dipilih sebagai jalan pintas untuk meredakan saraf kejepit. Namun, yang jadi pertanyaan ialah, apakah boleh?
Di Indonesia, pijat urut tradisional memang sangat populer untuk berbagai keluhan nyeri. Terkadang, pijat memang bisa merilekskan otot yang tegang. Namun awas, asal pijat dengan tekanan dan teknik yang salah justru berisiko memperparah saraf kejepit Anda.
Bolehkah Pijat Urut untuk Saraf Kejepit?

Menurut dr. Jephtah Tobing, Sp.OT (K) Spine, selaku Konsultan Tulang Belakang dari Siloam Hospitals Lippo Karawaci, mengandalkan pijat urut tradisional untuk mengatasi masalah tulang belakang sebetulnya bukanlah langkah yang tepat.
Di dunia medis, pijat itu sebetulnya ada, tetapi masuknya ke ranah fisioterapi. Teknik fisioterapi ini sangat terukur dan dilakukan berdasarkan diagnosis dokter. Berbeda dengan pijat urut tradisional yang sering kali memijat secara “buta” tanpa tahu kondisi saraf di dalamnya bagaimana.
“Kalau diurut biasa, kita kan nggak bisa melihat kondisi di dalam tubuh karena tidak ada alat seperti MRI atau rontgen,” jelas dr. Jephtah. Nah, asal memijat tanpa tahu kondisi di dalam tubuh seperti ini sangatlah berisiko.
Itulah kenapa, penanganan medis mewajibkan pasien untuk menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Melalui MRI, dokter dapat melihat struktur tulang dan saraf secara detail. Setelah diagnosisnya pasti, barulah dokter menentukan fisioterapi, spinal adjustment, atau terapi lain.
Pertanda Tubuh Terkena Saraf Kejepit

Yang perlu Anda pahami, masalah saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurut Spesialis Bedah Saraf dari Lamina Hospitals, dr. Faisal M, Sp.BS, kondisi ini biasanya akumulasi dari cedera-cedera kecil yang berulang dari waktu ke waktu.
Nah, karena gejala awalnya sering kali samar dan terabaikan, lantas bagaimana cara membedakan pegal otot biasa dengan masalah tulang belakang yang serius? Berikut adalah perbedaan yang bisa Anda perhatikan!
- Pola Rasa Sakit: Pegal otot biasa akan sembuh setelah istirahat, dipijat, atau minum obat. Sebaliknya, nyeri akibat masalah saraf bersifat hilang dan timbul secara berulang. Bisa sempat mereda, lalu kambuh lagi saat beraktivitas.
- Intensitas Nyeri: Rasa nyeri pada cedera saraf jauh lebih intens dan sangat mengganggu kenyamanan gerak.
- Rasa Sakit yang Menjalar: Kalau nyeri di pinggang sudah mulai menjalar ke area pantat, paha, hingga betis, maka harus waspada.
- Kebas dan Kesemutan: Sensasi mati rasa atau kesemutan yang menjalar di area kaki juga menjadi sinyal adanya saraf yang tertekan.
Jika tanda-tanda tersebut sudah muncul, dr. Faisal juga mengingatkan untuk tak menunda, apalagi menebak-nebak kondisi sendiri. Segera lakukan pemeriksaaan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat sasaran.
Nah, perawatan tulang dan sendi dari luar tentu harus terus kita imbangi dengan nutrisi dari dalam. Supaya tulang, otot, dan sendi tidak gampang loyo meski aktivitas padat, kita juga bisa rutin mengonsumsi Susu Kambing Merapi.
Susu bubuk praktis ini diformulasikan khusus untuk menjaga kepadatan tulang serta merawat dan mengatasi kesehatan otot dan persendian. Dengan postur yang baik dan nutrisi tepat dari susu kambing, tubuh bakal lebih fit, leluasa bergerak, dan bebas dari penyakit!

