Minum obat pereda nyeri memang solusi paling instan saat nyeri pegal linu menyerang. Hanya saja, kebiasaan yang terkesan praktis ini ternyata menyimpan bahaya terselubung jika dilakukan terus-menerus tanpa pengawasan dokter.
Ketua Umum Pengurus Besar dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI), dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi pereda nyeri sembarangan bisa berisiko besar merusak ginjal.
“Itu banyak di sini, ibuprofen, piroxicam. Nah, itu kalau minum dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan ginjal,” jelas dr. Pringgo melansir dari laman detikHealth, Rabu (9/9/2026). Ragam jenis obat nyeri ini, sangat mudah kita temui di warung-warung.
Mayoritas obat pereda nyeri di pasaran tergolong sebagai NSAID (Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs). Obat ini memang ampuh meredakan nyeri, demam, hingga radang. Namun, jika konsumsinya sembarangan, dalam jangka panjang efek sampingnya cukup berisiko.
Daftar Isi
Efek Samping Rutin Minum Obat Nyeri

Mengutip dari Cleveland Clinic, konsumsi obat golongan NSAID (seperti ibuprofen) dalam jangka panjang tanpa resep dokter bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Nah, ginjal adalah organ yang paling rentan mengalami kerusakan akibat kebiasaan ini.
Selain ginjal, risiko kesehatan lain dari penggunaan NSAID yang berlebihan juga bisa memicu masalah pencernaan ringan, tekanan darah tinggi dan kadar natrium rendah, risiko serangan jantung dan gagal jantung, serta toksisitas hati hingga stroke.
Sebagai gambaran betapa seriusnya hal ini, perkiraan di Amerika Serikat, penggunaan NSAID yang berlebihan berkontribusi pada lebih dari 100.000 kasus rawat inap dan 16.000 kematian setiap tahunnya.
Alternatif Mengatasi Nyeri di Rumah
Bagi yang aktivitasnya padat, pegal linu tentu sudah menjadi makanan sehari-hari. Nah, ketimbang dikit-dikit minum obat nyeri, mending coba cara alternatif di rumah berikut ini sebagai pertolongan pertama.
1. Kompres Dingin atau Mandi Hangat
Kompres dingin adalah cara tercepat meredakan otot yang bengkak atau meradang. Namun, jangan tempelkan es batu langsung ke kulit. Balut es dengan handuk atau waslap bersih terlebih dahulu, lalu kompres secara perlahan.
Di sisi lain, kalau otot dan sendi kita terasa sangat kaku, kita bisa mencoba mandi air hangat sepulang beraktivitas. Suhu hangat sangat efektif untuk merelaksasi otot-otot yang menegang.
2. Hindari Aktivitas Berat Dulu
Beri tubuh waktu untuk istirahat. Kurangi dulu aktivitas berat seperti angkat beban atau sering naik-turun tangga. Agar otot tak semakin kaku, kita dapat menggantinya dengan jalan santai atau peregangan ringan saja.
3. Pijat Relaksasi
Pijat kerap menjadi andalan untuk meredakan nyeri setelah beraktivitas. Pijatan yang tepat ampuh mengendurkan otot dan mengurangi rasa sakit. Namun, pastikan memilih terapis pijat yang berpengalaman agar hasilnya aman dan maksimal.
4. Rutin Minum Susu Kambing Merapi
Sebagai perawatan dari dalam agar nyeri tak mudah kambuh, coba rutin mengonsumsi Susu Kambing Merapi. Susu ini kaya kalsium untuk menjaga kekuatan tulang, tinggi protein untuk regenerasi otot, serta ampuh meredakan nyeri sendi.
Nilai plus-nya lagi, susu kambing etawa jauh lebih ramah di perut dan lebih mudah dicerna dibanding susu sapi. Sangat cocok dan aman dikonsumsi rutin untuk menemani rutinitas harian agar tubuh tetap fit dan bebas pegal.

