Asam Lambung Tidak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

Ketahui Pertolongan Pertama saat Asam Lambung Naik

Asam lambung adalah gangguan kesehatan yang cukup umum, tetapi sangat meresahkan. Gejala panas di dada, mual, hingga kembung bisa datang dan pergi kapan saja. Anda mungkin penasaran, kenapa asam lambung tidak kunjung sembuh juga?

Penyebab asam lambung yang membandel atau kronis biasanya tidak hanya satu faktor saja. Ketimbang menyalahkan makanan pedas semata, kita perlu melihat gambaran yang lebih besar, utamanya kondisi di dalam lambung dan pola hidup kita.

Memahami Akar Masalah Asam Lambung

Ilustrasi Asam Lambung

Sebagai informasi dasar, asam lambung adalah cairan alami yang wajib ada di sistem pencernaan. Fungsinya cukup vital, yaitu membantu mencerna makanan dan membunuh kuman yang masuk bersama makanan.

Seperti penjelasan dr. Aru Ariadno, Sp.PD, KGEH, dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Brawijaya Depok, ia menyebut asam lambung itu normal. Masalahnya muncul ketika produksi cairan ini berlebihan (hipersekresi) atau ketika dinding lambung mengalami gangguan.

“Asam lambung adalah sesuatu yang normal. Tubuh kita memerlukan asam lambung untuk mencerna makanan. Jadi, kalau orang bilang sakit asam lambung, kemungkinan sakit akibat kelebihan asam lambung,” ujar dr. Aru melansir dari laman detikHealth.

Lebih lanjut lagi, dr. Aru juga menjelaskan bahwa masalah dinding lambung juga bisa menyebabkan gangguan, “Atau kondisi di mana asam lambung mengganggu dinding lambung yang kemudian menyebabkan gangguan, seperti maag dan segala macam.”

Gangguan yang paling umum dirasakan adalah sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, kembung, dan sering bersendawa, yang merupakan gejala dari Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan maag (gastritis).

Penyebab Asam Lambung Sering Kambuh

Sebelum beranjak membahas penyebab kronisnya, penting untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang sering memicu kekambuhan. Menurut halaman kesehatan WebMD, ada beberapa penyebab yang membuat asam lambung sering kambuh.

  • Pola makan yang buruk, sering mengonsumsi makanan yang sangat pedas, berlemak tinggi, minuman bersoda, atau terlalu banyak kopi dan cokelat. Semua makanan-makanan tersebut, mampu memicu kekambuhan.
  • Gaya hidup yang buruk, seperti kebiasaan merokok, kurang olahraga, dan makan terlalu banyak atau terlalu cepat sebelum tidur. Hal ini dapat melemahkan katup lambung dan memperlambat metabolisme.
  • Selain pola makan dan gaya hidup, kondisi-kondisi seperti kehamilan, obesitas (kelebihan berat badan), dan penggunaan beberapa jenis obat-obatan tertentu juga bisa memicu kambuhnya asam lambung.

Penyebab Asam Lambung Tidak Kunjung Sembuh

Mengapa masalah asam lambung bisa berlarut-larut dan tidak kunjung sembuh? Ternyata, menurut dr. Aru Ariadno, kuncinya terletak pada keadaan di dinding lambung dan kondisi psikis kita. Lalu, bagaimana penjelasannya?

1. Kerusakan Dinding Lambung

Ulkus Lambung Membuat Asam Lambung Tidak Kunjung Sembuh

Asam lambung tercipta dengan sifat sangat korosif (asam), sesuai fungsinya sebagai pemecah makanan. Namun, dinding lambung tubuh kita, punya lapisan pelindung yang kuat, sehingga normalnya tidak akan menjadi masalah.

dr. Aru menjelaskan bahwa selama dinding lambung dalam kondisi sehat dan tanpa kelainan, kita tidak akan merasakan nyeri. Namun, semua dapat berubah jika terjadi kerusakan pada dinding tersebut.

“Bila dinding lambung ada kelainan seperti erosi (luka dangkal) atau ulkus (luka dalam), maka sifat asam itu akan mengiritasi bagian yang luka itu. Itu menyebabkan rasa nyeri,” ujar dr. Aru. Ini juga menjadi alasan kenapa asam lambung tidak kunjung sembuh.

Proses pencernaan membuat tingkat keasaman (pH) cairan di lambung turun di bawah 4. Sifat asam ini terus-menerus mengiritasi luka (erosi/ulkus) di dinding lambung, yang bisa sangat menghambat proses perbaikan sel.

Selama luka tersebut terus terpapar asam, proses penyembuhan akan menjadi lebih lama. Pengobatan harus fokus pada mengurangi keasaman dan melindungi dinding lambung, dan ini memerlukan waktu dan konsistensi terapi yang lama.

2. Stres dan Kecemasan

Stres Salah Satu Penyebab Asam Lambung

Ini adalah faktor yang paling sering kita abaikan. Lantaran, hubungan antara otak dan sistem pencernaan (sumbu otak-usus) ternyata sangat erat. dr. Aru menjelaskan bahwa kondisi psikis juga berperan besar dalam memperburuk kondisi lambung.

“Selain itu, pada kondisi-kondisi psikis juga akan menyebabkan pengeluaran asam lambung di luar saat makan. Ini yang menyulitkan perbaikan dari dinding lambung,” ujar dr. Aru. Hubungannya, stres, cemas, dan tekanan, bisa berpengaruh pada sistem saraf.

Sistem ini, melalui saraf vagus, secara langsung memberi sinyal pada lambung untuk meningkatkan sekresi asam meskipun tidak ada makanan yang perlu dicerna. Asam lambung yang keluar tanpa ada bantalan makanan inilah yang akhirnya mengiritasi dinding lambung yang sudah terluka.

3. Pola Hidup yang Kontra

Rokok

Kita mungkin sudah mengonsumsi obat dari dokter, tetapi jika pola hidup yang memicu masalah masih dijalankan, proses penyembuhan akan sia-sia. Misalnya saja, kita rutin meminum obat, tetapi di sisi lain tetap merokok atau mengonsumsi kafein berlebihan. Hal ini kontradiktif.

Penutup

Jika asam lambung tidak kunjung sembuh, mungkin saja ada hal yang masih perlu kita benahi. Pengobatan asam lambung, biasanya berfokus pada netralisasi cairan asam dengan obat, sekaligus mengatasi radang dan luka pada dinding.

Di samping pengobatan medis, proses penyembuhan juga tidak akan maksimal tanpa perubahan gaya hidup yang konsisten. Gaya hidup, terutama yang berkaitan dengan stres, kedisiplinan makan, jadwal tidur, serta menghindari segala penyebab kambuhnya asam.

Selain itu, penderita asam lambung juga bisa membantu menetralkan asam dengan rutin mengonsumsi susu kambing. Susu ini memiliki sifat antasida dan bisa memberi efek menenangkan bagi lambung, juga kaya gizi dan mudah dicerna oleh tubuh.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.