Begini Efek Lama Tidak Berolahraga pada Tubuh dan Otot

Begini Efek Lama Tidak Berolahraga pada Tubuh dan Otot

Saat rutin olahraga, kita mungkin merasa tubuh begitu bugar, ringan, dan berenergi. Stamina dan mobilitas seperti berada di puncaknya. Sebaliknya, setelah lama tidak berolahraga, ternyata berbagai efek negatif mulai menyerang tubuh dan otot.

Kesibukan pekerjaan, cedera, atau rasa malas memang terkadang bisa bikin rutinitas olahraga terhenti. Yang awalnya hanya berniat istirahat selama satu-dua minggu, malah justru kebablasan. Sayangnya, meninggalkan olahraga bukanlah tanpa risiko.

Efek Lama Tidak Berolahraga pada Tubuh

Saat kita berhenti berolahraga secara total (atau istilahnya detraining), tubuh akan mengalami serangkaian kemunduran fisiologis yang mengejutkan. Nah, berikut adalah apa saja yang terjadi pada tubuh kita saat berhenti berolahraga.

1. Naiknya Tekanan Darah

Efek Lama Tidak Berolahraga, Tekanan Darah Naik

Lonjakan tekanan darah menjadi salah satu efek yang paling cepat terjadi setelah lama tidak berolahraga. Rutin berolahraga, bikin pembuluh darah kita elastis, sehingga mampu bekerja cukup baik untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Namun, melansir dari Hello Sehat, menurut Linda Pescatello, Ph.D., dari University of Connecticut, pembuluh darah akan beradaptasi lagi terhadap aliran darah yang melambat hanya dalam waktu dua minggu setelah berhenti berolahraga.

Akibatnya, arteri dan vena menjadi lebih kaku. Hanya dalam waktu sebulan tanpa olahraga, tekanan darah bisa kembali ke tititik awal, sebelum kita mulai rutin berolahraga. Jika tidak diimbangi dengan pola makan yang baik, risiko hipertensi bisa meningkat.

2. Gula Darah Tidak Terkontrol

Cek Gula Darah

Otot adalah konsumen terbesar yang menyerap asupan glukosa (gula darah) dalam tubuh. Saat tubuh rutin bergerak, otot menyerap gula dari darah untuk dijadikan energi. Namun, saat kita berhenti, sensitivitas insulin akan menurun drastis.

Dr. James Thyfault dari University of Missouri menjelaskan bahwa otot dan jaringan tubuh menjadi malas menyerap gula. Akibatnya, kadar gula darah melonjak, bahkan hanya dalam 5 hari setelah tubuh tidak aktif.

Bagi siapa saja, termasuk orang yang sehat sekalipun, ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Namun, untungnya, cukup satu minggu berolahraga kembali, biasanya mampu menormalkan kadar gula darah kembali.

3. Penyusutan Massa Otot

Mungkin kita terlihat masih sehat secara kasat mata. Namun, ahli fisiologi akan melabeli kondisi ini sebagai dekondisi. Inilah fase dimulainya atrofi otot, atau penyusutan massa dan kekuatan otot.

Mengutip dari Hello Sehat, Dr. Harry Pino menyatakan bahwa dalam 10-28 hari, serat otot akan mulai mengecil. Kita akan kehilangan kekuatan, daya ledak (power), kelincahan, hingga koordinasi tubuh.

Bagian yang paling cepat terdampak biasanya adalah otot besar seperti paha depan dan bisep. Semakin bertambah usia kita, proses penyusutan ini akan terjadi semakin cepat. Jadi, jangan heran jika kekuatan otot juga turut berkurang.

4. Stamina Menurun Drastis

Stamina Menurun

Efek ketika lama tidak berolahraga lainnya yang cukup terasa adalah menurunnya stamina secara drastis. Ini bisa kita lihat pada hal-hal sederhana, misalnya kita dulu kuat berlari 5 kilometer saat rutin olahraga, tetapi sekarang justru ngos-ngosan saat mengejar bus.

Contoh simpel tersebut, adalah tanda penurunan VO2 max (kemampuan tubuh menggunakan oksigen). Molly Galbraith, seorang ahli kekuatan dan kondisi, menyebutkan bahwa kehilangan ketahanan fisik biasanya terjadi setelah dua hingga tiga minggu tubuh tidak aktif.

Sebuah studi dari University of Murcia pada atlet kayak kelas dunia bahkan menunjukkan bahwa penghentian latihan dalam jangka pendek sekalipun langsung berdampak pada penurunan performa otot dan daya tahan.

5. Mood Tidak Sebagus Sebelumnya

Olahraga bukan hanya soal kesehatan fisik saja, tetapi juga kesehatan mental. Ketika berolahraga, otak memproduksi endorfin dan dopamin yang membuat suasana hati menjadi baik. Tak heran, orang berolahraga, biasanya merasa bahagia.

Studi dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity membuktikan bahwa hanya dua minggu setelah berhenti olahraga, seseorang cenderung menjadi lebih mudah lelah, mudah marah, dan rentan stres.

6. Metabolisme Tubuh Melambat

Ilustrasi Menjaga Berat Badan

Ini adalah efek domino yang paling dikhawatirkan banyak orang. Saat massa otot menyusut (poin nomor 3), metabolisme tubuh ikut melambat. Otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, bahkan saat diam.

Paul Arciero, D.P.E., dari Skidmore College menjelaskan bahwa dalam waktu satu minggu, potensi pembakaran lemak tubuh menurun. Artinya, lama tidak berolahraga, secara tidak langsung akan membuat berat badan bertambah.

Sebuah studi dalam Journal of Strength & Conditioning Research menunjukkan bahwa perenang yang berhenti latihan selama 5 minggu mengalami kenaikan massa lemak hingga 12%. Makanan yang biasanya terbakar menjadi energi, kini menumpuk menjadi cadangan lemak.

Nah, untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung aktivitas olahraga, kita bisa rutin meminum Susu Kambing Merapi. Susu kambing memiliki kalsium, protein, dan multi-vitamin yang baik untuk menjaga metabolisme dan organ gerak kita. Tertarik mencoba?

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.