Risiko cedera selalu mengintai kita saat olahraga. Entah karena salah pijak, terlalu semangat, atau kurang pemanasan, cedera seperti keseleo, terkilir, atau otot tertarik bisa terjadi kapan saja. Nah, salah satu pertolongan pertama untuk mengatasi cedera adalah kompres.
Namun, meski terlihat sepele, kenyataannya masih banyak orang yang salah ketika melakukan kompres dingin. Bukannya sembuh lebih cepat, justru hal itu bisa bikin cedera makin parah. Agar tidak salah lagi, berikut adalah cara kompres yang benar untuk mengatasi cedera!
Daftar Isi
Kenapa Kompres Dingin Ampuh untuk Mengatasi Cedera?

Saat tubuh mengalami benturan atau tarikan otot yang berlebihan, jaringan di sekitar area tersebut akan mengalami peradangan. Itulah kenapa, akan timbul bengkak, rasa nyeri, dan kadang memar. Pada saat itulah, kompres dingin berperan penting.
Suhu dingin dari es bisa membantu menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriksi), sehingga aliran darah ke area cedera berkurang. Kompres dingin juga bisa menghambat peradangannya. Dengan kompres, zat-zat kimia penyebab kompres akan sulit mencapai jaringan yang cedera.
Begitu juga sensasi dingin dari es, ini bisa menumpulkan sensasi nyeri dari saraf untuk sementara waktu. Dan jika kita melakukan kompres sesegera mungkin setelah cedera (24-48 jam), ini bisa mencegah bengkak semakin parah.
Tak heran, kompres dingin adalah salah satu dari empat pertolongan pertama yang direkomendasikan ahli untuk mengatasi cedera. Benar, saat atlet cedera, tim medis biasanya akan menyarankan pertolongan pertama yang istilahnya RICE.
- R (Rest), alias mengistirahatkan bagian cedera.
- I (Ice), atau melakukan kompres dingin.
- C (Compression), alias membalutnya dengan perban.
- E (Elevation), meninggikan bagian cedera agar darah lancar.
Kesalahan Umum saat Melakukan Kompres Dingin pada Cedera
Nah, kembali ke pokok pembahasan cara kompres yang benar untuk mengatasi cedera. Karena meskipun terlihat mudah, kenyataannya banyak yang masih salah dalam menerapkan kompres es. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya kita hindari.
1. Menempelkan Es Langsung ke Kulit

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Menempelkan es langsung ke kulit tanpa pelindung, bisa menyebabkan frostbite (radang beku) yang justru akan semakin memperparah luka. Menempelkan es bukanlah cara kompres yang benar.
Solusinya, melansir dari Senaraikel, balut es dengan kain tipis seperti waslap atau handuk kecil sebelum ditempelkan ke kulit. Bisa juga dengan cara merendam handuk dalam air es, peras, lalu tempelkan ke area yang mengalami cedera. Mudah bukan?
2. Terlalu Lama Mengompres
Banyak yang berpikir, semakin lama dikompres, semakin cepat sembuh. Ini juga analogi yang salah. Padahal, paparan dingin terlalu lama justru bisa merusak jaringan kulit dan yang ada justru malah memperlambat proses pemulihan.
Idealnya, kompres dilakukan selama 10-15 menit setiap kali, dan bisa diulangi 3 kali sehari. Berikan jeda 10-30 menit sebelum mengompres lagi agar sirkulasi darah ke area cedera bisa kembali normal.
3. Beraktivitas saat Cedera

Kompres dingin hanya membantu meredakan gejala awalnya saja, ia tidak langsung menyembuhkan. Maka, jika kitaa memaksa melanjutkan aktivitas (misalnya langsung jogging atau main futsal lagi), risiko cedera berulang akan semakin tinggi.
Sebisa mungkin, istirahatkan area yang cedera selama minimal 24 jam, bahkan lebih lama jika masih terasa nyeri atau bengkak. Lalu, jika setelah itu belum ada tanda-tanda kesembuhan, sebaiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.
Cara Kompres Dingin pada Area Cedera yang Tepat dan Aman
Kompres lebih baik untuk kita lakukan segera setelah terjadi cedera, sebagai pertolongan pertama agar tidak semakin parah. Supaya hasilnya optimal dan aman, ikuti langkah-langkah berikut saat melakukan kompres dingin.
- Segera setelah cedera, hentikan aktivitas dan dudukkan atau baringkan diri dengan posisi nyaman.
- Siapkan kantung es atau handuk dingin (balut es batu dengan kain tipis).
- Tempelkan pada area yang cedera selama 10-15 menit.
- Lepas kompres dan biarkan kulit beristirahat sekitar 15-30 menit sebelum mengulanginya.
- Jika tersedia, balut dengan perban elastis agar tekanan ringan bisa membantu mengurangi bengkak.
- Letakkan bagian tubuh yang cedera lebih tinggi dari posisi jantung, misalnya dengan menumpuk bantal di bawah kaki.
Namun ingat, tujuan utama kompres dingin adalah mengurangi bengkak dan nyeri awal, ia tidak bisa menyembuhkan secara penuh. Untuk membantu pemulihan cedera, kita juga bisa mengasupi tubuh dengan kalsium dan protein yang tinggi dari susu kambing.

