Gejala-gejala semacam gampang lelah, kaki gampang kram, dan sejenisnya kerap kali menyerang ibu hamil. Nah, sebaiknya, kita tidak mengabaikan tanda-tanda ini begitu saja. Karena bisa jadi, ini adalah salah satu ciri dari kekurangan kalsium pada ibu hamil.
Selama masa kehamilan, tubuh seorang ibu akan bekerja dua kali lebih keras. Kebutuhan kalsium harian pun otomatis meningkat cukup banyak. Jika wanita dewasa umumnya butuh sekitar 1.000 mg kalsium, saat hamil kebutuhan ini meningkat menjadi 1.200 mg per hari.
Mengapa hal ini penting? Karena, ketika asupan dari makanan kurang, janin akan mengambil cadangan kalsium dari tulang ibunya demi pertumbuhan mereka. Akibatnya, kesehatan si ibu lah yang akan menjadi taruhannya.
Daftar Isi
Ciri-Ciri Ibu Hamil Kekurangan Kalsium
![]()
Kekurangan kalsium, atau istilah medisnya bernama hipokalsemia, biasanya datang tanpa gejala yang jelas. Hanya saja, seiring usia kehamilannya bertambah dan kebutuhan janin yang semakin besar, tubuh biasanya akan mulai bereaksi.
- Kejang otot.
- Mati rasa dan kesemutan pada kaki, tangan, hingga wajah.
- Gangguan kognitif, seperti kebingungan dan sulit konsentrasi.
- Halusinasi.
- Kram otot.
- Kuku lemah dan rapuh.
- Mudah lelah.
- Peningkatan detak jantung.
- Rambut lebih rapuh.
- Gigi ibu hamil mudah rusak.
Kram dan nyeri adalah keluhan yang paling umum terjadi. Kalsium punya peran yang penting dalam membantu otot berkontraksi. Kekurangan mineral ini, umumnya menyebabkan otot menjadi kaku. Saat terjadi, ibu hamil bisa saja mengalami kram dadakan, terutama di betis pada malam hari.
Selain itu, coba perhatikan kuku, rambut, dan gigi, apakah ada perubahan? Jika kuku menjadi gampang rapuh dan mudah patah, atau rambut rontok lebih banyak ketimbang biasanya, ini bisa menjadi ciri-ciri kekurangan kalsium pada ibu hamil.
Begitu juga, rasa lelah yang amat sangat dan tidak hilang meski sudah beristirahat cukup, juga bisa menjadi tanda bahwa sel-sel tubuh kekurangan energi dan mineral, termasuk salah satunya kalsium.
Kenapa Ibu Hamil Rentan Kekurangan Kalsium?

Prinsip utamanya sangat simpel, bayi adalah prioritas utama bagi tubuh ibu hamil. Janin butuh kalsium untuk membentuk tulang, gigi, jantung, saraf, dan ototnya. Jika makanan harian masih kurang, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang untuk diberikan ke bayi.
Mengutip dari laman Hello Sehat, hal inilah yang kerap menimbulkan beragam tanda-tanda. Karena jika terus dibiarkan, ibu akan kekurangan kalsium dan merasakan berbagai gejalanya. Di samping itu, ada juga hal lain yang bisa memperparah kondisi ini, apa saja?
- Kekurangan vitamin D, tanpa vitamin D yang cukup, tubuh tidak bisa memanfaatkan kalsium dengan optimal.
- Konsumsi kafein berlebihan, karena kafein bisa mengurangi kemampuan tubuh menyerap kalsium.
- Pola makan tidak seimbang, misalnya asupan makanan yang rendah protein, minim sayur, dan lainnya.
- Riwayat kekurangan kalsium sebelum hamil. Sebagian wanita tak sadar bahwa kalsiumnya sudah rendah sejak lama.
Jika dibiarkan hingga masa persalinan, dampaknya bisa serius. Ibu berisiko mengalami osteoporosis di masa mendatang, serta meningkatkan risiko hipertensi dan preeklampsia. Sementara bagi janin, kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan tulang mereka.
Tips Memenuhi Kebutuhan Kalsium Ibu Hamil
Untungnya, ibu hamil bisa memenuhi kebutuhan kalsium dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Jika ibu hamil mulai merasakan gejala, cobalah langkah-langkah berikut untuk memperbaiki kondisinya.
1. Konsumsi Suplemen Kalsium
World Health Organization (WHO) sendiri menyarankan konsumsi suplemen kalsium untuk mengurangi risiko preeklampsia. Dosis suplemen bagi ibu hamil biasanya berkisar antara 1,5 gram hingga 2 gram per hari, namun harus sesuai anjuran dokter.
Nah, bagi ibu hamil, suplemen kalsium sebaiknya diminum terpisah dari suplemen zat besi, karena keduanya dapat saling menghambat penyerapan. Dan untuk meminimalisir risiko mual, suplemen bisa diminum bersama makanan.
2. Berjemur Matahari Pagi
Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium juga tidak bisa bekerja secara optimal. Cara termudah meningkatkan vitamin D adalah dengan berjemur selama 10-20 menit sebelum jam 10 pagi. Ibu hamil bisa melakukannya secara konsisten 2-3 kali seminggu.
Jika perlu, gunakanlah sunscreen untuk melindungi kulit dari risiko sunburn, terutama bagi ibu hamil yang lebih sensitif. Di waktu ini, sinar UVB sedang tinggi-tingginya, sebaiknya tidak berjemur dengan durasi melebihi yang direkomendasikan.
3. Perbaiki Pola Makan
Sumber kalsium terbaik tetap berasal dari makanan alami. Ibu hamil bisa memvariasikan pola makan sehari-hari dengan asupan kaya kalsium, seperti susu, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, hingga air putih bermineral.
Susu kambing juga bisa menjadi pilihan bagi ibu hamil. Laktosanya lebih rendah, susu kambing lebih mudah dicerna. Susu kambing juga kaya dengan kalsium dan protein, lebih banyak ketimbang susu sapi. Ia juga memiliki antibodi alami yang mendukung kesehatan ibu dan bayi.

