Daftar Rekomendasi Makanan agar Patah Tulang Cepat Sembuh

Daftar Rekomendasi Makanan agar Patah Tulang Cepat Sembuh

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus. Tidak hanya dari sisi medis, semisal pemasangan gips, pen, atau operasi, tetapi juga dari sisi nutrisi. Asupan makanan saat pemulihan, juga punya peran penting supaya patah tulang cepat sembuh.

Makanan yang dikonsumsi selama masa pemulihan, memainkan peran penting dalam membangun kembali jaringan tulang yang rusak, mempercepat penyembuhan, serta mencegah komplikasi yang serius pascaoperasi.

Nah, pemilihan makanan yang tepat bukan hanya mendukung pertumbuhan tulang baru saja, tapi juga untuk membantu memperkuat sistem imunitas tubuh, mengurangi radang, dan menjaga kestabilan metabolisme selama masa istirahat yang mana membuat tubuh kurang aktif.

Seberapa Penting Asupan Nutrisi dalam Pemulihan Patah Tulang?

Tulang bukanlah struktur mati seperti beton, melainkan jaringan hidup yang terus-menerus akan mengalami proses regenerasi. Termasuk saat patah, ia akan secara otomatis memperbaiki diri dengan asupan nutrisi yang ada.

Setelah mengalami patah tulang, tubuh akan membentuk hematoma di sekitar area yang terluka, kemudian pembentukan jaringan lunak dan akhirnya jaringan tulang keras yang bernama kalus.

Proses ini bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, tergantung pada usia, kondisi kesehatan, jenis tulang yang patah, dan tentu saja, ketersediaan asupan nutrisi di dalam tubuh.

Jenis Makanan yang Bisa Membantu Pemulihan Patah Tulang

Kekurangan zat gizi tertentu dapat menghambat seluruh proses tersebut. Sementara konsumsi makanan yang tepat, dapat menjadi bahan bangunan penting untuk tulang yang baru. Berikut ini, daftar makanan yang disarankan agar patah tulang cepat sembuh.

1. Protein

Protein dalam Daging, Rekomendasi Makanan untuk Pemulihan Patah Tulang

Melansir dari Orthogate, sekitar 55% struktur tulang manusia tersusun dari protein kolagen. Protein dibutuhkan tubuh untuk membangun jaringan baru, termasuk kalus tulang, serta memperbaiki jaringan lunak di sekitar area yang rusak.

Rekomendasi Makanan

  • Daging sapi dan ayam (tanpa lemak).
  • Telur (khususnya bagian putihnya).
  • Ikan laut (juga kaya omega-3).
  • Kacang-kacangan dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe.

Untuk mendukung penyembuhan optimal, kita disarankan mengonsumsi 1-1,2 gram protein per kilogram berat badan per hari. Jika kita sedang dalam proses penyembuhan dan memiliki berat badan 60 kg, maka kebutuhan protein hariannya adalah sekitar 60-72 gram.

Di sisi lain, melansir dari Hello Sehat, kekurangan protein justru bisa menyebabkan penurunan hormon pembentuk tulang. Pada akhirnya, hal tersebut akan memperlambat pemulihan pasca patah tulang.

2. Vitamin D

Ikan Sarden Sumber Vitamin D

Vitamin D bertugas meningkatkan penyerapan kalsium di dalam usus. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium dari makanan tidak akan terserap secara maksimal, sekalipun jumlahnya cukup atau bahkan melebihi.

Rekomendasi Makanan

  • Ikan salmon.
  • Ikan sarden.
  • Ikan tuna.
  • Minyak hati ikan kod.
  • Ikan laut lainnya.

Selain ikan laut, sinar matahari pagi (sekitar pukul 07.00-09.00) selama 15-20 menit per hari juga bisa membantu tubuh dalam memproduksi vitamin D secara alami. Namun, hindari penggunaan tabir surya atau sunscreen saat berjemur agar penyerapannya maksimal.

3. Zat Besi dan Magnesium

Bayam Sumber Zat Besi

Makanan rekomendasi bagi penderita patah tulang selanjutnya adalah zat besi dan magnesium. Zat besi dapat membantu pembentukan kolagen dan mendukung aktivitas enzim pembentuk tulang. Sementara magnesium, dapat membantu mengaktifkan vitamin D dalam tubuh.

Rekomendasi Makanan

  • Sayur hijau, seperti bayam, brokoli, kale.
  • Biji labu, biji bunga matahari.
  • Edamame atau kedelai rebus.
  • Kacang merah dan hitam.

Selain baik untuk pemulihan tulang, sayuran adalah asupan yang memiliki serat tinggi. Sayur adalah makanan yang baik untuk dikonsumsi siapa pun, tak terkecuali bagi penderita patah tulang.

4. Vitamin C

Parutan Kulit Lemon

Melansir dari Hello Sehat, vitamin C bisa mendukung sintesis kolagen, protein penting dalam struktur tulang dan jaringan ikat. Juga membantu proses penyembuhan luka pasca operasi atau pasca pemasangan pen.

Jika tubuh kekurangan vitamin C, proses regenerasi jaringan bisa melambat, dan luka di sekitar area patah tulang akan lebih lama sembuh. Untuk itu, beberapa buah-buahan dengan vitamin C, cocok menjadi makanan bagi penderita patah tulang.

Rekomendasi Makanan

  • Jeruk, lemon, dan limau.
  • Kiwi.
  • Stroberi.
  • Pepaya.
  • Jambu biji.

5. Zinc dan Vitamin K2

Tempe, Sumber Probiotik yang Murah

Selain itu, penderita patah tulang juga perlu menambah asupan zinc dan vitamin K2. Zinc mampu membantu pembentukan jaringan tulang baru dan mempercepat penyembuhan luka. Sementara vitamin K2, bekerja sama dengan kalsium dan vitamin D dalam proses mineralisasi tulang.

Rekomendasi Makanan

  • Kuning telur.
  • Tempe, tahu, dan natto (produk fermentasi kedelai).
  • Daging merah.
  • Biji labu dan kacang mete.

6. Kalsium

Rekomendasi makanan terakhir untuk penderita patah tulang adalah kalsium. Kalsium adalah mineral utama yang menjadi penyusun tulang. Setelah terjadi patah tulang, tubuh akan membutuhkan lebih banyak kalsium untuk membangun tulang baru.

Asupan tinggi kalsium yang bisa menjadi pilihan, di antaranya adalah susu kambing. Keunggulan susu kambing adalah kadar kalsium dan fosfor yang lebih tinggi dibanding susu sapi. Molekul protein dan lemaknya yang kecil juga membuat susu kambing lebih mudah diserap tubuh.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Makanan yang Harus Dihindari Selama Pemulihan Patah Tulang

Agar proses pemulihan lebih cepat dan optimal, kita juga perlu menghindari beberapa makanan atau minuman tertentu yang justru bisa menghambat pembentukan tulang baru atau mengganggu penyerapan nutrisi penting.

  • Alkohol, karena dapat menurunkan kepadatan tulang, mengganggu fungsi hati dalam memetabolisme vitamin D, hingga menurunkan aktivitas osteoblas (sel pembentuk tulang).
  • Kafein berlebih, seperti kopi dan teh, karena dapat menghambat penyerapan kalsium dan meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urin. Jika tetap ingin meminumnya, batasi maksimal 1-2 cangkir per hari dan tambahkan susu sebagai kompensasi kalsium.
  • Makanan yang tinggi garam, karena dapat meningkatkan ekskresi kalsium. Makanan tinggi garam, umumnya terdapat di makanan instan, fast food, dan makanan kalengan.
  • Makanan instan dan ultra-processed, jenis makanan ini termasuk rendah nutrisi (vitamin dan mineral), serta justru kaya akan lemak trans dan gula tambahan yang bisa memicu radang kronis.
Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.