Bagi sebagian orang, aroma kopi yang khas dan hangat seolah jadi penyemangat saat memulai hari. Nah, kebiasaan ngopi di pagi hari ini, terkadang terbawa hingga bulan Ramadan tiba. Padahal, tahukah kalian jika minum kopi saat sahur tidak dianjurkan?
Saat mata masih berat karena harus bangun dini hari untuk sahur, kopi rasanya jadi minuman yang cocok bikin mata melek. Namun, usut punya usut, minum kopi saat sahur ternyata justru bikin puasa menjadi semakin berat. Kenapa begitu, ya?
Daftar Isi
Kenapa Tak Boleh Minum Kopi saat Sahur?
Meski sedap dan bikin semangat, para ahli kesehatan sama sekali tidak menganjurkan minum kopi ketika sahur. Terlebih, jika ingin menjalani puasa dengan nyaman, kopi adalah minuman yang justru perlu kita hindari.
1. Kopi Bisa Menguras Cairan Tubuh

Kopi secara alami punya sifat bernama diuretik. Simpelnya, zat ini memicu ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan dari tubuh melalui urine. Jika kita minum kopi di saat sahur, frekuensi buang air kecil di pagi hari kemungkinan besar akan meningkat.
Yang menjadi masalah adalah, saat puasa kita tidak bisa minum untuk mengganti cairan yang keluar itu. Akibatnya, cadangan cairan di tubuh menipis drastis sejak di pagi hari. Siangnya, kita lebih cepat haus, tenggorokan kering, dan berisiko mengalami dehidrasi.
2. Bahaya Asam Lambung saat Perut Kosong

Saat sahur, kondisi perut kita biasanya baru saja bangun dan relatif masih kosong. Bagi sebagian orang, kafein pada kopi bisa merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. Kekosongan lambung juga tak cukup untuk bisa menetralkan asam.
Kalau kopi jadi minuman utama saat sahur, risiko asam lambung naik, perut perih, atau heartburn (rasa panas di dada) bakal meningkat pesat. Apalagi bagi Anda yang memang punya riwayat maag atau GERD, kopi saat sahur itu ibarat menyulut api di dalam perut.
Ketimbang kopi, susu kambing adalah opsi minuman yang cocok saat puasa. Susu kambing yang padat nutrisi bisa memberi energi yang dibutuhkan saat puasa. Kecernaan mudah dan sifat alkalinya juga bisa membantu menetralkan pH asam lambung saat puasa.

Tips Aman Minum Kopi saat Ramadan
Meski kurang direkomendasikan diminum saat sahur, bukan berarti kita tidak boleh meminumnya saat puasa. Hanya saja, supaya aktivitas ngopi tak mengganggu jalannya puasa, coba terapkan beberapa tips di bawah ini!
1. Ngopi Setelah Perut Terisi
Sebelum secangkir kopi menyentuh bibir, pastikan ada asupan sehat yang terlebih dulu masuk ke perut. Mulailah berbuka dengan air putih dan kurma atau buah-buahan. Serat dan energi akan membantu menstabilkan gula darah dan menyiapkan pencernaan.
Setelah perut terasa nyaman dan terisi pasca buka puasa, barulah kita boleh menyeruput kopi. Setelah 13 jam berpuasa, tubuh berada dalam kondisi gula darah yang relatif rendah. Asupan dalam jumlah kecil akan membantu merangsang metabolisme secara bertahap.
2. Hindari Kopi Menjelang Tidur
Meskipun waktu terbaik minum kopi saat puasa adalah setelah berbuka, usahakan jangan minum kopi terlalu larut malam. Kafein butuh waktu lama untuk keluar dari sistem tubuh. Bisa-bisa, kopi malah bikin Anda insomnia.
Mengutip Sleep Foundation, minum kopi yang terlalu dekat dengan jam tidur bisa bikin kita insomnia. Padahal, ketika Ramadan, kita harus menjaga kualitas tidur supaya bisa bangun sahur tepat waktu. Jika begadang karena efek kopi, besoknya pasti bakal lemas.
3. Alternatif Kopi Decaf
Kalau Anda benar-benar kangen rasa kopi tapi takut efek sampingnya, coba beralih ke kopi decaf (decaffeinated). Kopi jenis ini sudah melalui proses untuk menghilangkan sebagian besar kandungan kafeinnya.
Sebagai perbandingan, melansir dari National Coffee Association, secangkir kopi biasa bisa mengandung sekitar 95 mg kafein, sedangkan kopi decaf hanya sekitar 2 mg. Rasanya tetap kopi kok, tapi efek ke lambung dan detak jantung jauh lebih kalem.
4. Penuhi Kebutuhan Cairan
Karena kopi menyerap cairan tubuh, kita wajib menyeimbangkannya dengan asupan air putih yang cukup. Jangan sampai jatah air putih kita diganti kopi. Cara memenuhi asupan cairan selama Ramadan, terapkan pola minum 2-4-2.
- 2 gelas saat berbuka puasa.
- 4 gelas sebelum tarawih hingga sebelum tidur.
- 2 gelas saat sahur.
