Pernahkah kalian bertanya-tanya, kenapa anak kecil bisa jatuh dari pohon, tulangnya patah, tetapi beberapa minggu kemudian ia sudah lari-lari lagi? Sementara orang dewasa yang patah tulang terasa lebih lambat sembuh, bahkan bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Di situ, kita melihat perbedaan mencolok antara masa recovery keduanya. Rata-rata, masa pemulihan patah tulang anak hanya berlangsung beberapa minggu saja. Pada orang dewasa? Pemulihan total bisa memakan waktu hingga enam bulan, bahkan lebih!
Daftar Isi
Alasan Patah Tulang Dewasa Lambat Sembuh
![]()
Kunci dari kecepatan penyembuhan tulang adalah aktivitas dua jenis sel utama yang ada di dalam tubuh. Nah, kedua sel ini, selalu bekerja dengan seimbang. Namun, di usia tubuh yang berbeda, keoptimalan kerja keduanya berbeda pula.
Sel yang pertama adalah osteoblas, sel ini bertugas membangun dan mengisi sel-sel tulang baru yang padat dan kokoh. Merekalah yang bertanggung jawab menutup celah pada tulang yang patah. Tak heran, sel ini juga disebut sebagai sel pembangun tulang.
Osteoklas adalah sel lain yang fungsinya berkebalikan. Sel-sel ini menyerap jaringan tulang lama atau rusak untuk mengambil kembali mineral penting (seperti kalsium) demi menjaga keseimbangan mineral tubuh.
Kinerja Osteoblas Menurun saat Dewasa
Osteoblas akan terus aktif membangun dan menjaga kepadatan tulang hingga kita mencapai usia dewasa awal. Setelah itu, perlahan namun pasti, kemampuan osteoblas dalam membangun sel tulang baru mulai menurun.
Dan yang menjadi masalah, di sisi lain, osteoklas tetap aktif bekerja sesuai fungsinya, yakni menyerap jaringan tulang. Saat orang dewasa mengalami patah tulang, osteoblas memang akan fokus pada area cedera. Namun, karena kinerjanya menurun, ia akan kalah cepat dengan osteoklas.
Penurunan kecepatan pembangunan ini (serta ditambah faktor lain, seperti berkurangnya suplai darah ke tulang seiring usia) menjadi alasan utama kenapa patah tulang pada orang dewasa lebih lambat sembuh ketimbang patah tulang anak-anak.
Tulang Dewasa Minim Pelapis Luar
Perbedaan terbesar lainnya antara tulang anak dan dewasa terletak pada lapisan luar tulang yang disebut periosteum. Usia anak-anak, mereka masih dalam masa pertumbuhan. Periosteum mereka tebal dan penuh dengan osteoblas yang sedang sangat aktif membelah diri.
Bisa kita bayangkan, saat tulang patah, sel osteoblas ini langsung bergerak cepat. Semakin muda usia saat patah tulang, semakin cepat dia sembuh, karena aktivitas osteoblasnya sedang berada di puncak performa.
Cara Mempercepat Pemulihan Patah Tulang Dewasa
Meski kinerja osteoblas sudah tidak secepat dulu lagi, bukan berarti kita tidak bisa memberikan dukungan untuk mempercepat proses penyembuhan. Nah, saat patah tulang, tugas kita adalah memastikan semua nutrisi yang tulang butuhkan terpenuhi.
1. Suplementasi Tulang
Pembentukan jaringan tulang adalah proses kompleks yang memerlukan berbagai vitamin dan mineral esensial. Misalnya kalsium, vitamin D, vitamin K, vitamin B kompleks, dan mineral pendukung yang lainnya.
- Kalsium adalah bahan baku utama. Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus, sementara Vitamin K berperan mengarahkan kalsium agar disimpan di tulang. Ketiganya adalah nutrisi utama bagi tulang.
- Suplemen mineral seperti fosfor, magnesium, zinc, dan silikon penting untuk memastikan kualitas hingga kepadatan mineralisasi jaringan tulang baru. Fungsinya sebagai asupan mineral pendukung.
- Vitamin B kompleks bisa membantu meningkatkan produksi energi seluler yang dibutuhkan untuk proses perbaikan dan pemulihan tubuh secara keseluruhan. Ia mampu mendukung kepadatan tulang dan penyerapan kalsium.
Tubuh kita lebih mudah menyerap kalsium dari makanan ketimbang suplemen. Untuk itu, selama pemulihan patah tulang, pastikan kita mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium setiap hari.
Pilihannya bervariasi, mulai dari susu, ikan (misalnya teri, sarden), sayuran hijau (bayam, kangkung, pakcoy), hingga kacang-kacangan (misalnya tahu dan edamame). Mengonsumsi asupan kalsium yang bervariasi, akan memastikan keseimbangan kalsium yang terserap.
Asupan tinggi kalsium yang bisa menjadi pilihan, di antaranya adalah susu kambing. Keunggulan susu kambing adalah kadar kalsium dan fosfor yang lebih tinggi ketimbang susu sapi. Molekul protein dan lemaknya yang kecil juga membuat susu kambing lebih mudah terserap tubuh.
2. Asupan Pendukung

Utamakan asupan yang membantu mengurangi peradangan dan memasok material utama pembangunan tulang. Misalnya antioksidan (vitamin E dan C, likopen, asam alfa-lipoat) berfungsi menangkal radikal bebas penyebab kerusakan pada sel tulang dan jaringan di sekitarnya.
Begitu juga asupan protein. Tulang memiliki kerangka yang sebagian besar tersusun dari protein kolagen. Pastikan asupan protein kitaa cukup untuk membangun kerangka kolagen yang kuat pada area yang mengalami patah tulang.
3. Prioritaskan Istirahat
Hal yang paling utama lainnya adalah mengistirahatkan tubuh yang cedera sesuai anjuran dokter. Jika tulang bergerak sebelum waktunya, ada risiko merusak jaringan tulang baru yang sedang dalam proses pembentukan.
Optimalkan juga waktu pemulihan dengan tidur malam yang teratur. Karena hormon pertumbuhan yang esensial untuk regenerasi dan perbaikan sel dilepaskan dalam jumlah paling banyak saat kita tidur nyenyak di malam hari.
4. Olahraga Ringan
Setelah mendapat izin dari dokter atau fisioterapis, cobalah untuk berolahraga ringan dan terukur. Gerakan ringan bisa membantu meningkatkan aliran darah menuju area yang cedera sekaligus meningkatkan osteoblas, agar suplai nutrisi dan oksigen sampai ke lokasi penyembuhan.

