Banyak orang mengira penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) hanya berkaitan dengan nyeri perut atau dada yang sesak saja. Padahal, dampaknya juga bisa menjalar sampai mulut, salah satunya lidah menjadi berwarna putih.
Iya, apalagi jika kondisi lidah berwarna putih dibarengi mual, kembung, atau rasa pahit di mulut, bisa jadi itu bukan sekadar masalah kebersihan gigi. Hal ini, bisa saja menandakan jika asam lambung sedang naik. Lantas, kenapa bisa begitu, ya?
Daftar Isi
Kenapa Asam Lambung Menyebabkan Lidah Berwarna Putih?
Lambung kita berisi cairan asam yang sangat kuat. Tugas utamanya adalah menghancurkan makanan. Dinding lambung memang cukup kuat untuk menahan asam ini, tetapi organ lain tidak memiliki pertahanan yang sama.
Saat katup lambung melemah, cairan asam ini bisa naik melewati kerongkongan hingga mencapai rongga mulut. Kedatangan cairan asam inilah yang kemudian mengganggu kondisi mulut kita. Nah, berikut penjelasan lengkap mengenai soal masalah ini!
1. Tumpukan Sel Kulit Mati

Lidah kita terlindungi oleh jaringan pelindung bernama epitel. Ketika cairan asam lambung mencapai mulut, cairan tersebut dapat mengiritasi lapisan permukaan lidah ini. Kerusakan epitel inilah, yang membuat lidah berwarna putih.
Cairan asam yang naik ke mulut, memicu permukaan lidah mati dan terkelupas lebih cepat dari biasanya. Sayangnya, sel-sel mati ini tidak langsung hilang, melainkan menumpuk di permukaan. Tumpukan sel mati inilah yang secara visual terlihat sebagai lapisan berwarna putih tebal.
2. Sisa Makanan dan Bakteri
Jika kita amati dengan seksama, permukaan lidah kita sebetulnya tidak rata, melainkan terdiri dari bintil-bintil kecil yang bernama papila. Nah, ketika terjadi peradangan akibat paparan asam lambung, bintil-bintil ini bisa membengkak.
Celah di antara bintil yang bengkak tersebut lantas menjadi perangkap bagi sisa makanan, sel kulit mati, dan bakteri. Semakin banyak kotoran yang terperangkap di sana, semakin tebal lapisan putih yang terlihat di lidah kita.
3. Mulut Menjadi Kering

Ini adalah salah satu dampak GERD yang sering terabaikan. Naiknya asam lambung ternyata dapat mengganggu produksi air liur (saliva). Padahal, air liur punya peran sebagai pembersih alami di mulut kita.
Tugasnya ialah membilas bakteri dan sisa makanan. Saat produksi air liur berkurang, mulut menjadi kering. Tanpa bilasan air liur yang cukup, bakteri dan jamur dapat berkembang biak dengan cepat di atas lidah.
4. Perubahan pH Mulut
Kondisi mulut yang sehat seharusnya memiliki tingkat keasaman (pH) yang seimbang. Tapi, kehadiran asam lambung, mengubah lingkungan mulut menjadi sangat asam di bawah kadar pH yang seimbang.
Lingkungan asam ini merupakan area yang ideal bagi bakteri merugikan dan jamur (seperti Candida) untuk tumbuh subur. Pertumbuhan jamur yang berlebihan inilah yang sering kali muncul sebagai bercak-bercak putih yang sulit hilang.
Cara Mengatasi Lidah Putih Akibat Asam Lambung
Nah, lidah yang berwarna putih bisa kita pulihkan. Namun, kuncinya bukan hanya membersihkan mulut, melainkan mengatasi penyebab utamanya, yaitu asam lambung itu sendiri. Berikut adalah langkah praktis yang dapat kita lakukan.
- Atasi akar masalahnya terlebih dulu. Selama asam lambung masih sering naik, lidah putih akan sulit hilang. Perbaiki pola makan untuk cegah ia kambuh. Konsultasikan juga ke dokter untuk mendapatkan bantuan secara medis.
- Karena asam lambung membuat mulut kering, kita harus melawannya dengan minum air putih yang cukup. Air putih membantu menetralkan sisa asam di mulut dan menggantikan fungsi air liur untuk membilas bakteri.
- Gunakan pembersih lidah. Karena menyikat gigi saja sering kali belum cukup. Gunakan alat khusus pembersih lidah yang bisa Anda dapatkan di apotek. Bersihkan lidah perlahan dari pangkal (belakang) ke ujung (depan).
- Hindari obat kumur yang mengandung alkohol karena dapat membuat mulut semakin kering. Sebaliknya, gunakan obat kumur antibakteri tanpa alkohol atau larutan air garam hangat untuk meredakan peradangan dan mengurangi bakteri.
- Jaga rutinitas menyikat gigi. Menyikat gigi minimal dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur) tetap sangat disarankan untuk mencegah infeksi pada gusi dan gigi.
Di samping beberapa tips di atas, gangguan lambung juga tak akan membaik tanpa perubahan gaya hidup yang konsisten. Gaya hidup, terlebih yang berkaitan dengan stres, kedisiplinan makan, jadwal tidur, serta menghindari segala penyebab kambuhnya asam.
Selain itu, penderita asam lambung juga bisa membantu menetralkan asam dengan rutin mengonsumsi susu kambing. Susu ini memiliki sifat antasida alami dan bisa memberi efek menenangkan bagi lambung, juga kaya gizi dan mudah dicerna oleh tubuh.


