Bicara soal bulan Ramadan, banyak dari kita yang sudah tahu kalau puasa punya banyak dampak positif bagi organ pencernaan. Namun, siapa yang menyangka, puasa ternyata juga punya segelintir manfaat untuk organ pernapasan.
Selama ini, sistem pernapasan, khususnya paru-paru, jarang dibahas ketika kita membicarakan manfaat puasa. Padahal, perubahan metabolisme dan fungsi tubuh saat puasa, juga berdampak terhadap paru-paru. Nah, bagaimana penjelasannya?
Daftar Isi
Manfaat Puasa untuk Pernapasan
Ragam manfaat puasa untuk organ pernapasan, tak hanya berlaku bagi orang yang sehat. Manfaat ini bahkan juga sangat membantu individu yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Berikut adalah penjelasannya!
1. Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru

Mungkin kedengarannya tidak terduga, tapi menahan makan dan minum bisa membuat kapasitas paru-paru kita meningkat. Fakta ini dibuktikan oleh sebuah penelitian dari tim Iran University of Medical Sciences yang terbit dalam Saudi Medical Journal.
Melansir dari Hello Sehat, para ahli menguji 117 peserta menggunakan tes spirometri. Tes ini mengharuskan para partisipan meniup alat khusus untuk mengukur seberapa banyak dan seberapa cepat udara yang bisa diembuskan oleh paru-paru.
Pengujian ini dilakukan di sebelum, selama, dan setelah bulan Ramadan. Hasilnya mengejutkan, fungsi dan kapasitas paru-paru peserta mengalami peningkatan yang amat signifikan selama mereka rutin berpuasa.
Para ahli meyakini jika hasil ini sangat berkaitan erat dengan faktor penurunan berat badan yang terjadi selama puasa. Penuruan berat badan ketika puasa, pada akhirnya bisa memberikan ruang bernapas yang lebih optimal bagi dada kita.
2. Mencegah Infeksi Paru-Paru

Rutin berpuasa adalah salah satu cara untuk meremajakan sistem kekebalan tubuh. Ketika kita berpuasa dan tubuh tidak menerima asupan kalori, tubuh akan meresponsnya dengan mode menghemat energi.
Nah, salah satu cara tubuh menghemat energi adalah dengan menyingkirkan sel-sel kekebalan tubuh yang sudah tua atau rusak, dan menggantinya dengan sel-sel kekebalan tubuh yang baru.
Mengutip dari Hello Sehat, karena tak ada asupan makanan selama berpuasa, sel-sel yang mendukung respons imun berpindah ke sumsum tulang yang padat nutrisi. Di situ, sel akan melakukan regenerasi sehingga fungsinya lebih baik.
Dengan sistem imun yang terus diperbarui dan lebih optimal ini, tubuh kita akan jauh lebih tangguh dalam menangkal berbagai penyakit infeksi yang sering menyerang tubuh, salah satunya infeksi saluran pernapasan dan paru-paru.
3. Membuang Sel Paru yang Rusak
Saat kita berpuasa, kadar glukosa dalam darah akan menurun. Karena tubuh tidak mendapat asupan makanan sebagai sumber energi utama, tubuh akan memicu sebuah proses biologis yang bernama autofagi.
Sederhananya, autofagi adalah mekanisme bersih-bersih internal. Tubuh akan mencari sel-sel yang rusak, menyingkirkan racun, dan menghancurkan materi sel yang sudah tidak berfungsi, lalu menggunakan dan mengubahnya menjadi energi.
Proses ini luar biasa penting, karena zat-zat sisa yang berpotensi memicu peradangan di dalam tubuh (termasuk di organ pernapasan) akan bersih terbuang. Setelah sisa-sisa sel rusak ini bersih, tubuh akan menggantinya dengan sel-sel baru yang jauh lebih sehat.
4. Mengurangi Beban Lemak Saluran Napas
Tumpukan lemak di sekitar perut dan dada membuat otot pernapasan harus bekerja dengan ekstra, yang kadang memicu sesak napas. Kondisi ini sangat menyiksa, terutama bagi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau asma.
Puasa adalah momen yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Saat cadangan glukosa habis (setelah proses autofagi), tubuh akan beralih membakar simpanan lemak sebagai pengganti sumber energi utama.
Pembakaran lemak yang masif selama berpuasa akan membantu menurunkan berat badan secara perlahan. Begitu beban lemak berkurang, tekanan pada paru-paru ikut mereda, sehingga kita berangsur-angsur akan bisa bernapas dengan lebih lega.
5. Momen untuk Mengurangi Rokok

Bagi para perokok, puasa Ramadan adalah waktu yang paling masuk akal dan efektif untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Saat berpuasa, kita mau tak mau harus menahan diri dari menyalakan rokok selama belasan jam.
Jeda waktu yang panjang ini memberikan waktu berharga bagi paru-paru untuk beristirahat dari paparan asap beracun. Suatu studi di Turki mencatat bahwa puasa terbukti membantu menurunkan angka konsumsi rokok secara drastis.
Dari 354 peserta penelitian, mayoritas mengalami penurunan jumlah rokok yang mereka hisap, serta yang paling menggembirakan, hampir 15% dari mereka bahkan berhasil berhenti merokok sepenuhnya selama bulan Ramadan.
Penutup
Nah, khusus bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit paru-paru kronis dan harus meminum obat secara rutin, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar ibadah sekaligus kesehatan tetap terjaga.
Banyak penderita infeksi saluran napas, termasuk COVID-19, pneumonia, hingga TBC, mengalami kerusakan pada jaringan paru-paru dan penurunan kapasitas paru. Dalam kondisi seperti ini, nutrisi menjadi faktor penting untuk membantu pemulihan.
Susu kambing dapat menjadi pemasok nutrisi yang bagus saat pemulihan, karena kaya antioksidan untuk melawan stres oksidatif akibat infeksi, kaya akan vitamin dan mineral untuk mendukung sistem imun, serta nutrisinya mudah terserap saat masa pemulihan.
Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa susu kambing bukanlah pengganti obat. Susu kambing berfungsi sebagai nutrisi pendukung saat proses penyembuhan dan pemulihan. Tertarik mencoba? Rasakan khasiat susu kambing untuk paru-paru.

