Kekhawatiran maag kambuh saat puasa itu sangat wajar. Gejala seperti mual, perut kembung, sampai rasa perih di dada tentu bisa bikin ibadah jadi kurang khusyuk. Bahkan, tak jarang kita harus membatalkan puasa di tengah jalan karena terpaksa.
Puasa memang banyak mengubah jam makan kita. Lambung yang biasanya terisi sarapan pagi, kini harus kosong hingga petang. Sebetulnya, puasa bisa menjadi momen istirahat bagi organ pencernaan, asalkan kita disiplin dalam menjalaninya. Penasaran bagaimana?
Daftar Isi
Cara Mencegah Maag Kambuh saat Puasa
Bagi penderita maag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), adaptasi jam makan yang baru saat bulan Ramadan memang cukup tricky dan rentan bikin asam lambung naik. Nah, berikut ini cara mencegah supaya maag tidak kambuh saat puasa.
1. Wajib Makan Sahur

Sering kesiangan atau malas makan saat dini hari? Nah, tolong hindari kebiasaan ini, ya. Bagi penderita maag, lambung yang kosong terlalu lama (lebih dari 14 jam) adalah musuh utama yang bikin lambung perih.
Coba usahakan selalu bangun untuk sahur. Tips dari kami, makanlah mendekati waktu imsak. Tujuannya simpel, untuk memperpendek waktu perut kosong di siang hari. Ingat, asam lambung biasa akan mulai meronta biasanya di jam 10 pagi sampai 12 siang.
Jika kita sahur mepet imsak, cadangan energi masih cukup aman di jam-jam rawan tersebut. Lebih baik lagi, sahurlah dengan asupan karbohidrat kompleks. Nasi merah, kentang, atau oatmeal itu jauh lebih oke daripada nasi putih karena proses cernanya lebih lambat.
2. Jangan Menunda Berbuka
Kalau azan Magrib sudah berkumandang, tinggalkan pekerjaan, lupakan dulu kemacetan (kalau bisa menepi), dan segeralah membatalkan puasa. Menunda berbuka sama saja membiarkan perut kosong lebih lama, dan ini memancing asam lambung untuk naik.
Mulailah dengan asupan yang ringan, misalnya air hangat dan kurma. Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering, supaya lambung tidak bekerja terlalu keras secara mendadak. Jangan mentang-mentang lapar, jangan langsung balas dendam dengan porsi segunung.
3. Perbanyak Asupan Serat

Ketika sahur, pastikan ada sayur atau buah di piring kita. Serat itu cocok dikonsumsi saat puasa, karena tubuh kita tidak bisa mencernanya seratus persen. Akibatnya, serat akan mengganjal perut lebih lama dan memberikan rasa kenyang yang awet.
Secara medis, makanan berserat bisa memperlambat pengosongan lambung. Kalau lambung tidak cepat kosong, asam lambung tidak akan punya kesempatan untuk mengiritasi dinding lambung. Serat juga bantu menurunkan tekanan pada katup kerongkongan.
4. Jangan Tidur Setelah Sahur
Mata memang berat setelah sahur, tapi tolong tahan godaan untuk kembali ke kasur. Saat kita makan, tubuh akan memproduksi banyak asam untuk mencernanya. Kalau kita langsung tiduran, posisi lambung jadi sejajar dengan kerongkongan.
Akibatnya, asam lambung yang cair itu mudah sekali mengalir balik ke atas (refluks). Inilah yang bikin dada terasa panas (heartburn) dan tenggorokan tidak enak. Berilah jeda minimal 2-3 jam setelah makan kalau mau tidur lagi.
5. Hindari Makanan Pemicu Maag

Kita semua tahu godaan gorengan, sambal, dan es kopi saat berbuka itu luar biasa berat. Namun, demi kesehatan, mari kita rem dulu. Selain asupan tersebut, kita juga perlu menghindari dulu jenis makanan berikut.
- Makanan berminyak, berlemak, dan bersantan.
- Makanan dengan rasa asam atau pedas.
- Kafein (teh, kopi) hingga minuman bersoda.
- Makanan instan, olahan, dan kalengan.
6. Sedia Obat Maag
Kalau memang Anda punya riwayat maag, jangan ragu untuk menyiapkan obat maag seperti antasida. Antasida bekerja menetralkan asam lambung dengan kandungan magnesium dan kalsiumnya.
Lantas, karena puasa, kapan meminumnya? Minumlah saat sebelum sahur, saat berbuka (sebelum makan berat), atau sebelum tidur malam. Kecuali jika punya resep obat khusus dari dokter (misalnya obat jenis Omeprazole atau Lansoprazole), ikutilah petunjuknya.
Selain berbagai solusi di atas, susu kambing juga bisa menjadi opsi minuman yang cocok kita gunakan untuk mencegah maag saat puasa. Dengan nutrisi lengkap, kecernaan mudah, dan sifat alkalinya, susu kambing bisa membantu menetralkan pH lambung saat puasa.

