Bagi yang punya riwayat maag atau asam lambung (GERD), momen perut mual dan tak nyaman seperti ini pasti bikin waswas. Niat hati ingin puasa penuh, tapi rasa ingin muntah bikin badan lemas dan terganggu. Lalu, bagaimana cara mengatasi mual saat puasa?
Sebenarnya, mual saat puasa adalah hal yang cukup sering terjadi. Perubahan pola makan secara drastis memang memaksa tubuh kita untuk tetap beradaptasi. Hanya saja, jangan buru-buru membatalkan puasa, pahami dulu penyebab dan solusinya berikut.
Penyebab Perut Mual saat Puasa
Selain karena tubuh yang masih beradaptasi dengan jam makan baru, mual ketika berpuasa juga bisa menjadi sinyal dari tubuh kalau ada sesuatu yang kurang pas. Nah, berikut adalah beberapa penyebab utamanya.
1. Naiknya Asam Lambung

Meskipun sedang tidak makan dan minum, organ lambung tetap memproduksi cairan asam. Ia tetap memproduksi asam lambung, sebagai bentuk persiapan mencerna makanan, membasmi bakteri pencernaan, atau mengaktifkan enzim pencernaan.
Nah, karena perut kita kosong dalam waktu yang lama selama berpuasa, asam lambung ini akhirnya menumpuk. Penumpukan inilah yang bikin asam berisiko naik kembali ke kerongkongan. Jika itu terjadi, kita akan merasa mual, kadang diiringi rasa panas atau perih di dada.
2. Kalap Makan saat Sahur & Berbuka
Ini adalah kebiasaan buruk balas dendam setelah seharian berpuasa. Makan terlalu banyak di dalam satu waktu, baik saat sahur maupun berbuka, justru bikin perut yang seharian diistirahatkan menjadi kaget.
Sistem pencernaan langsung dipaksa bekerja ekstra keras untuk memproses semua makanan itu. Bukannya kenyang yang nyaman, perut kita malah jadi terasa begah, penuh, kembung, dan bisa saja memicu asam lambung naik yang berujung pada rasa mual.
3. Gula Darah Menurun

Tak makan dan minum belasan jam otomatis membuat asupan glukosa ke dalam tubuh terhenti, yang bisa memicu turunnya kadar gula darah. Nah, saat gula darah anjlok, tubuh meresponsnya dengan melepaskan hormon adrenalin agar gula darah bisa naik kembali.
Namun efek sampingnya, pelepasan adrenalin ini terkadang memengaruhi pergerakan lambung dan usus kita, yang pada akhirnya memicu perasaan mual, keringat dingin, hingga sakit kepala.
4. Tubuh Kekurangan Cairan
Mual juga bisa menjadi cara tubuh merespons ketika sedang dehidrasi. Di saat tubuh kekurangan cairan, produksi air liur dan cairan pencernaan di dalam perut akan menurun drastis.
Akibatnya, proses cerna sisa-sisa makanan atau cairan di lambung jadi kurang optimal. Hal ini bikin perut terasa kurang nyaman dan mual. Biasanya, mual karena dehidrasi juga datang sepaket dengan rasa pusing, badan lemas, dan mulut yang terasa sangat kering.
5. Makan Berlemak, Pedas, Asam

Gorengan pedas dengan bumbu kacang saat berbuka puasa memang menggoda, tapi ini musuh besar bagi lambung. Makanan yang terlalu pedas, berlemak tinggi (seperti fast food), atau buah yang terlalu asam bisa memicu produksi asam lambung secara berlebihan.
Nah, ketimbang mengundang mual di siang hari, lebih baik pilih menu sahur dan berbuka yang ramah di perut, seperti sayuran berkuah bening atau buah-buahan manis seperti kurma dan pepaya.
6. Stres & Kurang Istirahat
Jangan salah, pikiran juga sangat memengaruhi pencernaan kita. Di saat kita sedang banyak pikiran, stres, atau kurang tidur karena jadwal sahur, tubuh akan masuk ke mode fight or flight sebagai mekanisme pertahanan diri.
Kondisi ini, memicu pelepasan hormon stres yang bisa mengacaukan seluruh sistem tubuh, termasuk sistem pencernaan. Mual, melilit, atau bahkan ingin muntah adalah salah satu dari banyak reaksi alami yang muncul.
7. Tidur Setelah Sahur
Biasanya, mata memang masih ngantuk berat setelah sahur, tapi langsung kembali rebahan di kasur adalah kebiasaan buruk. Saat kita berbaring setelah makan, gravitasi tidak bisa membantu makanan turun ke usus.
Makanan malah menumpuk di lambung dan asam lambung sangat mudah berbalik arah naik ke kerongkongan. Inilah yang bikin tubuh bangun tidur dengan perut yang terasa begah dan mual.
Cara Mengatasi Perut Mual Tanpa Perlu Membatalkan Puasa
Biasanya, mual bisa mereda dengan sedikit makan. Namun, karena sedang puasa, kita bisa mengatasi mual dengan beberapa cara alternatif. Coba lakukan hal berikut jika mual menyerang di siang hari saat bulan puasa.
- Cara paling mudah dan efektif adalah dengan menghirup aromaterapi. Nah, aroma segar dari minyak esensial dapat melonggarkan pernapasan dan merelaksasi saraf pencernaan. Coba hirup aroma peppermint atau minyak kayu putih saat mual datang.
- Duduklah dengan tenang, tarik napas dalam-dalam secara perlahan lewat hidung sampai perut mengembang, lalu embuskan pelan-pelan lewat mulut. Lakukan berulang kali selama 5 sampai 10 menit sampai perut terasa lebih rileks.
- Terkadang, semakin dipikirkan, mualnya malah makin terasa. Coba alihkan fokus otak kita ke hal lain. Kita bisa coba berjalan kaki sebentar, main game, atau mengobrol dengan rekan kerja.
- Namun, jika badan sudah lemas dan ingin istirahat, hindari posisi tidur telentang rata. Sangga kepalamu dengan dua bantal agar posisi dada dan kepala lebih tinggi dari lambung. Posisi ini menahan asam lambung agar tidak naik ke kerongkongan.
Selain berbagai solusi di atas, susu kambing juga bisa menjadi opsi minuman yang cocok kita gunakan untuk mencegah asam lambung saat puasa. Dengan nutrisi lengkap, kecernaan mudah, dan sifat alkalinya, susu kambing bisa membantu menetralkan pH lambung saat puasa.

