Bangun tidur masih mengantuk, mudah capek, dan konsentrasi gampang buyar? Jangan anggap remeh, itu bisa jadi adalah tanda-tanda kekurangan zat besi, salah satu mineral penting dalam sistem peredaran darah.
Daftar Isi
Kenapa Zat Besi Begitu Penting untuk Tubuh?

Zat besi adalah mineral penting yang tubuh butuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Bila kadar zat besi rendah, produksi hemoglobin pun akan ikut menurun, dan akibatnya, distribusi oksigen terganggu. Inilah yang menyebabkan kita merasa cepat lelah, lesu, dan kurang fokus. Ini juga menjadi tanda-tanda khas defisiensi zat besi.
Kekurangan zat besi bisa berdampak pada fungsi otot, kinerja otak, daya tahan tubuh, bahkan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, memahami gejala dan penyebab kekurangan zat besi itu penting, agar kita bisa mengambil tindakan tepat sebelum kondisinya memburuk.
Mudah Capek, Salah Satu Tanda Kekurangan Zat Besi

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), salah satu gejala utama dari kekurangan zat besi adalah kelelahan yang berkepanjangan. Tubuh yang kekurangan zat besi, tak mampu memproduksi hemoglobin dalam jumlah cukup, sehingga jaringan tubuh kekurangan oksigen.
Bayangkan tubuh kita seperti mesin mobil. Tanpa bahan bakar yang cukup (dalam hal ini, oksigen), mesin tentu tak akan bisa bekerja maksimal. Itulah sebabnya kita gampang merasa capek, bahkan saat hanya melakukan aktivitas ringan sekalipun.
Tanda-Tanda Kekurangan Zat Besi Lainnya
Kekurangan zat besi tidak hanya menimbulkan rasa lelah saja. Nah, berikut adalah berbagai gejala umum dan tidak umum yang dapat menjadi alarm tubuh kita jika sedang mengalami kekurangan zat besi.
1. Wajah dan Kulit Pucat
Ciri yang paling mudah menonjol dari kekurangan zat besi adalah wajah yang tampak lebih pucat dari biasanya. Warna merah pada kulit dipengaruhi oleh kadar hemoglobin yang cukup.
Kurangnya zat besi menyebabkan penurunan kadar hemoglobin, yang membuat kulit terlihat kurang segar. Cobalah cek warna bagian dalam kelopak mata bawah atau gusi, jika terlihat lebih pucat dari biasanya, bisa jadi kita kekurangan zat besi.
2. Sering Merasa Pusing

Kurangnya oksigen yang dibawa ke otak, bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, dan sensasi seperti melayang. Pada sebagian orang, gejala sering muncul ketika berdiri terlalu cepat atau setelah bekerja berat.
3. Jantung Berdebar
Ketika kadar hemoglobin rendah, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini membuat detak jantung lebih cepat dan terkadang tidak teratur.
Dalam jangka panjang, bisa memicu pembesaran jantung dan risiko gagal jantung, terutama bila kekurangan zat besi tidak segera tertangani. Hal ini sebetulnya adalah upaya jantung untuk meningkatkan kapasitas pompanya, tetapi pembesaran sering kali justru merusak fungsi jantung.
4. Rambut Mudah Rontok
Zat besi juga berperan dalam menyuplai oksigen ke folikel rambut. Kekurangannya dapat membuat rambut rapuh dan mudah rontok. Jika rambut kita mulai menipis tanpa sebab jelas, mungkin sudah saatnya memperhatikan asupan zat besi.
5. Lidah Pucat dan Sakit
Tanda-tanda kekurangan zat besi lainnya yang sering terabaikan adalah perubahan pada lidah dan mulut. Lidah bisa terlihat lebih pucat, terasa nyeri, dan tampak membengkak di beberapa bagian.
Luka di sudut mulut (dalam dunia medis disebut cheilitis) juga sering muncul sebagai tanda defisiensi zat besi. Hal ini terjadi lantaran rendahnya kadar mioglobin, yakni protein otot yang juga bergantung pada zat besi.
6. Kuku Berbentuk Sendok

Kuku sehat biasanya kuat dan sedikit melengkung ke bawah. Namun, kurangnya zat besi bisa menyebabkan kuku rapuh, mudah retak, dan berbentuk cekung seperti sendok. Ini merupakan tanda klasik anemia defisiensi besi yang kronis.
7. Napas Lebih Pendek
Aktivitas ringan seperti naik tangga atau berjalan cepat bisa membuat kita kehabisan napas. Hal ini karena darah yang kekurangan hemoglobin tidak mampu mengangkut oksigen dalam jumlah cukup ke otot, termasuk otot pernapasan.
8. Emosional dan Sulit Konsentrasi
Tidak banyak yang tahu bahwa kekurangan zat besi juga bisa berdampak pada suasana hati dan fungsi otak. Kita mungkin akan merasa lebih mudah tersinggung, cemas, bahkan mengalami gejala layaknya depresi ringan.
Anak-anak yang kekurangan zat besi bahkan cenderung kesulitan berkonsentrasi dan mengalami keterlambatan perkembangan. Zat besi merupakan faktor kedua yang penting dalam mengatur suasana hati, tidur, nafsu makan, hingga kinerja otak.
9. Tanda Lainnya
Selain delapan tanda yang telah disebutkan, kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan tangan dan kaki terasa dingin, nafsu makan menurun, kulit mudah kering dan pecah-pecah, daya tahan tubuh menurun, hingga insomnia.
Cara Mudah Mengatasi Kekurangan Zat Besi
Cara paling mudah untuk mengatasi kekurangan zat besi adalah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi sebagai menu makan harian. Produk hewani seperti daging, hati, ikan, dan telur sangat kaya akan zat besi. Begitu juga produk nabati seperti bayam, kangkung, dan sayuran lainnya.
Konsumsi asupan zat besi, juga bisa dikombinasikan dengan sumber vitamin C. Vitamin C akan membantu penyerapan zat besi dari sumber-sumber nabati. Vitamin C, bisa kita dapat pada buah-buahan, seperti jeruk, tomat, pepaya, dan lainnya.
Susu kambing juga menjadi salah satu sumber zat besi yang baik untuk mengatasi kekurangan zat besi dan anemia. Susu kambing memiliki zat besi yang lebih banyak dibanding susu lainnya, dengan tingkat penyerapan yang juga lebih baik.

