Salah Mengolah Daging Kurban, Awas Asam Lambung Naik!

Salah Mengolah Daging Kurban, Awas Asam Lambung Naik!

Penderita asam lambung memang harus selektif dalam memilih makanan. Bagaimana tidak, salah makan bisa-bisa lambung yang akan menanggung risikonya. Menjelang Hari Raya Idul Adha, tentu penderitanya harus memerhatikan cara mengolah daging kurban yang benar, agar asam lambungnya tidak naik.

Siapa yang bisa menolak sajian daging sapi atau kambing, kedua sajian tersebut terasa sangat enak bahkan menjadi favorit banyak kalangan. Daging sebetulnya adalah makanan yang tinggi protein dan zat besi. Sayangnya, cara olah daging yang salah justru dapat memicu kambuhnya penyakit GERD.

Bolehkah Penderita Asam Lambung Makan Daging Kurban?

Makan saat Asam Lambung Kumat

Mengonsumsi daging kurban saat menderita asam lambung sebenarnya bukan anjuran. Ini karena di dalam dagingnya terkandung lemak jenuh yang tinggi. Melansir dari laman Hello Sehat, lemak jenuh dapat melemahkan katup esofagus. Akibatnya, cairan asam lambung mudah naik ke kerongkongan.

Selain itu, untuk mencerna lemak jenuh, sistem pencernaan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Proses pencernaan ini akan membuat lambung memproduksi lebih banyak asam. Saat lambung terpapar lebih banyak asam dalam waktu lebih lama, cairan asam tersebut akan lebih mudah naik.

Saat kondisi tersebut terus berlanjut, inilah yang akan menjadi cikal bakal penyakit GERD. Tak hanya itu, kerongkongan yang selalu terpapar asam juga berpotensi mengalami peradangan. Dan di dalam lambung sendiri, kenaikan asam juga ada kaitannya dengan gastritis atau peradangan di lambung.

Makanan berlemak jenuh, seperti daging kambing atau sapi ini, dapat memperparah kondisi-kondisi tersebut. Penelitian ilmiah dalam jurnal Frontiers in Immunology pada tahun 2018 menyimpulkan jika lemak dari daging sapi dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan mikrobiota pada usus.

Cara Mengolah Daging Kurban untuk Penderita Asam Lambung

Cara Mengolah Daging untuk Penderita Asam Lambung

Larangan konsumsi daging sapi atau kambing untuk penderita asam lambung tentu bukanlah harga mati. Penderita masih bisa menikmatinya asal memerhatikan porsi dan cara mengolah dagingnya, supaya asam lambung tidak kambuh. Karena jika tidak, daging tersebut bisa berbahaya untuk kesehatan.

1. Hindari Bumbu Asam dan Pedas

Cara mengolah daging dengan bumbu asam dan pedas bisa merangsang produksi asam lambung yang berlebih. Rasa asam biasanya berasal dari bahan-bahan, seperti cuka, jeruk nipis, hingga tomat. Kandungan asam dari bahan-bahan ini bisa mengiritasi lapisan lambung dan memperparah refluks.

Sementara cabai dan rempah-rempah dengan rasa pedas lainnya, biasanya mengandung capsaicin. Senyawa ini selain memberikan rasa pedas makanan, juga bisa meningkatkan produksi cairan asam dan memperlambat sistem pencernaan. Takutnya, asam lambung lebih mudah naik kerongkongan.

2. Jangan Gunakan Santan dan Minyak Berlebih

Seperti pembahasan sebelumnya, lemak jenuh dapat melemahkan katup esofagus dan memudahkan asam lambung naik. Kebetulan sekali, santan adalah bahan dengan lemak jenuh tinggi. Ia butuh waktu lama bagi lambung untuk mencernanya, ini bisa memperlambat pengosongan lambung, berisiko asam naik.

Seperti dengan daging, santan dengan lemak jenuhnya juga bisa mengendurkan katup esofagus. Sementara minyak saat digunakan untuk menumis, ia menghasilkan banyak lemak trans yang tidak sehat bagi lambung. Lemak trans dapat memperburuk gejala asam dan peradangan pada lambung.

3. Batasi Porsi Makan

Terlebih, karena daging sapi atau kambing sendiri sudah memiliki lemak yang tinggi, maka ia butuh waktu relatif lama untuk lambung bisa mencernanya. Perlambatan pengosongan lambung bisa-bisa meningkatkan risiko refluks asam, utamanya jika kita konsumsi dalam porsi besar secara sekaligus.

Porsi daging yang besar tentu saja juga dapat memberikan tekanan berlebih pada lambung. Hal ini memicu katup esofagus bagian bawah untuk terbuka. Jika demikian, asam lambung bisa saja naik ke kerongkongan. Bagi penderita, ada baiknya membatasinya tidak lebih dari 100 gram sekali makan.

Bantu Asam Lambung dengan Susu Kambing

Konsumsi daging kurban bagi penderita asam lambung memang tidak dianjurkan, namun bukan berarti tidak boleh. Dengan beberapa batasan dan cara olah yang benar, pengidap asam lambung tetap bisa menikmati kelezatan daging sapi atau kambing. Ingin hari raya berjalan dengan nyaman?

Susu kambing adalah asupan yang bagus bagi penderita asam lambung. Ia memiliki sifat alkali yang bisa membantu menetralkan asam lambung. Selain itu, protein kasein A2 susu kambing lebih mudah dicerna oleh tubuh. Cocok diseduh saat Idul Adha untuk mencegah kekambuhan asam lambung.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.