Stres dan Kurang Nutrisi Ternyata Bisa Jadi Penyebab Nyeri Otot

Stres dan Kurang Nutrisi Ternyata Bisa Jadi Penyebab Nyeri Otot

Kadang kita dibuat bingung dengan nyeri otot yang datang tiba-tiba. Bahkan, tak jarang rasa sakitnya terasa parah, sampai aktivitas menjadi terbatas. Biasanya, kita menganggap ini akibat kelelahan biasa. Padahal, penyebab nyeri otot tidak hanya itu!

Nyeri otot yang bolak-balik kambuh, bisa saja berasal dari dua pemicu yang justru sering kita abaikan, yakni stres dan kurangnya asupan nutrisi. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas apa dan kenapa, terkait penyebab-penyebab nyeri otot.

Penyebab Nyeri Otot dari Dalam Tubuh

Nyeri otot yang terjadi bukan karena cedera langsung, biasanya timbul akibat adanya kekacauan di dalam sistem internal tubuh kita. Kedua faktor ini, bisa menjadi biang keladi kenapa tubuh sering nyeri otot padahal tak kelelahan.

1. Kurang Asupan Nutrisi

Susu untuk Mencegah dan Mengatasi Nyeri Otot

Tubuh kita ibarat mesin yang kompleks, dan otot adalah bagian vitalnya. Nutrisi sebagai bahan bakar, jika tidak kita berikan dengan lengkap, kinerja otot pasti akan terganggu. Nyeri otot, bisa jadi disebabkan karena kekurangan nutrisi ini.

  • Kekurangan vitamin D dan kalsium. Vitamin D punya peran krusial dalam membantu tubuh menyerap kalsium. Sementara kalsium, mineral yang penting agar otot dapat berkontraksi dan berfungsi dengan baik.
  • Kekurangan magnesium juga menyebabkan nyeri otot. Magnesium berfungsi membantu otot untuk mengendur setelah berkontraksi. Kekurangan magnesium umumnya menyebabkan kram otot, kejang, dan kaku.
  • Vitamin B12 sangat vital untuk kesehatan sistem saraf yang mengontrol pergerakan otot. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan masalah saraf, akibatnya sensasi nyeri atau kesemutan tak bisa terelakkan.
  • Omega-3, lemak sehat ini bertindak sebagai agen anti-inflamasi alami. Asupan yang cukup membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri yang disebabkan radang pada jaringan otot.

2. Stres Berlebihan

Stres Salah Satu Penyebab Nyeri Otot

Stres bukan hanya masalah pikiran saja, tetapi juga masalah fisik. Saat kita merasa stres, tubuh otomatis mengaktifkan respons fight-or-flight secara alami yang tujuannya agar tubuh lebih waspada dan siaga.

Saat fight-or-flight aktif, sistem saraf secara refleks membuat otot-otot utama (seperti leher, bahu, dan punggung) mengencang. Ketika stres yang kita alami berlangsung lama, otot-otot tersebut akan tetap kaku dan tegang, sehingga bisa memicu migrain atau nyeri yang kronis.

Stres kronis juga memicu pelepasan hormon kortisol berlebihan. Tingginya kortisol, dapat memperlambat proses perbaikan otot dan bahkan membuat tubuh kita lebih sensitif terhadap rasa sakit.

Penyebab Nyeri Otot Akibat Fisik

Selain dari masalah internal, nyeri otot juga bisa dipicu oleh cara kita menggunakan dan memperlakukan tubuh sehari-hari. Terkadang, aktivitas serta beban fisik sehari-hari, bisa memicu adanya kelelahan dan cedera.

1. Aktivitas Fisik yang Tidak Tepat

Olahraga, Bermain Sepak Bola atau Futsal

Kegiatan seperti olahraga itu baik, tetapi melakukannya dengan cara yang salah juga bisa berujung pada cedera. Misalnya saja, melakukan aktivitas berat tanpa pemanasan yang benar akan membuat otot kita terkejut dan mudah tertarik.

Atau, saat mengangkat beban, melakukan gerakan yang salah secara berulang akan menempatkan tekanan berlebihan pada serat otot tertentu, yang cukup rentan menyebabkan cedera. Teknik yang keliru ini, bisa memicu nyeri otot.

2. Beban Aktivitas Berlebihan

Ilustrasi Olahraga di Gym

Terlalu banyak bekerja atau berolahraga terlalu lama, terutama tanpa variasi gerakan, juga dapat menyebabkan otot kram dan kaku. Nyeri otot sangat mungkin terjadi jika kita tidak terbiasa berolahraga, lalu tiba-tiba mencoba jenis latihan yang baru atau lebih lama.

Nyeri otot juga bisa terjadi saat kita melakukan gerakan yang sama berulang kali (gerakan berulang), tanpa memberi waktu istirahat yang cukup bagi otot. Maka, otot juga perlu variasi agar tetap berfungsi dengan optimal.

3. Kebiasaan Postur yang Salah

Postur Salah, Penyebab Nyeri Otot

Kebiasaan duduk, berdiri, atau berbaring yang keliru secara terus-menerus adalah penyebab nyeri otot kronis yang sering kita abaikan juga. Meskipun sepele, membiasakan tubuh pada postur yang benar memang bisa mengurangi risiko nyeri otot.

Postur tubuh yang buruk (misal membungkuk saat duduk) akan menyebabkan otot tertentu bekerja ekstra keras untuk menstabilkan tubuh, sementara otot yang lain menjadi lemah. Ketidakseimbangan ini, lama-kelamaan memicu ketegangan dan nyeri yang menetap.

4. Cedera yang Akut

Lutut Terasa Nyeri

Tentu saja, penyebab paling jelas adalah cedera, keseleo, atau memar. Ini ditandai dengan rasa sakit, bengkak, atau kram yang terlokalisasi di bagian tertentu. Cedera bisa terjadi karena kecelakaan ringan, jatuh, hingga cara peregangan yang salah.

Penutup

Sebagian besar nyeri otot akibat aktivitas, postur, atau stres bisa mereda dengan istirahat, kompres, dan obat pereda nyeri. Namun, apabila rasa sakit atau nyeri membuat pergerakan tubuh jadi terbatas, atau disertai bengkak dan demam yang tak wajar, segera temui dokter.

Kita juga bisa mencegah dan mempercepat pemulihan nyeri otot dengan rutin mengonsumsi susu kambing. Dengan kandungan kalsium, serta protein yang lebih banyak daripada susu sapi, susu kambing bisa mendukung kesehatan tulang, otot, dan sendi dengan optimal.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.