Kita mengenal kalsium sebagai asupan utama untuk membentuk tulang. Namun faktanya, tubuh tak mampu sepenuhnya menyerap kalsium yang kita makan. Beberapa faktor, seperti umur dan pola makan, ternyata bisa mengurangi kemampuan tubuh dalam proses penyerapan kalsium.
Menengok pentingnya peran kalsium, terlebih saat kita sedang dalam masa pemulihan pasca cedera patah tulang seperti ini. Lantas, bagaimana cara memaksimalkan penyerapan kalsium di dalam tubuh? Mari simak artikel berikut!
Daftar Isi
Tips Memaksimalkan Penyerapan Kalsium saat Pemulihan Patah Tulang
Patah tulang atau fraktur adalah kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus. Tidak hanya dari sisi medis, semisal pemasangan gips, pen, atau operasi, tetapi juga dari sisi nutrisi. Asupan makanan saat pemulihan, juga punya peran penting supaya patah tulang cepat sembuh.
Tulang bukanlah struktur mati seperti beton, tulang ialah jaringan hidup yang terus-menerus akan mengalami proses regenerasi. Termasuk saat patah, ia akan secara otomatis memperbaiki diri dengan asupan kalsium yang ada.
Proses ini bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, tergantung pada usia, kondisi kesehatan, jenis tulang yang patah, dan tentu saja, ketersediaan asupan nutrisi dan seberapa maksimal penyerapannya di dalam tubuh.
1. Batasi Cokelat, Kafein, dan Alkohol

Tidak semua makanan dan minuman yang kita konsumsi baik untuk penyerapan kalsium. Beberapa di antaranya bahkan bisa menghambat proses ini. Supaya bisa memaksimalkan penyerapan kalsium, kita perlu membatasi beberapa asupan penghambatnya.
Salah satunya adalah cokelat. Cokelat mengandung asam oksalat yang justru dapat mengikat kalsium. Akibatnya, kalsium jadi sulit diserap, sekaligus bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Kita masih bisa memakannya, asalkan tidak berlebihan.
Selain cokelat, kita juga perlu mengurangi konsumsi kafein (teh, kopi), minuman bersoda, dan minuman beralkohol. Semua jenis minuman ini, mampu meningkatkan produksi urine. Ini membuat kalsium yang seharusnya diserap, justru malah ikut terbuang.
2. Memenuhi Asupan Vitamin D

Vitamin D adalah asupan utama yang bisa membantu tubuh kita memaksimalkan penyerapan kalsium. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang kita konsumsi dari makanan bisa jadi menjadi sia-sia.
Nah, kekurangan vitamin D tak hanya mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor, tetapi juga bisa melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit tulang lainnya, seperti radang sendi hingga osteoporosis. Lalu, bagaimana cara mengasupi vitamin D?
Cara alami paling mudah ialah dengan berjemur. Tubuh secara otomatis memproduksi vitamin D ketika kulit terpapar sinar matahari langsung. Cukup 10-15 menit, 2-3 kali seminggu sudah cukup. Waktu terbaik di Indonesia adalah antara pukul 10 pagi hingga 2 siang.
Selain berjemur, kita juga bisa mendapatkan vitamin D dari makanan seperti minyak ikan kod, salmon, hati sapi, kuning telur, susu, dan jamur kancing. Jika belum tercukupi, suplemen vitamin D juga bisa menjadi alternatif tambahan.
3. Pilih Sumber Kalsium yang Tepat

Tubuh kita lebih mudah menyerap kalsium dari makanan ketimbang suplemen. Untuk itu, selama pemulihan patah tulang, pastikan kita mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium setiap hari.
Pilihannya bervariasi, mulai dari susu, ikan (misalnya teri, sarden), sayuran hijau (bayam, kangkung, pakcoy), hingga kacang-kacangan (misalnya tahu dan edamame). Mengonsumsi asupan kalsium yang bervariasi, akan memastikan keseimbangan kalsium yang terserap.
Asupan tinggi kalsium yang bisa menjadi pilihan, di antaranya adalah susu kambing. Keunggulan susu kambing adalah kadar kalsium dan fosfor yang lebih tinggi ketimbang susu sapi. Molekul protein dan lemaknya yang kecil juga membuat susu kambing lebih mudah terserap tubuh.
4. Lakukan Olahraga Ringan

Selain nutrisi, aktivitas fisik juga punya peran penting dalam memaksimalkan penyerapan kalsium. Gerakan tubuh yang aman (sesuai anjuran dokter) bisa membantu memperkuat tulang dan meningkatkan sirkulasi darah, yang akhirnya juga bisa mendukung penyerapan kalsium.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kita tidak hanya membantu tulang pulih lebih cepat, tetapi juga menjaga kesehatan tulang secara jangka panjang. Pemulihan adalah bagian dari sebuah proses, dan setiap langkah kecilnya sangat berarti.

