Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, momen berbuka puasa rasanya menjadi kemenangan kecil yang sangat nikmat. Nah, pemilihan menu, waktu, hingga porsi, ternyata turut menentukan apakah kebiasaan buka puasa kita termasuk sehat atau tidak bagi tubuh.
Biasanya, saat melihat meja makan penuh dengan gorengan, es buah, kolak, dan makanan berat, rasanya semua ingin dilahap. Padahal, kebiasaan balas dendam saat buka puasa ini, justru bisa bikin badan lemas, mengantuk, dan begah setelahnya.
Daftar Isi
- 1 Kebiasaan Buka Puasa yang Sehat
- 1.1 1. Segerakan Berbuka, Jangan Ditunda
- 1.2 2. Pilih Takjil yang Manisnya Alami
- 1.3 3. Beri Jeda Sebelum Makan Berat
- 1.4 4. Menu Makan yang Seimbang
- 1.5 5. Hindari Porsi yang Berlebihan
- 1.6 6. Kurangi Gorengan
- 1.7 7. Kunyah Makanan dengan Perlahan
- 1.8 8. Hindari Kafein dan Soda
- 1.9 9. Memenuhi Asupan Air Putih
Kebiasaan Buka Puasa yang Sehat
Nah, agar puasa tahun ini badan tetap enteng dan sehat, kita perlu mengubah strategi makan kita. Berikut adalah 9 cara berbuka puasa yang sehat, enak, pastinya bikin tubuh tetap bugar dan ibadah di bulan puasa semakin lancar.
1. Segerakan Berbuka, Jangan Ditunda
Salah satu kebiasaan buka puasa yang sehat adalah menyegerakan berbuka sesaat setelah azan berkumandang. Jangan menunda-nunda dengan alasan tanggung sedang kerja atau di jalan. Kenapa harus buru-buru?
Setelah seharian kosong, kadar gula darah dalam tubuh sedang berada di titik rendah. Ini yang bikin kita merasa lemas, pusing, dan bahkan gemetar menjelang sore. Segera berbuka (meski hanya dengan seteguk air), akan membantu menormalkan kembali gula darah.
2. Pilih Takjil yang Manisnya Alami

Opsi takjil di Indonesia biasanya dipenuhi dengan aneka kudapan manis. Tubuh memang butuh gula untuk energi cepat, tapi jika gulanya berlebihan (misalnya dari sirup kental atau teh manis), gula darah akan melonjak drastis lalu anjlok lagi dengan cepat (sugar crash).
Sugar crash inilah yang bikin kita mengantuk setelahnya, sehingga ibadah Tarawih kurang maksimal. Cobalah ganti takjil dengan sumber manis alami yang lebih ramah di badan, misalnya kurma, buah potong, smoothies buah, dan sejenisnya, tetapi atur porsinya dengan bijak.
3. Beri Jeda Sebelum Makan Berat
Perut saat berbuka puasa ibarat mesin yang baru saja hidup setelah diistirahatkan. Jika perut dipaksa menggiling nasi padang atau makanan berat lainnya tanpa jeda, ia bisa sakit perut, kembung, bahkan bisa bikin maag dan asam lambung kambuh.
Kebiasaan buka puasa yang sehat, seharusnya memulai dengan air putih dan kurma atau camilan ringan dulu. Setelah itu, berikan jeda waktu (misal dengan salat Magrib dulu) sekitar 15-20 menit. Biarkan lambung beradaptasi perlahan sebelum menerima menu utama.
4. Menu Makan yang Seimbang

Setelah takjil yang manis, saatnya makan berat. Nah, pastikan menu berat tidak hanya berisi nasi dan mi, ya. Tubuh tetap butuh nutrisi lengkap untuk recovery energi. Usahakan dalam sepiring itu ada karbohidrat, protein, dan serat.
Asupan karbohidrat bisa kita dapat dari nasi, oat, dan kentang. Protein bisa kita ambil dari ayam, ikan, telur, tahu, hingga tempe. Sementara serat, ada di beragam sayur mayur. Sayur ini penting karena membantu kinerja pencernaan tetap lancar selama puasa.
5. Hindari Porsi yang Berlebihan
Otak kita sebenarnya butuh waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa perut sudah kenyang. Kalau kita makan terlalu cepat dan banyak, sinyal kenyang itu akan telat sampainya.
Makanlah secukupnya. Ingat, targetnya adalah menghilangkan lapar, bukan memuaskan nafsu makan setelah seharian berpuasa. Jika sehabis buka, kita merasakan perut sakit, itu tandanya porsinya sudah berlebihan.
6. Kurangi Gorengan

Gorengan memang enak, tetapi minyak jenuhnya bisa bikin tenggorokan radang dan pencernaan lambat. Lemak yang tinggi juga bikin perut terasa berat dan mengundang kantuk luar biasa saat Tarawih.
Tidak perlu dilarang total, tapi batasi jumlahnya. Kalau bisa, ganti metode masak sekali-kali. Ayam goreng bisa diganti ayam panggang, pepes, atau sup bening yang segar. Tenggorokan dan perut pasti terasa lebih nyaman.
7. Kunyah Makanan dengan Perlahan
Mumpung sudah boleh makan, jangan buru-buru menelan. Mengunyah makanan secara perlahan punya dua manfaat besar. Pertama, makanan jadi lebih halus sehingga kerja lambung lebih ringan. Kedua, kita jadi lebih menikmati rasa makanannya.
Percaya atau tidak, makan pelan-pelan juga bikin kita merasa lebih cepat kenyang dengan porsi yang lebih sedikit. Idealnya, kita perlu mengunyahnya 15-20 kali sebelum menelannya.
8. Hindari Kafein dan Soda

Bagi pecinta kopi atau minuman bersoda, sebaiknya sisihkan dulu ketika jam berbuka. Kafein bersifat diuretik, artinya bikin kita jadi sering buang air kecil. Ini berisiko bikin cairan tubuh yang baru diisi jadi terbuang lagi dan memicu dehidrasi.
Sementara itu, gas dalam soda bisa meningkatkan asam lambung dan bikin perut kembung seketika. Lebih aman pilih air putih, air kelapa murni, atau jus buah segar. Jika ingin meminum kopi, berilah jeda 1-2 jam setelah makan berat (tapi hati-hati, bisa memicu insomnia).
9. Memenuhi Asupan Air Putih
Biasanya, kita gampang merasa kenyang karena kebanyakan minum es manis, padahal tubuh lebih butuh air mineral. Puasa sering kali bisa memicu dehidrasi, sehingga memenuhi kebutuhan air putih adalah salah satu kebiasaan buka puasa yang sehat.
Supaya target 8 gelas sehari tetap tercapai, coba pakai pola minum 2-4-2. 2 gelas saat berbuka, segelas begitu azan, segelas lagi setelah memakan asupan berat. Lalu, 4 gelas di malam hari, bisa dicicil dari sebelum salat Isya hingga setelah Tarawih. 2 gelas lagi setelah sahur.
