Pernahkah Anda membeli susu dengan keterangan tanpa gula tambahan, tetapi menemukan angka kandungan gula pada tabel Informasi Nilai Gizi (ING)? Hal ini mungkin membuat Anda bertanya-tanya, apakah produk tersebut benar-benar tidak ditambahkan gula?
Sebagian konsumen menganggap bahwa susu tanpa gula tambahan seharusnya memiliki kandungan gula nol gram. Padahal, susu secara alami memang mengandung gula, meskipun tidak diberi gula pasir selama proses produksi.
Lantas, apa perbedaan gula alami dengan gula tambahan? Mengapa keduanya perlu dibedakan ketika memilih susu? Mari pahami penjelasannya agar tidak keliru membaca informasi pada kemasan.
Daftar Isi
- 1 Kenapa Susu secara Alami Mengandung Gula?
- 2 Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan
- 3 Apakah Susu Tanpa Gula Tambahan Artinya Bebas Gula?
- 4 Perbandingan Kandungan Gula pada Susu
- 5 Cara Membaca Kandungan Gula pada Label Susu
- 6 Apakah Gula Alami dalam Susu Perlu Dihindari?
- 7 Pilih Susu Berdasarkan Informasi Gizi, Bukan Hanya Tulisan Kemasan
Kenapa Susu secara Alami Mengandung Gula?

Susu merupakan bahan pangan yang mengandung berbagai zat gizi, termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Salah satu jenis karbohidrat utama dalam susu adalah laktosa.
Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu mamalia, termasuk susu sapi dan susu kambing.
Ketika dikonsumsi, tubuh menggunakan enzim laktase untuk memecah laktosa menjadi dua jenis gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.
Kedua senyawa tersebut kemudian dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi.
Karena itulah, susu tetap dapat memiliki kandungan gula meskipun tidak ditambahkan gula pasir.
Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan
Perbedaan utamanya terletak pada asal gula tersebut.
1. Gula Alami
Gula alami merupakan gula yang secara alami sudah terdapat dalam bahan pangan.
Contohnya adalah laktosa dalam susu dan gula yang terdapat secara alami pada buah utuh.
Pada susu, laktosa merupakan bagian dari komposisi alaminya.
Oleh karena itu, keberadaan gula pada tabel informasi nilai gizi tidak otomatis membuktikan bahwa produsen menambahkan gula pasir.
2. Gula Tambahan
Gula tambahan merupakan gula yang dimasukkan ketika makanan atau minuman diproduksi maupun disiapkan.
Contohnya adalah sukrosa atau gula pasir, sirup glukosa, dan beberapa jenis pemanis berkalori lainnya.
Pada produk susu berperisa, gula dapat ditambahkan untuk menghasilkan rasa yang lebih manis.
Namun, tidak semua produk susu berperisa memiliki komposisi yang sama. Karena itu, daftar bahan perlu diperiksa untuk mengetahui jenis pemanis yang digunakan.
Apakah Susu Tanpa Gula Tambahan Artinya Bebas Gula?

Jawabannya, tidak.
Istilah tanpa penambahan gula berbeda dengan bebas gula.
Susu tanpa gula tambahan masih dapat mengandung laktosa yang secara alami berasal dari susu.
Sebaliknya, klaim bebas gula memiliki persyaratan tersendiri berdasarkan ketentuan pelabelan pangan.
Di Indonesia, penggunaan klaim pada pangan olahan diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), termasuk klaim tanpa penambahan gula.
Dengan demikian, konsumen sebaiknya tidak hanya memperhatikan tulisan pada bagian depan kemasan, tetapi juga membaca ING dan daftar bahan.
Perbandingan Kandungan Gula pada Susu
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Media Kesehatan pada Desember 2023 mengkaji informasi kandungan gula dari 156 produk susu steril yang terdaftar di BPOM.
Penelitian tersebut menemukan bahwa susu cair tanpa perisa memiliki rata-rata kandungan gula total sekitar 4,14 gram per 100 mililiter.
Sementara itu, susu cair berperisa memiliki rata-rata kandungan gula total sekitar 8,85 gram per 100 mililiter.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa formulasi produk dapat memengaruhi kandungan gula total.
Namun, penelitian ini menggunakan informasi nilai gizi produk susu cair, bukan pengujian laboratorium terhadap susu kambing bubuk.
Karena itu, angkanya tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kandungan gula semua produk susu kambing.
Cara Membaca Kandungan Gula pada Label Susu
Ada beberapa informasi yang perlu diperhatikan sebelum memilih produk susu.
1. Periksa Takaran Saji
ING biasanya ditampilkan berdasarkan satu takaran saji.
Misalnya, suatu produk mencantumkan kandungan gula total 6 gram untuk setiap 30 gram bubuk.
Apabila Anda menggunakan 60 gram bubuk, jumlah gula yang dikonsumsi menjadi sekitar 12 gram.
Angka tersebut hanya contoh perhitungan, bukan kandungan gula produk tertentu.
2. Perhatikan Gula Total
Gula total mencakup gula yang secara alami terdapat dalam bahan pangan dan gula yang ditambahkan, apabila ada.
Karena itu, angka gula total tidak selalu sama dengan jumlah gula tambahan.
3. Baca Daftar Komposisi
Periksa apakah terdapat gula pasir, sukrosa, sirup glukosa, madu, atau bahan pemanis lainnya.
Perhatikan juga bahwa produk dapat menggunakan pemanis non-gula yang tidak selalu menambah angka gula total.
4. Bandingkan Produk dengan Takaran yang Setara
Jangan langsung menyimpulkan suatu produk lebih rendah gula hanya karena angka pada labelnya lebih kecil.
Pastikan takaran sajinya sebanding.
Apabila memungkinkan, bandingkan kandungan gula berdasarkan jumlah produk yang sama, misalnya setiap 100 gram bubuk.
Apakah Gula Alami dalam Susu Perlu Dihindari?
World Health Organization (WHO) menganjurkan pembatasan gula bebas hingga kurang dari 10% total kebutuhan energi harian.
Namun, gula alami berupa laktosa dalam susu tidak termasuk dalam kategori gula bebas yang menjadi sasaran rekomendasi tersebut.
Meski demikian, bukan berarti susu dapat dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlahnya.
Bagi penderita diabetes, misalnya, kandungan karbohidrat total dan porsi konsumsi tetap perlu diperhitungkan dalam pengaturan pola makan.
Pilih Susu Berdasarkan Informasi Gizi, Bukan Hanya Tulisan Kemasan
Keterangan tanpa gula tambahan dapat membantu konsumen mengenali karakteristik suatu produk.
Namun, informasi tersebut tidak otomatis berarti produk bebas gula, bebas kalori, atau pasti lebih sehat dibandingkan produk lainnya.
Susu tetap bisa menjadi bagian yang baik dari pola makan bergizi seimbang selama dikonsumsi sesuai kebutuhan.
Dengan memahami perbedaan gula alami dan gula tambahan, Anda dapat membaca label susu secara lebih cermat dan memilih produk berdasarkan kebutuhan nutrisi, bukan sekadar klaim pada kemasan.
