Benarkah Jalan Kaki 10 Menit Setelah Makan Bisa Menjaga Gula Darah?

Benarkah Jalan Kaki 10 Menit Setelah Makan Bisa Menjaga Gula Darah?

Setelah selesai makan, apa yang biasanya Anda lakukan? Langsung duduk sambil bermain ponsel, kembali bekerja, atau justru memilih berbaring karena merasa kenyang dan mengantuk?

Kebiasaan tersebut mungkin terlihat biasa. Namun, tahukah Anda bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama beberapa menit setelah makan ternyata dapat memberikan manfaat bagi tubuh?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki setelah makan dapat membantu mengurangi kenaikan kadar gula darah. Menariknya, aktivitas ini tidak harus dilakukan dalam waktu lama atau dengan intensitas tinggi.

Lantas, bagaimana cara kerjanya dan berapa lama sebaiknya kita berjalan setelah makan?

Mengapa Gula Darah Meningkat Setelah Makan?

Gula Darah Naik Setelah Makan

Ketika kita mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, sistem pencernaan akan memecahnya menjadi gula sederhana, termasuk glukosa.

Glukosa kemudian diserap ke dalam aliran darah dan digunakan tubuh sebagai sumber energi.

Proses tersebut membuat kadar gula darah meningkat setelah makan. Ini merupakan respons alami tubuh.

Untuk mengaturnya, pankreas menghasilkan hormon insulin yang membantu glukosa masuk ke dalam sel.

Namun, pada orang yang mengalami resistensi insulin atau diabetes, pengaturan kadar gula darah dapat terganggu.

Akibatnya, kadar gula darah setelah makan bisa meningkat lebih tinggi atau bertahan lebih lama.

Di sinilah aktivitas fisik ringan memiliki peran yang menarik.

Benarkah Jalan Kaki Setelah Makan Bermanfaat?

Jawabannya, ya. Sejumlah penelitian pada manusia menunjukkan bahwa berjalan kaki setelah makan dapat membantu mengendalikan respons gula darah.

1. Membantu Otot Menggunakan Glukosa

Saat berjalan, otot kaki akan berkontraksi dan membutuhkan energi.

Salah satu sumber energi yang digunakan adalah glukosa.

Kontraksi otot membantu meningkatkan pengambilan glukosa dari darah, termasuk melalui mekanisme yang tidak sepenuhnya bergantung pada insulin.

Karena itu, berjalan kaki dapat membantu tubuh menggunakan sebagian glukosa yang masuk ke aliran darah setelah makan.

2. Membantu Mengurangi Lonjakan Gula Darah

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada Juli 2025 memberikan hasil menarik.

Penelitian tersebut melibatkan 12 orang dewasa muda yang sehat. Para peserta menjalani beberapa kondisi berbeda setelah mengonsumsi larutan glukosa, termasuk berjalan kaki selama 10 menit dan beristirahat tanpa aktivitas.

Hasilnya, berjalan kaki selama 10 menit segera setelah konsumsi glukosa menghasilkan puncak kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa berjalan.

Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan karena jumlah pesertanya kecil dan menggunakan larutan glukosa, bukan makanan lengkap seperti nasi dengan lauk-pauk.

Artinya, hasil tersebut menjanjikan, tetapi belum dapat dianggap sebagai jaminan manfaat yang sama pada setiap orang.

3. Mengurangi Kebiasaan Duduk Terlalu Lama

Manfaat berjalan kaki tidak hanya berkaitan dengan satu kali makan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Obesity Reviews pada Mei 2026 menemukan bahwa menyelingi waktu duduk dengan aktivitas fisik singkat dapat membantu memperbaiki respons gula darah dan insulin setelah makan.

Dalam analisis tersebut, jeda aktivitas berupa berjalan kaki menunjukkan manfaat yang baik dibandingkan terus duduk tanpa bergerak.

Temuan ini memperkuat pentingnya membiasakan tubuh bergerak secara berkala, terutama bagi orang yang bekerja di depan komputer sepanjang hari.

Berapa Lama Sebaiknya Jalan Kaki Setelah Makan?

Jalan Kaki Setelah Makan

Anda tidak harus langsung berjalan selama 30 menit.

Sebagai langkah awal, berjalan santai selama 5-10 menit dapat menjadi pilihan yang mudah diterapkan.

Jika tubuh terasa nyaman, durasinya dapat ditingkatkan secara bertahap.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang dilakukan tidak lama setelah makan dapat memberikan manfaat terhadap respons gula darah.

Namun, belum ada satu durasi yang pasti paling efektif untuk semua orang.

Kondisi kesehatan, kemampuan fisik, jenis makanan, serta intensitas aktivitas dapat memengaruhi hasilnya.

Yang terpenting, lakukan dengan kecepatan nyaman dan tidak perlu memaksakan diri.

Apakah Boleh Langsung Berjalan Setelah Makan?

Pada orang sehat, berjalan santai setelah makan umumnya dapat dilakukan selama tidak menimbulkan keluhan.

Namun, berjalan santai berbeda dengan olahraga berat.

Setelah makan dalam porsi besar, sebagian orang mungkin mengalami rasa begah, mual, atau tidak nyaman jika langsung bergerak terlalu aktif.

Karena itu, sesuaikan waktu dan kecepatan berjalan dengan kondisi tubuh.

Bagi Anda yang memiliki masalah asam lambung atau GERD, menghindari kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga penting.

Orang yang sering mengalami refluks pada malam hari umumnya dianjurkan memberi jarak sekitar tiga jam antara makan dan waktu berbaring.

Meski demikian, berjalan kaki bukanlah pengobatan khusus untuk GERD.

Cara Membiasakan Jalan Kaki Setelah Makan

Tidak perlu menyiapkan peralatan olahraga khusus untuk memulai kebiasaan ini. Anda dapat mencoba beberapa cara sederhana berikut.

  • Pertama, mulai setelah makan siang. Luangkan waktu berjalan santai di sekitar rumah atau kantor sebelum kembali beraktivitas.
  • Kedua, pilih tempat yang aman. Gunakan area dengan permukaan rata, tidak licin, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
  • Ketiga, mulai dari durasi pendek. Jika belum terbiasa, berjalan selama lima menit sudah dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan bergerak.
  • Keempat, hindari memaksakan kecepatan. Tujuannya bukan mengejar jumlah langkah sebanyak mungkin, melainkan menambah aktivitas fisik yang nyaman.
  • Kelima, lakukan secara konsisten. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara teratur lebih mudah dipertahankan daripada aktivitas berat yang hanya dilakukan sesekali.

Apakah Aman bagi Penderita Diabetes?

Cek Gula Darah

Bagi sebagian penderita diabetes, berjalan kaki setelah makan dapat menjadi bagian dari pengelolaan gula darah.

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan.

Orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu memiliki risiko mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi ketika gula darah turun terlalu rendah.

Aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko tersebut pada keadaan tertentu.

Karena itu, penderita diabetes sebaiknya mendiskusikan rencana aktivitas dengan tenaga kesehatan, terutama apabila menggunakan obat yang dapat menyebabkan hipoglikemia.

Jangan mengubah dosis obat sendiri hanya karena mulai rutin berjalan kaki.

Jika muncul pusing, gemetar, lemas, atau keluhan tidak biasa saat beraktivitas, segera hentikan aktivitas dan lakukan penanganan sesuai kondisi serta anjuran medis.

Kebiasaan Kecil yang Bermanfaat bagi Kesehatan

Jalan kaki setelah makan merupakan contoh bahwa menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan aktivitas yang rumit.

Berjalan santai selama beberapa menit dapat membantu tubuh menggunakan glukosa dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk.

Meski begitu, kebiasaan ini bukan pengganti pola makan bergizi seimbang, olahraga rutin, maupun pengobatan yang diresepkan dokter.

Jadi, setelah makan berikutnya, cobalah menyempatkan waktu untuk berjalan santai.

Mulailah sesuai kemampuan tubuh dan jadikan aktivitas sederhana tersebut sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari.

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.