Pasien kanker menghadapi tantangan besar dalam menjaga kondisi tubuhnya, terutama saat harus menjalani kemoterapi. Selain melelahkan, proses pengobatan ini juga sering menimbulkan efek samping yang membuat pasien sulit makan dengan baik.
Padahal, nutrisi yang cukup dan seimbang sangatlah penting untuk membantu tubuh tetap kuat dan mendukung keberhasilan terapi. Nah, salah satu sumber nutrisi alternatif bagi pasien kemoterapi adalah susu. Lantas, kenapa susu bagus untuk pasien kemoterapi?
Daftar Isi
Asupan Nutrisi Sangat Penting saat Sedang Menjalani Kemoterapi

Kemoterapi bekerja dengan menyerang sel-sel kanker yang berkembang cepat. Namun, sel sehat seperti sel rambut, kulit, serta saluran pencernaan, juga ikut terdampak. Menurut University of California Health, hal inilah yang memicu munculnya efek samping seperti berikut!
- Nyeri pada mulut dan tenggorokan.
- Mual dan muntah.
- Diare atau konstipasi.
- Perubahan indera pengecap dan penciuman.
- Hilangnya nafsu makan.
Semua kondisi ini membuat pasien kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisinya. Akibatnya, tubuh bisa kekurangan energi, lebih rentan terhadap infeksi, dan proses pemulihan jadi lebih lama. Maka dari itu, susu bisa menjadi opsi yang mudah tercerna, bergizi, dan nyaman dikonsumsi.
Beragam Manfaat Minum Susu untuk Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi

Nutrisi yang cukup bisa menjadi bahan bakar bagi sel-sel tubuh supaya bisa berfungsi dengan normal. Terlebih, bagi penderita kanker, asupan nutrisi bisa menopang efektivitas pengobatan dan terapi yang sedang berjalan.
Namun, semua efek yang telah disebutkan sebelumnya, membuat pasien kemoterapi perlu memutar otak agar nutrisi tetap tercukupi. Tentu tak mudah untuk makan saat nyeri mulut, mual, hingga muntah menyerang. Di sinilah, susu bisa membantu.
1. Meningkatkan Nafsu Makan
Salah satu keluhan umum pasien kemoterapi ialah perubahan di indera perasanya. Banyak yang mengeluhkan rasa logam di mulut setelah menjalani kemoterapi, sehingga makanan terasa hambar atau bahkan tidak enak.
Sebuah studi pada jurnal Food & Function menunjukkan bahwa laktoferin, protein yang terkandung dalam susu, berperan dalam memperbaiki fungsi indera penciuman dan pengecap. Sehingga, pasien bisa kembali menikmati makanan, dan perlahan nafsu makan akan meningkat.
2. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi

Karena pasien kemoterapi membutuhkan protein dan energi lebih banyak ketimbang orang sehat, susu dapat menjadi solusi praktis untuk menambah asupan tersebut. Segelas susu mengandung berbagai zat gizi penting, di antaranya sebagai berikut.
- Protein, membantu perbaikan jaringan tubuh yang rusak dan menjaga daya tahan tubuh.
- Kalsium dan magnesium, penting untuk kesehatan tulang, yang sering kali rentan akibat efek samping terapi.
- Vitamin B kompleks, membantu metabolisme energi dan menjaga fungsi saraf.
- Selenium, mineral yang berperan sebagai antioksidan alami.
- Lemak sehat, membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K).
3. Memberi Energi Tambahan
Kemoterapi sering membuat pasien merasa lemas dan tidak bersemangat. Dengan minum susu secara rutin, tubuh mendapat tambahan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas sehari-hari, sehingga kesehatan pasien tetap terjaga.
Efek psikologis dari kanker dan kemoterapi juga tak kalah berat daripada fisiknya. Rasa lelah, cemas, dan depresi bisa muncul. Dengan meningkatnya nafsu makan dan energi dari susu, pasien bisa merasa lebih nyaman dan suasana hatinya cenderung lebih baik.
4. Menjaga Berat Badan
Penurunan berat badan secara drastis sering terjadi pada pasien kanker. Hal ini dapat memperburuk kondisi tubuh dan mengurangi respons terhadap pengobatan dan terapi. Kalori dalam susu, bisa membantu menjaga berat badan pasien tetap berada di angka yang sehat.
Tips Memilih Susu yang Tepat bagi Pasien Kemoterapi
Memang tidak ada aturan khusus dalam memilihnya, tetapi tak semua susu cocok bagi pasien kanker. Pemilihan jenis susu harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan nutrisi, dan jika perlu saran dari ahli gizi. Berikut tips yang bisa dipertimbangkan!
- Hindari susu mentah karena berisiko mengandung bakteri berbahaya. Sistem imun pasien kanker yang lemah membuat mereka rentan terhadap infeksi. Pilihlah susu pasteurisasi, UHT, atau susu bubuk.
- Pilih susu tanpa tambahan hormon sintetis (rBGH/rBST) atau bahan tambahan non-susu yang berlebihan. Selalu cek label nutrisi (jika ada) dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.
- Jika pasien membutuhkan tambahan kalori, susu berjenis full cream bisa menjadi opsi utama. Jika pasien memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu sapi, maka susu kambing bisa menjadi opsi yang aman.
- Tentu saja, setiap pasien memiliki kondisi berbeda. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi, untuk membantu menentukan pilihan susu terbaik yang sesuai kebutuhan. Hal ini juga bisa memastikan keamanannya.
Nah, Susu Kambing Merapi adalah salah satu sediaan susu bubuk yang cocok untuk semua orang. Susu ini diformulasi dari kebaikan susu kambing tinggi kalsium, protein, dan prebiotik yang bisa mendukung kebutuhan nutrisi dan memelihara kesehatan.

