Sebagian dari kita, mungkin pernah mendengar mitos ini dari orang tua atau nenek. Nasihat supaya tidak minum susu saat batuk dan pilek ini, telah turun-temurun tertanam di benak kita. Lantas, apakah benar minum susu bisa bikin batuk dan pilek tambah parah?
Susu kerap menjadi kambing hitam saat flu menyerang. Banyak yang percaya bahwa tekstur susu yang kental otomatis akan memicu produksi lendir berlebih di saluran pernapasan. Nah, studi ilmiah terbaru, telah membantah hal ini.
Daftar Isi
Bolehkah Minum Susu saat Batuk dan Pilek?

Faktanya, kita tetap boleh meminum susu saat batuk dan pilek. Tidak ada larangan medis yang menyatakan bahwa susu memperparah batuk, pilek, atau flu. Kita tetap bisa minum susu selama tidak memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa.
Nah, kebanyakan batuk dan pilek disebabkan oleh infeksi virus, terutama rhinovirus, yang memicu tubuh memproduksi lendir lebih banyak. Lendir ini berfungsi sebagai pertahanan alami pertama tubuh.
Dahak (mukus) sebenarnya memiliki peran penting. Ia dihasilkan oleh sel-sel di hidung, sinus, dan paru-paru untuk menjebak debu, bakteri, dan virus. Ia juga berperan menjaga kelembapan saluran pernapasan dan melindungi jaringan dari iritasi.
Dan memang, produksi lendir berlebih saat batuk dan pilek, biasanya juga menimbulkan gejala tidak nyaman seperti ingusan, tenggorokan gatal, dan batuk berdahak. Hal ini wajar dan akan berangsur turun selama pemulihan.
Kenapa Susu Membuat Dahak Lebih Tebal?

Orang tua atau nenek kita dulu, mengira susu bisa memperbanyak dahak, padahal sebenarnya bukan begitu. Efek dahak menebal terjadi lantaran beberapa mekanisme alami saat kita meminum susu.
- Susu punya tekstur yang kental dan lembut.
- Saat bercampur air liur, susu bisa meninggalkan lapisan lengket di rongga mulut dan tenggorokan.
- Sensasi dan rasa ini, lalu disalahartikan sebagai peningkatan produksi dahak.
Namun, secara fisiologis, susu tidak merangsang tubuh untuk membuat lendir tambahan. Buktinya, penelitian tahun 2019 yang dimuat dalam Archives of Disease in Childhood menegaskan bahwa susu tidak menyebabkan produksi lendir bertambah.
Saat tubuh terkena infeksi batuk dan pilek, produksi dahak otomatis meningkat sebagai mekanisme pertahanan. Jadi, munculnya dahak bukan karena makanan tertentu, melainkan karena adanya infeksi atau alergi yang menyerang tadi.
Ini artinya, minum susu saat batuk atau pilek tidak membuat penyakitnya semakin parah. Sensasi berdahak hanyalah efek tekstur, bukan reaksi tubuh yang sebenarnya. Hal ini terjadi lantaran susu yang bercampur liur, meninggalkan sedikit lapisan lengket.
Minum Susu saat Batuk dan Pilek Justru Memiliki Banyak Manfaat
Dari penjabaran di atas, bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya sah-sah saja untuk minum susu kapan pun kita mau, termasuk saat sedang flu, pilek, atau batuk. Justru, susu banyak memberikan manfaat saat kita sedang sakit.
- Minuman seperti susu dingin atau yoghurt beku mampu membantu menenangkan rasa nyeri dan iritasi di tenggorokan, terutama ketika batuk kering menyerang. Suhu dinginnya, bisa meredakan peradangan.
- Saat sedang flu, banyak orang kehilangan nafsu makan. Minum susu adalah cara praktis untuk tetap mengisi asupan kalori, protein, dan vitamin ke dalam tubuh agar proses penyembuhan berjalan optimal.
- Produk olahan susu dan beberapa jenis susu, misalnya yoghurt atau susu kambing, mengandung probiotik (bakteri baik) seperti Lactobacillus dan prebiotik (makanan bagi bakteri baik) yang terbukti mendukung kekebalan tubuh.
- Bagi banyak orang, minum susu hangat sebelum tidur juga bisa membantu tubuh lebih rileks sehingga tidur lebih nyenyak, yang sangat penting untuk pemulihan dari flu atau batuk.
Namun tentu, manfaat ini akan lebih maksimal bila jenis susu yang dikonsumsi adalah susu berkualitas dan kaya nutrisi alami, seperti susu kambing. Sebaliknya, produk seperti susu kental manis, kurang baik karena berisi banyak gula tambahan.
Susu Kambing, Opsi Susu yang Bagus untuk Mengatasi Batuk dan Pilek
Berbeda dengan susu sapi, susu kambing memiliki struktur lemak dan protein yang lebih sederhana dan mudah tercerna. Tak hanya itu, susu kambing terkenal mengandung sejumlah senyawa aktif yang membantu mendukung kesehatan sistem pernapasan dan kekebalan tubuh.
1. Fluorin
Fluorin adalah antiseptik alami yang dikenal mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri penyebab infeksi TBC, seperti Mycobacterium tuberculosis. Dalam kasus batuk ringan akibat flu, fluorin membantu menjaga saluran napas tetap bersih dari infeksi sekunder.
Susu sapi sebetulnya juga memiliki kandungan fluorin. Namun, kadarnya sangat sedikit, tidak sebanyak pada susu kambing. Hal ini menjadikan susu kambing sebagai pilihan yang tepat saat fase pemulihan batuk dan pilek.
2. Kandungan Vitamin

Vitamin A yang tinggi dalam susu kambing berperan dalam pemeliharaan jaringan epitel dan mendukung regenerasi sel paru-paru yang rusak. Vitamin D, di sisi lain, bisa meningkatkan respons imun terhadap infeksi saluran napas, termasuk pada kasus COVID-19 dan pneumonia.
Sementara itu, selenium dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang bisa merusak jaringan pernapasan. Susu kambing juga memiliki zinc yang mampu mendukung pertumbuhan dan pemulihan jaringan paru-paru.
Susu kambing juga mengandung vitamin A dan E yang bersifat antioksidan, membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat peradangan. Vitamin C di dalamnya membantu memperkuat sistem imun untuk melawan virus flu dan pilek.
3. Asam Lemak Rantai Pendek
Kandungan asam lemak, seperti kaprilat, kaproat, dan kaproat dalam susu kambing terbukti memiliki efek anti-mikroba. Ini bisa membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme pengganggu di saluran pernapasan yang memperparah gejala batuk.


