Ketika sedang batuk pilek, sebagian orang memilih berhenti minum susu. Alasannya, susu dianggap dapat membuat dahak bertambah banyak, tenggorokan semakin berlendir, dan batuk lebih sulit sembuh.
Di sisi lain, ada pula yang merasa nyaman menikmati susu hangat ketika sedang kurang sehat. Perbedaan pengalaman ini sering menimbulkan kebingungan: sebenarnya, apakah susu memang memperbanyak dahak?
Jawabannya tidak sesederhana rasa lengket yang muncul setelah minum susu. Untuk memahaminya, kita perlu membedakan produksi lendir di saluran pernapasan dengan sensasi yang terasa di mulut dan tenggorokan.
Daftar Isi
Mengapa Dahak Bertambah saat Batuk Pilek?

Lendir sebenarnya diproduksi secara alami oleh saluran pernapasan. Fungsinya membantu menangkap partikel asing dan menjaga permukaan saluran napas tetap lembap.
Saat terkena infeksi virus penyebab pilek, tubuh meningkatkan respons pertahanan. Lendir bisa terasa lebih banyak atau lebih kental, sementara hidung tersumbat dan tenggorokan tidak nyaman.
Dahak merupakan lendir yang berasal dari saluran pernapasan bagian bawah dan dapat keluar ketika batuk. Jadi, lendir hidung, sensasi tenggorokan berlendir, dan dahak tidak selalu merujuk pada hal yang sama.
Apakah Minum Susu Benar-Benar Menambah Dahak?
Secara umum, bukti ilmiah belum menunjukkan bahwa minum susu otomatis meningkatkan produksi dahak pada orang yang sedang pilek.
Sebuah penelitian pada 60 sukarelawan yang dipaparkan pada virus penyebab pilek mengamati konsumsi susu dan gejala pernapasan. Hasilnya tidak menemukan hubungan bermakna antara banyaknya susu yang diminum dengan berat cairan hidung atau keluhan sumbatan pernapasan.
Tinjauan ilmiah dalam Archives of Disease in Childhood juga menjelaskan bahwa keyakinan susu memperbanyak lendir tidak didukung bukti yang kuat.
Namun, penelitian tentang susu dan lendir masih terbatas. Sebuah uji klinis lain pada orang yang mengeluhkan lendir hidung dan tenggorokan menemukan bahwa kelompok tanpa produk susu melaporkan penurunan keluhan dibandingkan kelompok yang mengonsumsi susu. Penelitian tersebut terutama mengukur persepsi peserta, bukan jumlah dahak yang dihasilkan paru-paru.
Karena itu, hasil penelitian perlu dibaca secara proporsional: sebagian orang memang merasa lebih berlendir setelah minum susu, tetapi hal tersebut belum membuktikan produksi dahak meningkat.
Mengapa Tenggorokan Terasa Lebih Lengket Setelah Minum Susu?

Susu memiliki tekstur yang berbeda dari air putih. Ketika bercampur dengan air liur, susu dapat menimbulkan sensasi lapisan tipis, lebih kental, atau lengket di mulut dan tenggorokan.
Sensasi sementara ini bisa disalahartikan sebagai penambahan lendir, terutama ketika tenggorokan sedang sensitif akibat batuk.
Mayo Clinic menjelaskan bahwa rasa seperti ada lapisan di tenggorokan setelah minum susu tidak sama dengan tubuh memproduksi dahak tambahan.
Jika Anda merasakan hal tersebut, tidak perlu memaksakan diri minum susu ketika sedang sakit. Namun, tidak perlu pula menganggap semua produk susu sebagai penyebab batuk.
Apa yang Sebaiknya yang Dilakukan saat Batuk Pilek?
Jika Anda tetap nyaman minum susu, tidak ada keharusan menghentikannya hanya karena sedang pilek. Susu dapat menjadi bagian dari asupan makanan dan minuman, tetapi bukan obat batuk.
Untuk membantu meredakan keluhan, utamakan istirahat yang cukup, minum cairan sesuai kebutuhan, serta menggunakan larutan garam hidung bila diperlukan. Madu dapat membantu meredakan batuk pada orang dewasa dan anak berusia setidaknya satu tahun, tetapi tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah satu tahun.
Perhatikan pula kenyamanan pribadi. Jika minum susu membuat tenggorokan terasa tidak enak atau memicu keluhan pencernaan, pilih minuman lain yang sesuai sampai kondisi membaik.
Kapan Batuk Perlu Diperiksakan?
Jangan hanya mengaitkan batuk berkepanjangan dengan makanan atau minuman. Periksakan diri apabila demam berlangsung lebih dari empat hari, gejala tidak membaik setelah sepuluh hari, atau keluhan sempat membaik lalu memburuk kembali.
Segera cari pertolongan jika muncul sesak napas, dehidrasi berat, atau pembengkakan tenggorokan setelah minum susu.
Anggapan bahwa setiap kali minum susu saat batuk pilek pasti membuat dahak bertambah banyak tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Sensasi tenggorokan lebih kental setelah minum susu dapat terjadi tanpa peningkatan produksi lendir.
Anda dapat menyesuaikan konsumsi susu dengan kenyamanan dan kondisi kesehatan. Yang terpenting, tetap penuhi kebutuhan cairan, istirahat, dan jangan mengabaikan tanda penyakit yang memerlukan pemeriksaan.
