Naik KRL, bus kota, angkot, atau transportasi umum lainnya memang jadi favorit banyak orang untuk bepergian, terutama di kota-kota besar. Namun, bukan tanpa risiko, terkadang nyeri otot dan sendi timbul pasca menaiki transportasi umum ini.
Transportasi umum memang dianggap lebih hemat biaya, efisien, dan juga ramah lingkungan. Sayangnya, akibat keterbatasan ruang, terkadang kita perlu berdiri lama, membawa beban berat, atau berdesak-desakan selama perjalanan.
Nyeri otot dan sendi bukan sekadar rasa tidak nyaman biasa. Bila kita biarkan terus-menerus, kondisi ini tentunya bisa mengganggu aktivitas. Untung, ada beberapa cara yang bisa kita coba untuk mencegah nyeri otot dan sendi saat menaiki transportasi umum.
Daftar Isi
Penyebab Nyeri Otot dan Sendi saat Naik Transportasi Umum

Salah satu biang keladinya adalah posisi duduk yang tidak ergonomis di transportasi umum. Kursi yang sempit, minimnya penyangga untuk punggung bawah, dan ruang kaki yang terbatas memaksa tubuh untuk berada dalam postur yang kurang nyaman.
Belum lagi jika kita harus berdiri berlama-lama, terutama di jam-jam sibuk, beban pada sendi lutut dan pinggul menjadi tidak seimbang, dan otot-otot terpaksa berkontraksi terus-menerus untuk menjaga keseimbangan.
Selain itu, getaran konstan dari kendaraan (atau sebutannya whole body vibration) juga menjadi faktor penting. Getaran ini, terutama jika berlangsung lama, bisa menyebabkan mikro-trauma pada otot, sendi, dan bahkan cakram tulang belakang.
Kondisi ini membuat otot dan sendi, terutama di bagian leher, bahu, punggung, pinggang, dan lutut, bekerja dengan ekstra. Tanpa penanganan yang tepat, bisa terjadi ketegangan otot yang kronis, bahkan peradangan pada sendi.
Cara Mencegah Nyeri Otot dan Sendi saat Naik Transportasi Umum
Bagi kita yang pergi dan pulang menggunakan transportasi umum, tidak ada pilihan lain selain beradaptasi dengannya. Berikut ini adalah beberapa cara mencegah nyeri otot dan sendi saat naik transportasi umum.
1. Jaga Postur Tubuh

Saat duduk, duduklah dengan posisi tegak, bahu rileks, dan kedua kaki menapak lantai. Jangan menyilangkan kaki terlalu lama. Selain itu, gunakan sandaran punggung jika ada, atau letakkan benda kecil seperti scarf atau jaket sebagai penopang punggung bawah.
Namun, jika berdiri, sebisa mungkin berdiri dengan tegak, dengan berat badan terbagi rata di kedua kaki. Hindari menyender ke satu sisi, terutama jika tangan memegang gantungan. Jangan mengunci lutut, sesekali tekuk ringan atau ubah posisi berdiri agar sirkulasi tetap lancar.
2. Peregangan di Tengah Perjalanan
Meski ruang gerak terbatas, kita tetap bisa melakukan stretching mikro. Peregangan ini dapat membantu mengurangi kekakuan otot, memperlancar aliran darah, dan mencegah kelelahan otot jangka panjang. Contohnya seperti apa?
- Putar pergelangan tangan dan kaki perlahan.
- Angkat bahu ke atas, tahan 3 detik, lalu lemaskan.
- Kontraksikan otot paha dan bokong secara ringan selama beberapa detik.
- Berdiri atau berjalan sebentar saat menunggu di stasiun atau terminal.
3. Gunakan Tas Ergonomis

Ransel dua tali lebih disarankan daripada tas jinjing atau selempang, terutama bila membawa beban barang yang berat. Selain itu, pilihlah ransel yang punya bantalan empuk di bahu dan penyangga punggung, serta tali pinggang tambahan jika membawa beban besar.
Hindari penggunaan tas selempang yang memaksa diri membawa beban berat di satu sisi saja, karena bisa menyebabkan ketegangan otot punggung dan bahu yang tidak seimbang. Terlebih, jika kita membawa tas sambil berdiri.
4. Kenakan Sepatu yang Nyaman
Sepatu dengan bantalan empuk, sol fleksibel, dan dukungan arch yang baik akan membantu menyerap tekanan saat kita berdiri atau berjalan jauh. Sepatu jenis ini, tidak akan kita dapati pada sepatu hak tinggi, sandal tipis, dan sepatu yang sempit atau longgar.
5. Selalu Sedia Minyak Aromaterapi
Minyak kayu putih, balsam jahe, atau aromaterapi peppermint bisa kita gunakan sebagai solusi instan untuk meredakan pegal-pegal ringan selama perjalanan. Oleskan di area pundak, punggung, atau kaki jika terasa nyeri.
Manfaat lainnya, minyak aromaterapi juga bisa membantu relaksasi pikiran, meningkatkan sirkulasi darah lokal, serta mengurangi ketegangan akibat stres dan polusi selama perjalanan.
Nyeri Otot dan Sendi Pasca Naik Transportasi Umum, Apa Solusinya?
Jika rasa nyeri tetap muncul meskipun kita sudah berusaha mencegahnya, lakukan perawatan ringan berikut di rumah. Berikut adalah beberapa cara mengatasi nyeri otot dan sendi bagi pengguna transportasi umum.
1. Kompres atau Mandi Air Hangat
Salah satu cara tercepat dan paling praktis untuk meredakan nyeri otot dan sendi setelah menggunakan transportasi umum adalah dengan melakukan kompres dingin. Suhu dingin efektif dalam mengurangi peradangan dalam tubuh.
Namun, hindari meletakkan es batu langsung ke kulit karena bisa menimbulkan iritasi. Sebaiknya, ambil beberapa potongan es dari dalam freezer, lalu bungkus menggunakan kain bersih, handuk, atau waslap.
Sebagai alternatif, kita juga dapat mencoba terapi panas dengan mandi air hangat sepulang beraktivitas. Air hangat bisa membantu mengurangi rasa kaku pada otot maupun sendi yang tegang.
2. Hindari Aktivitas Berat
Setelah mengalami nyeri otot/sendi, hindari aktivitas fisik berat seperti angkat beban atau naik-turun tangga berlebihan. Namun, tetap lakukan gerakan ringan seperti berjalan kaki santai atau peregangan agar otot tidak makin kaku.
3. Pijat
Bagi sebagian orang, pijat menjadi solusi yang sangat efektif untuk meredakan nyeri otot dan sendi setelah bepergian dengan transportasi umum. Tak hanya membantu mengendurkan otot dan sendi yang tegang, pijatan juga mampu mengurangi rasa sakit.
Namun, jika berniat melakukan pijat, pastikan terapis yang kita pilih memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni di bidang ini, supaya hasilnya maksimal dan tentunya aman bagi tubuh.
4. Minum Susu Kambing Merapi
Sebagai pelengkap gaya hidup sehat dan mencegah nyeri terulang kembali, kita bisa mengonsumsi Susu Kambing Merapi. Produk ini mengandung kalsium tinggi yang baik untuk tulang, protein untuk bantu regenerasi otot, dan agen anti-inflamasi untuk redakan nyeri sendi.
Susu kambing etawa juga dikenal lebih mudah dicerna daripada susu sapi dan minim efek samping, cocok untuk dikonsumsi rutin sebagai bagian dari perawatan dari dalam tubuh, sebagai pencegah nyeri otot dan sendi bagi pengguna transportasi umum.


