Lomba 17 Agustus seperti panjat pinang, balap karung, dan tarik tambang memang selalu kita nanti-nanti. Namun, efek keseruannya terkadang baru terasa keesokan harinya saat badan mendadak terkena nyeri dan pegal.
Tenang saja, ternyata hal seperti ini sangat wajar. Apalagi kalau Anda termasuk jarang berolahraga tapi tiba-tiba gaspol melakukan aktivitas fisik yang berat seperti lomba Agustusan. Lantas, bagaimana pertolongan pertamanya?
Penyebab Badan Mendadak Terasa Pegal

Secara medis, kondisi ini dikenal dengan Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Menurut dr. Oryza Satria, Sp.O.T.(K), dari Mayapada Hospital, DOMS adalah reaksi alami tubuh setelah melakukan aktivitas yang lebih berat atau berbeda dari rutinitas biasanya.
“Nyeri biasanya mulai terasa beberapa jam setelah aktivitas dan sering paling terasa sekitar 24-72 jam kemudian,” kata dr. Oryza. Artinya, ini sangat normal jika Anda baru merasa pegal-pegal 1-3 hari setelah acara berlalu. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh kita?
“Konsep terbaru mengatakan DOMS berkaitan stres mekanik pada otot dan jaringan di sekitarnya. Memicu reaksi peradangan ringan dan membuat saraf nyeri menjadi lebih sensitif,” sambung dr. Oryza.
Sederhananya, otot tubuh kita kaget karena menerima beban dadakan dari aktivitas lomba. Kondisi inilah yang memicu peradangan ringan pada otot, sehingga saraf-saraf di sekitarnya menjadi lebih mudah terasa sakit saat kita bergerak.
Cara Mengatasi Pegal-Pegal Pasca Lomba

Untuk mengatasi rasa pegal mendadak akibat DOMS, solusinya ternyata cukup sederhana. “Tak perlu bed rest total. Kalau hanya pegal biasa, tubuh umumnya akan pulih dalam beberapa hari,” pesan dr. Oryza.
Selain pegal, aktivitas lomba juga berisiko menyebabkan cedera yang lebih serius akibat insiden seperti terjatuh, hilang keseimbangan, atau tarikan lawan yang terlalu kuat. Cedera tersebut umumnya berupa keseleo, otot tertarik, atau cedera sendi.
Apabila kondisi cedera terjadi, dr. Oryza membagikan panduan pertolongan pertama yang tepat. “Prinsip pertamanya adalah jangan panik dan jangan mencoba membetulkan sendiri sendi yang terlihat bergeser,” tegas dr. Oryza.
Tindakan memaksakan sendi kembali ke posisi semula justru berisiko memperparah kerusakan pada otot dan saraf. Jika terasa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh akibat insiden, langkah pertolongan pertama terbaik adalah mengistirahatkan bagian tubuh tersebut.
“Kalau bahu, siku, jari, atau pergelangan tampak berubah bentuk, hentikan aktivitas dan pertahankan anggota tubuh pada posisi yang paling nyaman. Bisa diberikan penyangga sederhana, kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk evaluasi,” lanjut dr. Oryza.
Anda bisa menggunakan kain atau mitela sebagai penyangga sementara agar bagian yang cedera tidak banyak bergerak selama perjalanan menuju klinik atau rumah sakit. Sementara itu, untuk penanganan luka luar, perawatannya jauh lebih sederhana.
“Luka lecet sebaiknya dibersihkan dengan air mengalir dan ditutup dengan balutan bersih,” saran dr. Oryza. Cukup bilas perlahan luka akibat terseret tali tambang atau aspal dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran, lalu tutup dengan perban.
Terakhir, jika terjadi cedera memar tanpa luka terbuka, kamu bisa menggunakan kompres dingin (es) sambil mengangkat bagian tubuh yang cedera sedikit lebih tinggi (elevasi) untuk mengurangi bengkak.
Penutup
Nah, perawatan tulang dan sendi dari luar tentu harus terus kita imbangi dengan nutrisi dari dalam. Agar tulang, otot, dan sendi tidak gampang loyo meski aktivitas padat, kita juga bisa rutin mengonsumsi Susu Kambing Merapi.
Susu bubuk praktis ini diformulasikan khusus untuk menjaga kepadatan tulang serta merawat dan mengatasi kesehatan otot dan persendian. Dengan postur yang baik dan nutrisi tepat dari susu kambing, tubuh bakal lebih fit, leluasa bergerak, dan bebas dari penyakit!

