Ahli Sarankan Banyak Makan Buah dan Sayur agar Gigi Awet!

Ahli Sarankan Banyak Makan Buah dan Sayur agar Gigi Awet!

Gaya hidup dan pola makan saat ini banyak berubah. Kini, orang lebih suka mengonsumsi makanan manis dan bertekstur lunak. Tanpa kita sadari, kebiasaan baru ini justru membuat gigi tidak sehat dan tidak awet.

Makanan lunak dan manis ini mudah menempel di sela gigi, membentuk plak yang kemudian menjadi asam oleh bakteri. Nah, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan adalah cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mulut.

Gigi Awet dengan Pembersih Alami Buah dan Sayur

Buah dan Sayur Bisa Membuat Gigi Sehat dan Awet

Secara medis, mengunyah makanan berserat tinggi memicu reaksi biologis dan mekanis yang sangat baik untuk gigi. Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., menjelaskan bahwa proses pengunyahan atau mastikasi ini bekerja membersihkan sisa makanan.

“Pengunyahan itu bahasa kedokterannya mastikasi, ya, karena proses pengunyahan ini, sebenarnya ada proses pembersihan secara alami,” ungkap Prof. Suryono saat konferensi pers Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) di Jakarta, Jumat (17/9/2026).

Beda dengan pangan olahan, serat buah dan sayur tak gampang menempel di gigi. Prof. Suryono juga mengingatkan bahaya tersembunyi makanan lunak. Karena sifatnya yang lengket, sisa makanan ini mudah menjadi sarang bakteri untuk berkembang biak.

Saat bakteri mencerna sisa makanan di gigi, mereka menghasilkan zat asam. Asam inilah yang memicu gigi rusak, keropos, dan akhirnya berlubang. Oleh karena itu, rutin mengunyah makanan berserat sangat disarankan agar proses self-cleansing berjalan maksimal.

“Sehingga, kami sarankan, silakan makan makanan yang berserat, agar ada proses pengunyahan. Sehingga, proses yang namanya self-cleansing, pembersihan secara alami itu bisa jalan,” imbau Prof. Suryono.

Efek Gula dan Serat untuk Kesehatan Gigi

Ilustrasi Periksa Gigi

Selain membersihkan secara fisik, serat buah dan sayur juga memiliki peran biologis yang penting. Menurut Dr. Andi Tajrin, drg., M.Kes., Sp.B.M.Mf., serat dan gula ibarat musuh bebuyutan di dalam mulut.

“Jadi, serat dan gula itu bertentangan. Gula itu meningkatkan bakteri yang menyebabkan kerusakan dalam rongga mulut. Serat dan makanan air yang memperlancar air liur dan seterusnya, itu juga merangsang bakteri yang menguntungkan untuk rongga mulut,” ucap drg. Tajrin.

Gula memicu pertumbuhan bakteri jahat yang merusak mulut. Sebaliknya, asupan serat dan air putih merangsang produksi air liur yang kaya bakteri baik. Aliran air liur ini sangat penting karena bakteri baik di dalamnya langsung bekerja menekan perkembangbiakan bakteri perusak.

“Serat sayur dan air putih itu sangat bermanfaat. Karena ia merangsang pertumbuhan bakteri yang normal yang akan mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak normal. Tadi Streptococcus mutans, dia dihambat oleh Streptococcus salivarius,” lanjut drg. Tajrin.

Penutup

Memperbanyak sayur, buah, dan rutin minum air putih adalah cara menjaga gigi awet yang sangat murah. Lewat kebiasaan sederhana mengunyah makanan berserat, mekanisme self-cleansing akan bekerja otomatis untuk mencegah gigi berlubang.

Selain itu, susu kambing bisa menjadi solusi karena mengandung kalsium yang mudah diserap tubuh untuk menyehatkan tulang dan gigi. Mengingat kondisi gigi secara alami akan terus menurun, perawatan rutin sangatlah penting.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.