Sakit gigi bukan hanya masalah anak-anak atau orang tua saja. Ibu menyusui juga termasuk orang yang paling rentan merasakan sakit gigi, misalnya gigi ngilu, gusi berdarah, atau bahkan rapuh dan mudah berlubang. Sebagian orang meyakini penyebabnya adalah kekurangan kalsium.
Daftar Isi
Kenapa Kalsium Begitu Penting untuk Ibu Menyusui?
Kalsium adalah mineral penting yang berperan besar saat pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi. Selama masa menyusui, tubuh ibu akan beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya, termasuk kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya.
Menariknya, tubuh ibu memiliki mekanisme luar biasa selama masa menyusui. Meskipun kebutuhan meningkat, kemampuan tubuh menyerap kalsium dari makanan justru ikut meningkat. Ini menjadi bentuk adaptasi alami agar si kecil tetap mendapatkan gizi terbaik dari ASI.
Sayangnya, jika asupan kalsium dari makanan tidak mencukupi, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang dan gigi ibu. Inilah yang menjadi penyebab kenapa tulang menjadi lebih rapuh dan gigi mulai terasa nyeri atau sensitif.
Kurangnya Kalsium Jadi Penyebab Ibu Menyusui Sering Sakit Gigi?

Menurut Birgitta Laure, pakar kebugaran dan nutrisi prenatal dari California, tubuh ibu menyusui mengalami transfer nutrisi ke bayi yang sangat intens, termasuk kalsium. Asupan nutrisi ibu sebagian akan tersalur ke bayi melalui ASI.
Jika tidak dibarengi dengan asupan yang seimbang, ini bisa membuat tubuh ibu kekurangan cadangan kalsium, terutama pada jaringan keras seperti gigi dan tulang. Inilah kenapa ibu menyusui wajib mencukupi asupan kalsiumnya.
Beberapa dokter gigi bahkan menyebutkan bahwa ibu menyusui dengan gejala nyeri gigi yang kronis atau kerusakan gigi parah bisa disarankan untuk menyapih lebih awal jika kondisi giginya memang tidak memungkinkan.
Namun, penting untuk kita ingat bahwa kekurangan kalsium bukan satu-satunya penyebab sakit gigi pada ibu menyusui. Banyak faktor lain yang juga ikut berperan, seperti kebersihan gigi atau tumbuhnya gigi bungsu.
Berapa Banyak Kalsium yang Dibutuhkan Ibu Menyusui?
Menurut data Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebutuhan kalsium harian untuk wanita usia 19-49 tahun, termasuk yang sedang menyusui, adalah 1.000 miligram per hari. Kadar tersebut adalah jumlah minimal agar fungsi tubuh berjalan optimal.
Daftar Asupan Kaya Kalsium
- Produk susu, seperti susu, yoghurt, dan keju.
- Telur dan ikan, seperti sarden, salmon dengan tulang lunak.
- Sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, kangkung, dan sawi.
- Makanan berbasis kedelai, seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti almond, chia seed, wijen.
- Makanan yang diperkaya kalsium, seperti sereal, jus jeruk, dan roti tertentu.
Susu kambing bisa menjadi pilihan bagi ibu menyusui. Laktosanya lebih rendah, susu kambing lebih mudah dicerna. Susu kambing juga kaya dengan kalsium dan protein, bahkan lebih banyak daripada susu sapi. Ia juga memiliki antibodi alami yang mendukung kesehatan ibu dan bayi.
Menurut Baby Center, susu kambing bahkan memiliki zat antibodi yang mirip ASI. Berbagai kombinasi asupan nutrisi tersebut, selain bagus untuk ibu menyusui, juga bermanfaat untuk meningkatkan dan melancarkan produksi ASI.

Penyebab Sakit Gigi Lainnya pada Ibu Menyusui
Seperti pembahasan di atas, kekurangan kalsium bukanlah satu-satunya penyebab sakit gigi pada ibu menyusui. Ada banyak faktor lain yang juga ikut berperan. Berikut adalah penyebab lain dari sakit gigi pada ibu menyusui.
1. Kurangnya Kebersihan Gigi
Setelah melahirkan, perhatian ibu banyak tersita untuk si kecil. Waktu tidur yang minim dan rutinitas menyusui yang padat membuat ibu kerap abai dengan rutinitas kebersihan mulut. Menyikat gigi dua kali sehari bisa saja terlewat, begitu juga dengan flossing atau berkumur antiseptik.
Akibatnya, plak menumpuk dan berkembang menjadi karang gigi. Bakteri pun akan lebih mudah menyerang dan menimbulkan radang, infeksi, serta infeksi gusi dan sakit gigi. Saat gigi sakit, ada baiknya mengecek ulang, apakah kebersihan gigi sudah terjaga?
2. Perubahan Hormon
Selama menyusui, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron mengalami fluktuasi. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi kesehatan mulut, membuat gusi lebih sensitif, mudah berdarah, dan mempercepat kerusakan gigi.
3. Tumbuhnya Gigi Bungsu

Ibu menyusui yang berusia antara 17-25 tahun bisa mengalami pertumbuhan gigi bungsu. Gigi ini sering tumbuh tidak sempurna, terpendam sebagian di gusi, atau miring, sehingga menyebabkan nyeri yang hebat dan pembengkakan.
Sayangnya, prosedur cabut gigi bungsu saat menyusui tidak bisa sembarangan karena menyangkut anestesi dan pemulihan. Konsultasi ke dokter gigi sangat disarankan sebelum mengambil tindakan jika mengalami hal ini.
4. Banyak Makan Manis
Ibu menyusui sering merasa lapar dan menginginkan camilan. Jika camilan yang dikonsumsi cenderung tinggi gula atau asam (seperti biskuit manis, minuman bersoda, atau permen), hal ini akan mempercepat pembentukan plak dan gigi berlubang.

