Kebanyakan dari kita, pasti pernah mengalami nyeri sendi. Di sisi lain, obat gosok selalu menjadi solusi pertama saat nyeri sendi menyerang. Rasanya hangat, nyaman, nyeri pun hilang. Namun, tahukah kalian? Efek obat gosok ternyata hanya sementara.
Nah, menurut dr. Ade Sri Wahyuni, Sp.RM, dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta Selatan, obat gosok tak cukup ampuh untuk mengatasi nyeri sendi secara tuntas. Kenapa? Jawabannya terletak pada cara kerja nyeri itu sendiri dan cara penanganannya.
Daftar Isi
Pertolongan Pertama yang Tepat saat Nyeri Sendi Menyerang

Sebelum membahas lebih jauh tentang obat gosok, penting kita ketahui apa yang seharusnya kita lakukan saat nyeri sendi akut menyerang, misalnya setelah cedera. dr. Ade menjelaskan bahwa prinsip pertolongan pertama yang paling efektif adalah RICE.
- Rest, atau istilahnya adalah istirahatkan sendi, segera hentikan aktivitas yang memicu nyeri. Kita perlu memberi sendi waktu untuk beristirahat agar kondisinya tidak semakin parah.
- Ice, atau kompres dengan es, tempelkan kompres es dingin di area yang nyeri selama 15-20 menit. Ini membantu mengurangi pembengkakan, membuat otot rileks, dan meredakan rasa sakit.
- Compression, alias bebat, jika sendi bengkak, kita dapat membalutnya dengan perban elastis. Tujuannya adalah untuk memberi topangan dan mengurangi pembengkakan yang lebih lanjut.
- Elevation, atau meninggikan posisi bagian yang nyeri. Letakkan sendi yang sakit di posisi yang lebih tinggi dari jantung. Misalnya, jika lutut kita yang sakit, letakkan kaki di atas bantal saat kita berbaring.
Pemberian Obat Gosok saat Nyeri Sendi Hanya Efektif di Permukaan

Lebih lanjut lagi, dr. Ade menjelaskan bahwa obat gosok dengan kandungan mentol atau zat sejenis memang memberikan sensasi hangat. Sensasi ini membuat pembuluh darah di area lokal melebar dan otot menjadi lebih rileks, sehingga rasa nyeri berkurang.
Namun, efek ini hanya bekerja di permukaan saja. “Efeknya hanya mengurangi nyeri pada area lokal (saja), misalnya di lutut,” tutur dr. Ade. Ini ibarat memadamkan api kecil di permukaan, padahal sumber api dan masalahnya ada di dalam.
Akar masalah nyeri sendi, biasanya adalah peradangan, kerusakan jaringan, atau masalah pada tulang. Nyeri sendi sering kali menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres di dalam. Misalnya, masalah otot dan jaringan sekat yang tertekan karena menopang sendi, dan sejenisnya.
Hal seperti inilah yang bisa menyebabkan otot kaku, pembengkakan, dan bahkan perubahan bentuk sendi (deformitas) jika dibiarkan. Nah, sayangnya obat gosok, menurut dr. Ade hanya bekerja di permukaan dan belum bisa mengatasi hal seperti ini.
Nah, untuk mengatasi nyeri sendi dari dalam, kita bisa memakai obat anti-inflamasi dan fisioterapi. Selain itu, asupan protein dan kalsium juga penting agar pemulihannya lebih cepat. Asupan nutrisi nyeri sendi, salah satunya bisa didapat dari susu kambing etawa.

Cara Mencegah Kambuhnya Nyeri Sendi dengan Mudah

Untuk mencegah nyeri sendi, ada dua hal yang sangat ditekankan oleh dr. Ade, yakni latihan fisik dan yang tidak kalah penting adalah menurunkan berat badan, terutama bagi penderita obesitas yang sangat berisiko terkena nyeri sendi.
Latihan fisik harus dilakukan secara teratur, minimal 30 menit setiap hari. Untuk pilihan olahraganya sendiri, yang dr. Ade sarankan adalah berenang, berjalan biasa, atau bersepeda. Tidak perlu jenis olahraga yang terlalu berat.
Bagi orang dengan obesitas, dr. Ade menyarankan untuk menghindari aktivitas seperti treadmill, lari, atau olahraga yang memberikan tekanan berlebih pada lutut. Pilihan yang lebih aman adalah sepeda statis, karena tidak terlalu membebani sendi.
Lebih lanjut lagi, kelebihan berat badan bisa memberi beban yang ekstra pada sendi, terutama lutut, sehingga memudahkan nyeri sendi muncul. Oleh karena itu, menurunkan berat badan adalah langkah yang juga penting.

