Aturan Waktu Tidur Setelah Sahur Supaya GERD Tidak Kambuh

Aturan Waktu Tidur Setelah Sahur Supaya GERD Tidak Kambuh

Siapa yang tak merasa ngantuk berat setelah makan sahur? Perut sudah kenyang, udara subuh masih dingin, ini adalah godaan paling umum saat bulan Ramadan. Sayangnya, tidur setelah sahur terkadang bisa memicu GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) kambuh.

Kebiasaan menarik selimut setelah sahur ini, diam-diam menyimpan bahaya untuk pencernaan kita. Nah, pernahkah Anda merasa mual, dada terasa panas (heartburn), atau tenggorokan terasa tidak nyaman saat bangun pagi? Bisa jadi, itu akibat langsung tidur setelah sahur.

Kenapa Langsung Tidur Setelah Sahur Bisa Bikin GERD Kambuh?

Tidur Setelah Sahur Memicu GERD Kambuh

Saat kita makan, lambung akan memproduksi asam untuk mencerna makanan tersebut. Nah, berbaring setelah makan, posisi tubuh yang mendatar akan membuat asam lambung dan sisa makanan yang sedang tercerna dengan mudah mengalir naik kembali ke arah kerongkongan.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, Sp.PD-KGEH, melalui laman detikHealth menjelaskan bahwa tubuh kita pada dasarnya beradaptasi dengan perubahan jam makan dan tidur selama Ramadan. Namun, ini tak bisa jadi alasan untuk langsung rebahan setelah makan.

“Setelah sahur jangan langsung tidur. Karena bisa meningkatkan risiko asam lambung naik. Isi lambung yang naik ini bisa menyebabkan GERD dan keluhan lainnya, seperti rasa nyeri atau mual,” jelas dr. Aru.

Waktu Tidur yang Tepat Setelah Sahur untuk Mencegah GERD Kambuh

Khawatir tidur setelah sahur bikin GERD kambuh, lantas, bagaimana solusinya kalau mata sudah benar-benar tidak bisa diajak kompromi? Menurut dr. Aru, kuncinya ada pada pemberian waktu jeda pencernaan.

Akan lebih baik untuk memberikan jeda setidaknya dua jam setelah sahur sebelum Anda kembali merebahkan diri di kasur. Waktu dua jam ini sangat krusial karena memberikan kesempatan bagi lambung untuk mencerna makanan dan mengirimkannya ke usus.

Alhasil, perut sudah relatif kosong saat tubuh berbaring. Dengan memberikan jeda yang cukup, kita bisa tidur dengan nyenyak tanpa perlu khawatir terbangun dengan rasa mual atau dada terbakar. Insya Allah, puasa juga makin lancar, ibadah jalan, dan pencernaan tetap sehat.

Tips Mencegah Maag dan GERD Kambuh saat Puasa Ramadan

Bagi penderita maag atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), adaptasi jam makan yang baru saat bulan Ramadan memang cukup tricky dan rentan bikin asam lambung naik. Nah, berikut ini cara mencegah supaya maag tidak kambuh saat puasa.

1. Wajib Makan Sahur

Menyiapkan Sahur, Mencegah Maag saat Puasa

Sering kesiangan atau malas makan saat dini hari? Nah, tolong hindari kebiasaan ini, ya. Bagi penderita maag, lambung yang kosong terlalu lama (lebih dari 14 jam) adalah musuh utama yang bikin lambung perih.

Coba usahakan selalu bangun untuk sahur. Tips dari kami, makanlah mendekati waktu imsak. Tujuannya simpel, untuk memperpendek waktu perut kosong di siang hari. Ingat, asam lambung biasa akan mulai meronta biasanya di jam 10 pagi sampai 12 siang.

Jika kita sahur mepet imsak, cadangan energi masih cukup aman di jam-jam rawan tersebut. Lebih baik lagi, sahurlah dengan asupan karbohidrat kompleks. Nasi merah, kentang, atau oatmeal itu jauh lebih oke daripada nasi putih karena proses cernanya lebih lambat.

2. Jangan Menunda Berbuka

Kalau azan Magrib sudah berkumandang, tinggalkan pekerjaan, lupakan dulu kemacetan (kalau bisa menepi), dan segeralah membatalkan puasa. Menunda berbuka sama saja membiarkan perut kosong lebih lama, dan ini memancing asam lambung untuk naik.

Mulailah dengan asupan yang ringan, misalnya air hangat dan kurma. Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering, supaya lambung tidak bekerja terlalu keras secara mendadak. Jangan mentang-mentang lapar, jangan langsung balas dendam dengan porsi segunung.

3. Perbanyak Asupan Serat

Sayuran Asupan Serat

Ketika sahur, pastikan ada sayur atau buah di piring kita. Serat itu cocok dikonsumsi saat puasa, karena tubuh kita tidak bisa mencernanya seratus persen. Akibatnya, serat akan mengganjal perut lebih lama dan memberikan rasa kenyang yang awet.

Secara medis, makanan berserat bisa memperlambat pengosongan lambung. Kalau lambung tidak cepat kosong, asam lambung tidak akan punya kesempatan untuk mengiritasi dinding lambung. Serat juga bantu menurunkan tekanan pada katup kerongkongan.

4. Jangan Tidur Setelah Sahur

Mata memang berat setelah sahur, tapi tolong tahan godaan untuk kembali ke kasur. Saat kita makan, tubuh akan memproduksi banyak asam untuk mencernanya. Kalau kita langsung tiduran, posisi lambung jadi sejajar dengan kerongkongan.

Akibatnya, asam lambung yang cair itu mudah sekali mengalir balik ke atas (refluks). Inilah yang bikin dada terasa panas (heartburn) dan tenggorokan tidak enak. Berilah jeda minimal 2-3 jam setelah makan kalau mau tidur lagi.

5. Hindari Makanan Pemicu Maag

Minuman Penyebab Maag

Kita semua tahu godaan gorengan, sambal, dan es kopi saat berbuka itu luar biasa berat. Namun, demi kesehatan, mari kita rem dulu. Selain asupan tersebut, kita juga perlu menghindari dulu jenis makanan berikut.

  • Makanan berminyak, berlemak, dan bersantan.
  • Makanan dengan rasa asam atau pedas.
  • Kafein (teh, kopi) hingga minuman bersoda.
  • Makanan instan, olahan, dan kalengan.

6. Sedia Obat Maag

Kalau memang Anda punya riwayat maag, jangan ragu untuk menyiapkan obat maag seperti antasida. Antasida bekerja menetralkan asam lambung dengan kandungan magnesium dan kalsiumnya.

Lantas, karena puasa, kapan meminumnya? Minumlah saat sebelum sahur, saat berbuka (sebelum makan berat), atau sebelum tidur malam. Kecuali jika punya resep obat khusus dari dokter (misalnya obat jenis Omeprazole atau Lansoprazole), ikutilah petunjuknya.

Selain berbagai solusi di atas, susu kambing juga bisa menjadi opsi minuman yang cocok kita gunakan untuk mencegah maag saat puasa. Dengan nutrisi lengkap, kecernaan mudah, dan sifat alkalinya, susu kambing bisa membantu menetralkan pH lambung saat puasa.

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.