Manfaat Instan pada Tubuh saat Jalan Kaki Selama 60 Menit

Manfaat Instan pada Tubuh saat Jalan Kaki Selama 60 Menit

Jalan kaki sering dianggap sebagai aktivitas fisik yang paling sederhana, mudah dilakukan, dan tidak memerlukan peralatan khusus. Namun, di balik kesederhanaannya, jalan kaki menyimpan sejumlah manfaat yang bisa kita rasakan secara instan, walau dilakukan dengan durasi satu jam saja.

Mengutip dari laman Times of India, setiap durasi jalan kaki, mulai dari 5 menit, 10 menit, hingga 60 menit, memiliki dampak yang berbeda-beda bagi tubuh. Yang pasti, jalan kaki tidak hanya baik untuk fisik saja, tetapi juga mental dan kesehatan tubuh secara keseluruhan juga.

Jalan Kaki Layak Menjadi Rutinitas

Manfaat Instan Jalan Kaki

Jalan kaki termasuk jenis olahraga dengan risiko cedera yang sangat rendah, bahkan bagi pemula atau orang yang belum terbiasa berolahraga. Jenis olahraga ini bisa cocok untuk semua usia, bahkan bagi usia lanjut sekali pun.

Jalan kaki juga tidak memerlukan tempat khusus, bisa di taman, trotoar, mall, atau cukup keliling komplek rumah. Dan serunya lagi, gratis, tidak perlu bayar membership gym atau beli alat-alat olahraga yang mahal. Bisa kita lakukan kapan pun dan di mana pun.

Selain itu, jalan kaki juga sangat fleksibel, kita bisa melakukannya sendirian, bersama teman, sambil ngobrol, menyimak podcast, atau kegiatan lainnya. Fleksibilitas jalan kaki juga mencakup intensitasnya, kita bebas melakukannya dengan intensitas rendah ataupun tinggi, tergantung kemampuan fisik masing-masing.

Manfaat Instan Jalan Kaki 60 Menit

Sesuai ulasan di atas, jalan kaki memiliki banyak manfaat dan kelebihan dibanding olahraga lainnya. Namun, seberapa besar manfaat yang bisa kita rasakan dalam 60 menit jalan kaki? Melansir dari Times of India, berikut adalah penjelasannya.

5 Menit Pertama, Pemanasan

Begitu kaki mulai melangkah, tubuh langsung merespons. Detak jantung akan sedikit naik, pembuluh darah melebar, lalu aliran darah semakin lancar. Oksigen akan mulai mengalir deras ke otak dan otot-otot besar di bagian bawah tubuh.

Di waktu yang sama, sistem saraf juga mulai memberi sinyal kepada tubuh agar lebih siap beraktivitas. Nah, jalan kaki ringan selama lima menit seperti ini, sudah cukup untuk membantu melepaskan ketegangan otot akibat duduk dan diam terlalu lama.

10-15 Menit, Otot Mulai Menyesuaikan

Di fase ini, napas mulai terasa lebih dalam dan teratur, sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih lancar. Otot-otot utama, seperti paha, betis, dan gluteus juga mulai bekerja lebih aktif menghabiskan energi dari simpanan gula glukosa.

Tubuh pun mulai membakar kalori, sekitar 50 sampai 70 kalori, tergantung dari kecepatan jalan dan berat badan kita. Bukan cuma itu, jalan kaki bisa membantu gerak usus, membuat proses pencernaan lebih lancar. Karena itu, jalan kaki juga cocok dilakukan setelah makan, tetapi dengan jeda waktu yang pas, ya.

20-30 Menit, Tubuh Mulai Membakar Lemak

Di tahap ini, sistem metabolisme tubuh mulai berubah cukup drastis. Setelah energi dari gula glukosa habis, tubuh mulai memakai lemak sebagai bahan bakar utama. Nah, ini jadi fase yang penting buat yang sedang fokus menjaga berat badan.

20-30 menit berjalan, hormon stres seperti kortisol juga mulai menurun. Sebagai gantinya, tubuh memproduksi endorfin, hormon bahagia, yang membuat tubuh merasa lebih rileks dan mood menjadi lebih enak. Karena itu, jalan kaki rutin juga terbukti bisa bantu mengurangi depresi dan kecemasan ringan.

40-50 Menit, Baik untuk Jantung

Di fase ini, otot-otot besar, seperti paha belakang, bokong, betis, dan otot inti mulai bekerja lebih maksimal. Jika rute jalannya melewati tanjakan atau naik turun tangga, efek latihannya akan makin terasa karena tubuh harus bekerja lebih keras.

Total kalori yang terbakar sejauh ini bisa sampai 150-250 kalori, tergantung seberapa cepat dan intens jalan kita. Ini juga jadi waktu di mana napas dan detak jantung sudah stabil, sangat ideal untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.

50-60 Menit, Kolesterol dan Tensi Terjaga

Sesi jalan kaki selama satu jam ditutup dengan segudang manfaat sistemik. Jantung menjadi lebih kuat, kolesterol jahat (LDL) menurun, sementara kolesterol baik (HDL) justru naik. Tekanan darah pun ikut turun, dan tubuh terasa lebih bugar.

Jalan kaki juga termasuk olahraga beban ringan yang bagus untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Selain itu, rutin jalan kaki juga bisa membantu melatih keseimbangan tubuh supaya tetap stabil, seiring bertambahnya usia.

Penutup

Nah, meskipun durasinya hanya 60 menit, manfaat yang diberikan oleh jalan kaki ternyata cukup vital dan langsung terasa. Dari peningkatan kesehatan jantung, pembakaran lemak, hingga pengurangan stres, semuanya bagus. Jadi, kapan mau merutinkan jalan kaki?

Selain rutin berolahraga, penuhi kebutuhan nutrisi dengan  rutin meminum Susu Kambing Merapi. Susu kambing kaya akan kalsium, fosfor, vitamin D, dan nutrisi lainnya yang baik untuk kesehatan otot, sendi, tulang, hingga jantung. Tertarik mencoba?

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.