Stunting kerap menjadi topik hangat. Bagaimana tidak, mengingat data tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting pada anak di negara kita masih mencapai 21,6%. Angka ini, menggambarkan masalah kesehatan yang cukup serius.
Banyak orang berpikir bahwa solusi utama stunting sekadar memberi makan yang banyak. Padahal, ada satu faktor esensial yang sering terlupakan, yakni menjaga kesehatan saluran pencernaan agar tetap sehat.
Ternyata, percuma saja asupan nutrisi melimpah jika tubuh tidak mampu menyerapnya dengan optimal. Di sinilah peran prebiotik diperlukan. Nah, dr. Melia Yunita, M.Sc.,Sp.A., menjelaskan apa pentingnya prebiotik untuk menumpas stunting ini!
Daftar Isi
Saluran Pencernaan Butuh Bantuan Bakteri Baik

Percaya atau tidak, di dalam sistem pencernaan kita, terdapat kehidupan yang bernama mikrobiota usus. Bayangkan ini sebagai sebuah lingkungan yang di dalamnya ada jutaan penduduk. Ada penduduk yang baik (probiotik), dan ada penduduk yang jahat (patogen).
Menurut dr. Melia Yunita, dokter spesialis anak, kondisi usus anak yang mengalami stunting sangat jauh berbeda dengan usus anak yang sehat. Pada kasus stunting, usus cenderung didominasi oleh bakteri jahat, seperti Shigella dan Amoeba.
Mengutip dari laman Senaraikel, dr. Melia menjelaskan bahwa bakteri-bakteri jahat ini bertindak seperti pembajak. Mereka menghambat penyerapan nutrisi penting, sehingga pertumbuhan fisik anak menjadi terhambat.
Sebaliknya, pada tubuh yang sehat dan bugar, populasi bakteri baiklah yang memegang kendali utama. Untuk mempertahankan dominasi bakteri baik ini, mereka butuh dukungan nutrisi dan pangan, dan itulah fungsi dari prebiotik.
Peran Prebiotik untuk Kesehatan Pencernaan

Prebiotik dan probiotik adalah dua hal yang berbeda. Istilah ini sering tertukar, padahal fungsinya berbeda meski saling melengkapi. Probiotik ialah sebutan untuk bakteri baiknya, sementara prebiotik ialah makanannya.
Prebiotik adalah serat khusus yang tidak bisa tercerna oleh usus manusia. Karena tidak tercerna, serat ini akan langsung berjalan utuh menuju usus bagian bawah. Di sana, serat ini menjadi pakan utama bagi bakteri baik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium.
Saat bakteri baik memakan prebiotik, terjadi proses fermentasi yang menghasilkan zat bernama Short Chain Fatty Acids (SCFA), atau asam lemak rantai pendek. Zat inilah yang berperan memperkuat dinding usus, mengurangi peradangan, dan meningkatkan sistem imun tubuh.
Nah, mengingat 70-80% sel imun manusia berada di pencernaan, asupan prebiotik yang cukup secara otomatis memperkuat pertahanan tubuh dari berbagai penyakit. Usus adalah tempat interaksi antara makanan, mikrobiota, dan sel-sel imun yang berlangsung terus-menerus.
Prebiotik untuk Mencegah Stunting pada Anak
Kabar baiknya, kita tidak perlu membeli suplemen mahal-mahal untuk mendapatkan asupan prebiotik yang cukup. Alam sudah menyediakannya di sekitar kita dalam bentuk pangan konsumsi sehari-hari. Beberapa sumber prebiotik terbaik meliputi, seperti berikut.
- Buah-buahan, seperti pisang, apel (terutama pada kulitnya), dan berbagai jenis beri seperti stroberi atau bluberi.
- Dalam sediaan sayuran, prebiotik ada di asparagus, bayam, bawang putih, dan bawang bombay.
- Prebiotik serat khusus inulin dan Fructo-oligosaccharides (FOS) ada di umbi-umbian dan kacang-kacangan.
Selain makanan-makanan tersebut, prebiotik juga bisa didapatkan dari susu kambing. Kelebihannya, susu kambing lebih mudah terserap oleh tubuh. Serta padat gizi lain, seperti kalsium, protein, multi-vitamin, dan kandungan penting lainnya.

