Tiba-Tiba Alergi Susu saat Usia Sudah Dewasa, Kok Bisa?

Tiba-Tiba Alergi Susu saat Usia Sudah Dewasa, Kok Bisa?

Bagi banyak orang, susu adalah minuman terfavorit sejak kecil. Namun, apa jadinya jika saat dewasa, tubuh tiba-tiba merasakan alergi susu yang tak kita alami saat kecil dulu? Nah, kenapa alergi susu baru muncul saat dewasa?

Alergi Makanan Bisa Muncul Tiba-Tiba saat Kita Dewasa

Penyebab Alergi Susu saat Dewasa

Banyak yang mengira, alergi hanya dialami saat masih anak-anak saja. Namun faktanya, alergi bisa berkembang kapan saja, bahkan saat kita sudah berusia 30, 40, atau bahkan 50 tahun. Alergi pada usia dewasa, terkenal dengan istilah adult-onset allergy.

Tubuh manusia memiliki sistem imun yang terus berkembang. Ketika sistem imun keliru mengenali zat tertentu sebagai ancaman (dalam hal ini protein dalam susu) maka tubuh akan meresponsnya dengan gejala alergi.

Melansir dari laman Hello Sehat, respons ini memang bisa muncul tiba-tiba, meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami keluhan saat minum susu. Jadi, jangan heran jika tubuh tiba-tiba memiliki reaksi alergi terhadap produk susu dan turunannya.

Lantas, apa penyebabnya? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormon, kondisi imun, atau paparan lingkungan tertentu bisa menjadi pemicu munculnya alergi makanan saat dewasa. Bahkan stres, infeksi virus, atau gaya hidup juga bisa berperan.

Alergi Susu Tiba-Tiba

Di dalam susu sapi, terdapat dua protein utama yang kerap menjadi pemicu alergi, yaitu kasein dan whey. Kasein adalah protein utama dalam bagian padat susu (dadih), sedangkan whey terdapat di bagian cair setelah proses pengentalan.

Pada kasus alergi, sistem imun salah mengidentifikasi protein ini sebagai zat berbahaya. Sebagai reaksi, tubuh akan memproduksi antibodi (terutama immunoglobulin E atau IgE) dan melepaskan histamin ke dalam aliran darah. Inilah yang memunculkan gejala-gejala alergi.

Yang menarik, reaksi alergi tidak selalu terjadi pada paparan pertama. Bisa saja, tubuh baru memunculkan gejala setelah terpapar berkali-kali. Jadi, wajar jika kita tidak memiliki keluhan di masa kecil tetapi baru mengalaminya di usia dewasa.

Gejala Alergi Susu pada Orang Dewasa

Segelas Susu

Gejala alergi susu tentu bisa sangat bervariasi. Hal ini tergantung dengan tingkat kepekaan tubuh. Berikut ini adalah beberapa gejala umum yang bisa terjadi saat tubuh mengalami alergi makanan, khususnya susu.

Gejala Ringan

  • Ruam merah di kulit, terutama di sekitar mulut dan leher.
  • Gatal-gatal dan kulit terasa panas.
  • Hidung tersumbat atau berair seperti sedang pilek.
  • Batuk ringan, suara serak.
  • Perut kembung atau nyeri ringan.

Gejala Berat

  • Sesak napas, mengi, dan gejala mirip serangan asma.
  • Mual, muntah, dan diare hebat.
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
  • Denyut jantung meningkat.

Kasus alergi susu di sini, tentunya berbeda dengan intoleransi laktosa, ya. Banyak orang salah kaprah antara alergi susu dan intoleransi laktosa. Dua kondisi ini memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman setelah minum susu, tetapi mekanismenya berbeda.

AspekAlergi SusuIntoleransi Laktosa
Sistem yang TerlibatSistem imunSistem pencernaan
PenyebabRespons imun terkait proteinKekurangan enzim laktase
Gejala UmumGatal, ruam, sesak, mualPerut kembung, diare, mual
Risiko AnafilaksisAdaTidak ada
PengobatanHindari alergen, anti-histaminEnzim laktase, hindari laktosa

Jika kita hanya merasa kembung dan mulas setelah minum susu tanpa reaksi alergi lainnya, kemungkinan besar itu adalah intoleransi laktosa, bukan alergi susu. Untuk memastikannya, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis alergi atau imunologi.

Susu Kambing Bisa Menjadi Alternatif untuk Penderita Alergi Susu Sapi

Susu kambing adalah susu yang punya profil gizi mirip dengan susu sapi, bahkan ia memiliki protein dan kalsium yang lebih tinggi. Meskipun memiliki kemiripan, susu kambing memiliki kadar protein alpha-S1-kasein yang lebih rendah dibandingkan susu sapi.

Protein inilah yang sering menjadi biang kerok pada penderita alergi susu sapi. Ukuran globula lemak pada susu kambing juga lebih kecil, lebih mudah dicerna oleh tubuh, sehingga lebih ramah bagi lambung dan pencernaan. Tertarik mencobanya sebagai alternatif?

Susu Kambing Merapi Gold

BELI SEKARANG

Bukan Susu Kambing Biasa

Lebih Berkhasiat

Tidak hanya lezat, Susu Kambing Merapi juga berkhasiat. Beberapa keluhan penyakit terbantu dengan minum Susu Kambing Merapi.